Masjid Nabawi Madinah

Masjid Nabawi Madinah

Masjid Nabawi Madinah adalah salah satu Masjid suci umat Islam setelah Masjidil Haram di Mekah, Arab Saudi dan Masjidil Aqsa di Palestina. Masjid Nabawi Madinah yang sekarang memiliki bangunan sangat megah dan indah ini dulu awalnya di bangun oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan para sahabatnya saat berhijrah ke Madinah. Di zaman Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, Masjid Nabawi Madinah tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah sholat saja. Tetapi, masjid ini menjadi pusat kegiatan umat Islam mulai dari ibadah, social, politik, pendidikan, ekonomi dan memecahkan segala permasalahan umat.

Sejarah Singkat Masjid Nabawi Madinah

Masjid Nabawi Madinah

sumber : https://www.lapakumroh.com/

Masjid Nabawi Madinah adalah masjid kedua yang di bangun oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam ketika peristiwa hijrah dari Mekah ke Madinah. Setelah sampainya di Madinah, pertama kali Rasulullah shallallahu alaihi wasallam membangun Masjid Quba. Kemudian Masjid Nabawi Madinah di bangun oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pada bulan rabiul awal setelah kedatangan beliau di Madinah.

Tanah berdirinya Masjid Nabawi dulunya adalah tanah milik dua anak yatim bersaudara bernama Sahl dan Suhail bin Amr. Lokasi berdirinya Masjid Nabawi Madinah ini dulunya berfungsi sebagai tempat menjemur buah kurma. Kemudian Rasulullah shallallahu alaihi wasallam membebaskan tanah ini dan membangun Masjid Nabawi sekaligus rumah beliau disamping masjid tersebut.

Pembangunan Masjid Nabawi Madinah dilakukan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersama para sahabat baik Muhajirin maupun Anshar. Bangunan masjid ini awalnya sangat sederhana sekali dengan ukuran sekitar 50 x 50 meter, dengan tinggi atap sekitar 3,5 meter. Material yang digunakan untuk pembuatan dinding masjid terdiri atas batu bata dicampur dengan tanah. Sementara atap dibuat dari daun kurma. Tiang masjid dibuat dari batang pohon kurma. Dan sebagian masjid ini dibiarkan terbuaka tanpa atap.

Penerangan pada Masjid Nabawi Madinah sejak awal didirikannya penerangan masjid pada malam hari hanya menggunakan rumput jerami yang dibakar. Masjid Nabawi hingga tahun ketujuh hijriyah / 628 M mulai tidak muat karena jumlah pemeluk Islam mulai bertambah banyak. Sehingga Rasulullah shallallahu alaihi wasallam memperluas bangunan Masjid Nabawi Madinah pertama kalinya. Dalam perluasan ini Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menambahkan masing-masing pada setiap sisi masjid sekitar 20 hasta. Dalam perluasan Masjid Nabawi pertama kali ini yang membiayai mulai dari pembebasan tanah disekitar masjid hingga pembangunannya adalah sahabat Utsman bin Affan r.a

Renovasi Masjid Nabawi Madinah

sumber : https://www.jualkubahmasjid.id/

Setelah dilakukan renovasi Masjid Nabawi pertama kalinya oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dengan memperluas bangunan masjid ini pada tahun ketujuh hijriah (626 M). Kemudian Masjid Nabawi ini direnovasi kembali untuk yang kedua kalinya di masa Umar bin Khottob menjadi khalifah pada tahun 17 hijriah (638 M). Renovasi kali kedua ini dengan memperluas kembali sebelah selatan, barat dan utara masjid seluas 1100 meter persegi. Di masa Khalifah Utsman bin ‘Affan pada tahun 29 Hijriah (649 M), Masjid Nabawi kembali dilakukan renovasi perluasan karena kapasitas masjid sudah tidak muat menampung jamaah. Perluasan kali ini memperluas bagian selatan, barat dan utara sebesar 470 meter persegi.

Selanjutnya renovasi ini setelah masa sahabat juga dilakukan pada tahun 88 hijriah (706 M) oleh Khalifah Al-Walid bin Abdulmalik dari Bani Umayyah. Renovasi waktu itu Masjid Nabawi ditambah luasnya disisi bagian barat, utara dan timur. Di masa Khalifah Al-Mahdi Al-Abbasi pada tahun 161 hijriah (777 M), Masjid Nabawi kembali di renovasi sehingga luas bangunan masjid menjadi 8890 meter persegi, dan renovasi dilakukan kembali tanpa melakukan perluasan pada tahun 654 hijriah (1226 M) terjadi kebakaran di Masjid Nabawi.

Ketika dalam pemerintahan Sultan Al-Mamluki Al-Asyrof Qoytabai pada tahun 882 hijriah (1477 M) masjid Nabawi direnovasi karena menara utama masjid tersambar petir sehingga mengakibatkan kebakaran sangat besar. Kemudian masjid ini direnovasi dengan menambahkan luasnya di sisi bagian timur seluas 120 meter persegi. Pembangunan Masjid Nabawi Madinah terus dilakukan karena jamaah terus mengalami kenaikkan sehingga masjid tidak muat.

Masjid Nabawi kembali direnovasi pada tahun 1265 hijriah (1848 M) oleh Sulthan Ustmani Abdul Majid dengan membangun di sisi bagian utara dibagun sebuah bangunan dua lantai yang luasnya 1293 meter persegi. Renovasi dilakukan kembali pada era modern pada tahun 1370 hijriah (1950 M) oleh Raja Abdul Aziz Ali Sau’d dengan membangun dinding masjid dan lantai dalam masjid bagian timur, barat dan utara. Sehingga luas ditambah menjadi 6420 meter persegi. Di tahun 1984 M Raja Fahd bin Abdul Aziz kembali memperluasan bagunan Masjid hingga 82.000 meter persegi. Dalam pembangunan kali ini menjadi proyek terbesar dan termegah serta terluas dalam sejarah renovasi Masjid Nabawi Madinah.

Keutamaan Masjid Nabawi Madinah

sumber : https://properti.kompas.com/

Keutamaan Masjid Nabawi Madinah sudah dijelaskan dari beberapa hadis Nabi SAW. Salah satunya dalam hadis Bukhari dan Muslim

“Shalat di masjidku (Masjid Nabawi) lebih baik dari seribu kali shalat di masjid lain, kecuali Masjidil Haram.” [HR. Bukhari dan Muslim]

Adab-adab Ziarah ke Masjid Nabawi Madinah

sumber : https://www.liputan6.com/

Keyika hendak memasuki masjid pada umumnya, Nabi SAW memberikan pelajaran kepada umatnya untuk melakukan adab-adab sebelum memasuki masjid. Apalagi ketika hendak berziarah ke Masjid Nabawi Madinah juga ada adab-adab yang harus dijaga.

  • Berpakaian bersih dan suci, kemudian jamaah juga dalan keadaan suci dari hadas kecil dan hadas besar.

Berdoa dan mengucapkan salam ketika hendak akan masuk ke Masjid Nabawi dan melangkah mendahulukan kaki kanan sambil membaca doa berikut;

“Ya Allah semoga shalawat dan salam senantiasa tercurahkan kepada Nabi Muhammad Ya Allah, bukalah pintu-pintu rahmat-Mu kepada kami”

“Aku berlindung kepada Alllah Yang Maha agung dengan wajah-Nya Yang Mahamulia dan kekuasaan-Nya yang abadi dari syaitan yang terkutuk”

  • Melakukan Sholat Tahiyatul Masjid

Sholat tahiyatul masjid adalah sholat sunah dua rakaat yang dilakukan seseorang ketika masuk masjid sebelum duduk. Seperti yang diriwayatkan dalam sebuah hadist,

Rasulullah shallallahu ‘alaihiwasallam bersabda, Yang Artinya: “Jika salah seorang dari kalian masuk masjid, maka hendaklah dia shalat dua rakaat sebelum dia duduk.” (HR. Al-Bukhari no. 537 & Muslim no. 714)

  • Menghindari Perbuatan Syirik

Salah satu contoh perbuatan syirik adalah melakukan ibadah sholat atau berdoa serta mengerjakan amalan lainnya dengan niat selain kepada Allah SWT.

  • Memberi Salam Saat Melintasi Makam Rasulullah

Ketika di Masjid Nabawi dan memiliki kesempatan melintasi makam Rasulullah, maka disunahkan untuk berikan ucapan salam kepada beliau. Ucapan salam tersebut sama seperti ketika Nabi Muhammad SAW memberikan salam pada orang-orang yang dimakamkan dalam kuburan Baqi. Kemudian salam diteruskan kepada kedua sahabat Rasulullah SAW, Abu Bakar dan Umar bin Khatab karena makam beliau berdua berdekatan dengan makam Nabi SAW

  • Ketika Keluar dari Masjid Nabawi

Ketika hendak keluar dari Masjid Nabawi disunahkan mendahulukan kaki kiri sambil mengucapkan doa :
Yang artinya: “Ya Allah, curahkanlah shalawat dan salam kepada Muhammad. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu Berupa karunia-Mu”

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *