Masjid Islamic Center of Washington DC

Masjid Islamic Center of Washington DC

Amerika Serikat adalah negara yang menyematkan kata teroris pada agama Islam pada tahun 2011, ternyata memiliki sebuah bangunan masjid yang bersejarah. Hingga saat ini teroris masih diidentikan kepada umat Islam. Hal itu salah satu dari rintangan dakwah bagi umat Islam yang akan selalu ditemui dari waktu ke waktu.

Masjid Islamic Center of Washington DC

Stigma teroris justru tidak membuat orang-orang non muslim jauh atau takut kepada orang-orang Islam. Tetapi mereka justru ingin lebih tahu tentang ajaran Islam dan tidak sedikit dari orang-orang non muslim tadi memeluk Islam. Jauh sebelum tragedi 11 September 2011, Masjid Islamic Center of Washington pernah mengalami tragedi yang bernama 1977 Hanafi Siege. Tepatnya pada 9 hingga 11 Maret 1977, ada tiga orang bersenjata melakukan penyerbuan kedalam Masjid Islamic Center of Washington kemudian menyandera 11 orang. Penyanderaan akhirnya berakhir dengan adanya perundingan antara 3 duta besar negara Islam dengan penyandera tersebut.

Ketika Presiden Amerika Serikat di pegang oleh David Dwight Eisenhower, Presiden RI pertama Ir. Sukarno juga pernah singgah di Masjid Islamic Center of Washington. Pada waktu itu masjid masih dalam proses finising dalam pembangunannya meskipun setahun sebelumnya sudah dibuka.

 

SEJARAH

sejarah

Wafatnya duta besar Turki pada 11 November 1944 yang bernama Mehmet Münir Ertegün saat itu dalam pergolakan Perang Dunia 2. Karena Mehmet Münir Ertegün seorang yang terhormat, maka A.J Howar yang memiliki nama asli Yusuf Al-Hawa adalah seorang pengusaha muslim Amerika yang berasal dari Palestina bermusyawarah dengan Mahmud Hasan Pasha, yaitu duta besar Mesir saat itu meminta kepada Howar untuk mendirikan sebuah masjid dengan keperluan salah satunya mensholati jenazah orang Islam disana.

sukarno

Peletakan batu pertama dilaksanakan pada 11 Januari 1949. Dana pembangunan masjid tersebut dihimpun dari dana komunitas negara negara Islam dan negara yang mayoritas penduduknya Islam seperti Indonesia salah satunya. Tidak hanya menyumbang dana saja, tetapi negara negara Islam dan mayoritas Islam tadi juga menyumbang berbentuk bahan bangunan. Seperti Lampu gantung yang besar dari Mesir, karpet dari Iran, Malaysia menyumbang kubah, Maroko menyumbang jendela, Turky dengan keraik, Iraq menyumbang kaca berwarna kuning.

bung karno

Pembangunan masjid dilakukan oleh arsitek dari Kementerian Agama, Kairo, Mesir. Juga ada keterlibatan arsitek terkenal dari Italia yaitu Professor Mario Rossi. Proses pembangunan dilakukan selama 6 tahun dan pada 28 Juni 1957 masjid tersebut diresmikan. Hingga Professor Rossi akhirnya memeluk Islam dan berganti nama Muhammad Mahdi.

 

ARSITEKTUR

arsitektur masjid washington dc

Jamaah laki-laki dan jamaah perempuan memiliki lantai sendiri yang terpisah. Lantai bawah untuk jamaah perempuan dan lantai atas untuk jamaah laki-laki. Interior masjid didominasi dengan gaya Mesir karena arsitek yang menangani pembangunan masjid tersebut dari Mesir. Terlihat dari arsitektur kaligrafi yang indah dan lampu gantung yang nampak megah. Secara garis besar masjid Islamic Center of Washington DC memiliki gaya arsitektur Timur Tengah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *