Masjid Agung Semarang Perpaduan 3 Arsitektur

Masjid Agung Semarang Perpaduan 3 Arsitektur

Masjid Agung Semarang adalah masjid yang dibangun di zaman modern pada tahun 2002 sampai tahun 2006. Luas lahan 10 hektar menjadi tempat berdirinya masjid ini. Masjid Agung Semarang juga populer disebut Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) yang merupakan masjid propinsi Jawa Tengah. Usai pembangunan selesai keseluruhannya, pada tanggal 14 November 2006 masjid ini diresmikan oleh Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono.

Masjid Agung Semarang

sumber : https://www.msn.com/

Alamat Masjid Agung Semarang

Jl. Gajah Raya, Sambirejo, Kec. Gayamsari, Kota Semarang, Jawa Tengah 50166

sumber : https://www.google.com/maps

Akses Menuju Masjid Agung Semarang

– Dari Kota Semarang

Dari simpang lima / pusat kota Semarang => arah Purwodadi / Terminal Peenggaron => perempatan setelah Lotte Mart kiri jalan => belok kiri hingga ketemu Masjid Agung Semarang kiri jalan.

– Dari Arah Purwodadi Grobogan

Rute Purwodadi => Godong => Gubug => Mranggen => Semarang => Simpang lima => arah Purwodadi / Terminal Peenggaron => perempatan setelah Lotte Mart kiri jalan => belok kiri hingga ketemu Masjid Agung Semarang kiri jalan.

Kapasitas Masjid Agung Semarang

sumber : https://jejakpiknik.com/

Masjid Agung Semarang ini memiliki kapasitas hingga 15.000 jamaah, masih bisa lebih dari jumlah 15.000 jika memanfaatkan halaman utama masjid denga daya tampung sekitar 10.000 jamaah. Jadi total kapasitas masjid dan halaman utama bisa sekitar 25.000 jamaah.

Sejarah Masjid Agung Semarang

Masjid Agung Semarang sebenarnya masih ada hubungannya dengan Masjid Besar Kauman Semarang. Tanah Masjid Agung Semarang adalah bagian tanah harta wakaf Masjid Besar Kauman Semarang yang luasnya 119.127 hektar yang dulu pernah di tukar gulingkan yang hampir raib. Berkat perjuangan banyak pihak akhirnya harta wakaf Masjid Besar Kauman Semarang telah kembali. Tim Koordinasi Pembangunan Masjid Agung Semarang yang telah dibentuk oleh Gubernur Jawa Tengah pada tanggal 6 Juni 2001, bertugas untuk melakukan kajian tentang pembangunan Masjid Agung Semarang. Kemudian tepat pada hari Jumat 6 September 2002 dilakukanlah pemasangan tiang pancang pertama oleh Menteri Agama RI, Prof. Dr. H. Said Agil Husen al-Munawar, KH. MA Sahal Mahfudz dan Gubernur Jawa Tengah, H. Mardiyanto. Turut hadir duta besar dari negara-negara sahabat, seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, Mesir, Palestina, dan Abu Dhabi.

sumber : https://www.pegipegi.com/

Masjid Agung Semarang yang lebih dikenal dengan sebutan MAJT ini pembangunannya menghabiskan dana sebesar Rp 198.692.340.000. dengan luas masjid 7.669 meter persegi yang berada diatas tanah seluas 10 hektar. Setelah selesai semua pembangunannya, Masjid ini diresmikan langsung oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudoyono pada tanggal 14 November 2006. Namun, sebelum diresmikan, masjid ini sudah digunakan untuk ibadah sholat bahkan ibadah sholat Jumat pertama pada tanggal 19 Mei 2004 dengan Khotib dari Kakanwil Depag Jawa Tengah yaitu Drs. H. M. Chabib Thoha, MA.

Arsitektur Masjid Agung Semarang

Ir. H. Ahmad Fanani dari PT. Atelier Enam Jakarta adalah arsitek pemenang sayembara desain Masjid Agung Semarang / MAJT pada tahun 2001. Masjid ini memiliki 3 gaya arsitektur yang sangat indah, gabungan arsitektural Jawa, Islam dan Romawi tampak pada eksterior dan interior Masjid Agung Semarang. Khas arsitektur Jawa tampak pada bangunan atap utama masjid yang berbentuk limas dan pada bagian ujungnya berbentuk kubah dengan diameter 20 meter. Pada masing-masing penjuru pada atapnya ada menara dengan ketinggian 62 meter, dan ada satu lagi menara yang terpisah dari bangunan masjid utama yang memiliki ketinggian 99 meter dan 4 menara dengan atap kubah merupakan arsitektur Islam.

25 pilar di pelataran masjid seperti koloseum Athena di Romawi merupakan khas arsitektur Romawi. Namun, pelataran tersebut dihiasi dengan kaligrafi yang indah, seperti simbol dari 25 Nabi dan Rosul, pada gerbang ada tulisan arab lafadz dua kalimat syahadat, dan ada juga lafadz huruf arab melayu yang berbunyi “Sucining Guno Gapuraning Gusti“. Pembangunan Masjid Agung Semarang / MAJT ini selain difungsika sebagai tempat ibadah, juga sebagai tempat wisata religi. Sehingga Masjid membangun fasilitas penginapan dengan kapasitas 23 kamar sebagai tempat para pengunjung yang ingin bermalam.

Ikonik lainnya yang ada pada masjid ini adalah Menara Al Husna atau Al Husna Tower yang tingginya 99 meter. Pada bagian menara terdiri dari beberapa lantai dengan fungsi masing-masing. Seperti lantai dasar adalah Studio Radio Dais (Dakwah Islam) dan pemancar TVKU. Kemudian lantai 2 dan 3 sebagai Museum Kebudayaan Islam, ada juga Kafe Muslim yang berada di lantai 18, pada Kafe ini bisa berputar 360 derajat. Di lantai 19 pengunjung bisa melihat pemandangan di sekitar Masjid Agung Smarang dengan teropong yang telah disediakan yang berjumlah 5 teropong. Teropong canggih ini juga pernah untuk melihat hilal awal Ramadhan 1427 H.

Fasilitas Masjid Agung Semarang

Daya tarik Masjid Agung Semarang / MAJT terdiri dari tiga bagian masjid, yaitu Menara Asmaul Husna setinggi 99 meter, Area serambi masjid, dan Al Quran raksasa berukuran 145 x 95 cm². Ketiga daya tarik masjid ini dilengkapi dengan berbagai macam fasilitas bagi pengunjung.

Menara Asmaul Husna setinggi 99 meter

sumber : https://scontent-yyz1-1.cdninstagram.com/

Dari lantai 1 hingga lantai 19, menara masjid ini memiliki fungsi yang bisa dikunjungi dan dinikmati sebagai obyek wisata. Masjid Agung Semarang memiliki Studio Radio DAIS MAJT dan pemancar TVKU yang berada di lantai 1 Menara Asmaul Husna. DI lantai 2 pengunjung bisa melihat-lihat koleksi di Museum Perkembangan Islam Jawa Tengah. Untuk lantai 18 terdapat rumah makan yang bisa berputar 360 derajat sehingga pemandangan sekeliling masjid bisa terlihat, dan di lantai 19 pengunjung difasilitasi 5 teropong canggih untuk melihat keindahan kota Semarang dari atas.

Area serambi Masjid Agung Semarang

sumber : sumber : https://jejakpiknik.com/

6 payung raksasa otomatis seperti yang ada di Masjid Nabawi menjadi daya tarik dan sebagai fasilitas masjid bagi jamaah agar terhindar dari cuaca panas dan hujan. Setiap payung memiliki ketinggian 20 meter dengan diameter 14 meter. pyung raksasa ini dibuka ketika shalat Jumat, Idul Fitri dan Idul Adha dengan catatan kondisi angin tidak melebihi 200 knot. Dan payung juga bisa dibuka karena permintaan pengunjung dengan cara menghubungi pengurus masjid. Ada fasilias penginapan dengan kapasitas 23 kamar dengan berbagai kelas untuk para pengunjung yang menginap, dan ada juga perpustakaan masjid yang memiliki koleksi buku-buku Islam dari seluruh dunia sebagai referensi untuk mengenal Islam. Bagi yang ingin melangsungkan pesta pernikahan juga ada auditorium. Supaya perjalanan di Masjid Agung Semarang berkesan, bisa menggunakan pemandu wisata yang siap mengantarkan berkeliling masjid untuk melihat keindahannya.

Al Quran berukuran 145 x 95 cm² yang ditulis dengan tangan

sumber : https://twitter.com/

Drs. Khyatudin, dari Pondok Pesantren Al-Asyariyyah, Kalibeber, Mojotengah, Wonosobo adalah sosok yang menulis Al Quran raksasa berukuran 145 x 95 cm². Lokasi Al Quran raksasa di dalam ruang utama shalat. Ada juga beduk yang berukuran besar dengan panjang 310 cm, diameter 220 cm. Beduk ini dibuat oleh para santri pondok pesantren Alfalah, Tinggarjaya, Jatilawang, Banyumas, asuhan KH Ahmad Sobri, dengan menggunakan kulit lembu Australia.Beduk ini merupakan replika bedug Pendowo Purworejo.

Tips Berkunjung ke Masjid Agung Semarang

– Bawa peralatan Shalat
– Tatati peraturan dan jangan membuang sampah sembarangan
– Setelah Ashar adalah waktu terbaik naik ke Menara Asmaul Husna
– Mengenakan pakaian sopan, bagi perempuan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *