Masjid Istiqlal Jakarta Dan Kemegahan Kubah Masjidnya

Masjid Istiqlal Jakarta Dan Kemegahan Kubah Masjidnya

Masjid yang dibangun tanggal 24 Agustus tahun 1951 silam dan selesai pembangunannya di tanggal 22 Februari tahun 1978 ini memiliki arsitektur yang sangat menarik. Itu karena bangunan masjid ini mempunyai gaya arsitektur Islam yang lebih modern yang menerapkan adanya bentuk geometri sederhana didalamnya. Bentuk yang dimaksud seperti kubus, persegi, serta kubah bola yang berukuran raksasa dengan hiasan beberapa ornamen didalamnya. Adanya kubah bola sangat besar ini dibuat untuk menunjukkan kesan agung nan monumental.

Bangunan kubah masjid istiqlal

Keunikan bangunan kubah raksasa yang dimiliki oleh masjid Istiqlal Jakarta ialah karena dibuat dari bahan marmer putih maupun baja antikarat atau (stainless steel). Sehingga kubah raksasa ini bersifat kokoh, sederhana, netral dan minimalis.
bangunan masjid juga memiliki gaya arsitektur minimalis. Rancangan arsitektur minimalis tersebut dipilih karena ingin menyesuaikan lokasinya karena berada dikawasan iklim tropis. Disamping memiliki arsitektur yang sangat modern, bangunan masjid Istiqlal juga memiliki gaya arsitektur ala Timur Tengah yang dapat anda lihat dari adanya hiasan kaligrafi di bagian interior kubah masjid.

Masjid ini mempunyai Kubah bentuk setengah bola menggunakan kerangka polyhendra asal Jerman. Sementara bagian luar kubah juga dilapisi oleh keramik. Kubah yang telah ditunjang dengan 12 tiang dan tertulis kaligrafi sebelah kanan kubah berlafaz Allah. Selanjutnya pada bagian tengah kubah tertulis Surat Thaha ayat ke 14 sedangkan bagian kiri kubah tertulis lafaz Muhammad. Pada tengah-tengah kubah tertulis Ayat Kursi serta Surat Al Ikhlas. Banyaknya tiang pancang Masjid ini sampai 5.138 tiang.

Dari luar atap atau atas kubah telah dipasang penangkal petir dalam bentuk lambang Bulan & Bintang yang dibuat dari bahan stainless steel yang berdiameter 3 meter dengan berat 2,5 ton. Semua bagian dari gedung utama juga dilapisi oleh marmer yang sengaja didatangkan secara langsung dari kota Tulungagung dengan luas 36.980 m2. Lantai masjid juga ditutupi oleh karpet merah yang merupakan sumbangan pihak pemerintah Kerajaan Arab Saudi.

Ornamen dalam masjid istiqlal

Dari beberapa sudut masjid istiqlal juga akan mendapat beragam hiasan ornamen yang bersifat sederhana tapi tetap elegan. Berbagai jenis ornamen masjid ini berbentuk pola geometris seperti pada ornamen logam krawangan (untuk kerangka logam berlubang) memiliki pola lingkaran, kubus, ataupun persegi. Fungsi ornamen ini selain untuk unsur keindahan, juga berfungsi untuk penyekat, jendela maupun lubang udara. Pada bagian pagar masjid juga terdapat ornamen pagar langkan pada tepi balkon di bagian lantai masjid Istiqlal. Disamping berbentuk geometri, ornamen ini juga dilapisi oleh baja antikarat, seperti bagian pagar tangga, bagian langit-langit serta lapisan kubah yang berdiameter 45 meter maupun 12 pilar utamanya juga dibuat dengan lapisan baja antikarat.

Dirancang Terbuka Agar Udara Bebas Bersirkuasi.

Bangunan masjid ini didesain oleh Frederich Silaban. Bangunan ini sengaja dirancang supaya udara bisa bebas bersirkulasi dan membuat ruangan agar tetap sejuk. Karena pada ruangan shalat di lantai utama yang bersifat terbuka dan disekelilingnya juga diapit dengan plaza atau pelataran terbuka bagian kiri atau kanan bangunan. Desain masjid Istiqlal bebas sirkulasi udara dimaksudkan agar memudahkan pergantian udara maupun penerangan secara alami. Meskipun terbuka tapi siapa saja yang berkunjung di masjid ini bisa terbebas dari terik matahari dan juga curah hujan. Desain bangunan yang terbuka ini kemudian dianggap sebuah pewakilan desain arsitektur bangsa Indonesia bagi masjid Istiqlal.

Menara dan Kapasitas Masjid Istiqlal.

Dengan luas bangunan masjid yang sangat luas dan besar tersebut, masjid Istiqlal diklaim mampu menampung jamaah hampir 200.000 orang. Masjid yang sekaligus digunakan sebagai pusat pendidikan, obyek wisata religi, dan juga pusat aktivitas dakwah Islam ini juga mempunyai menara tunggal dengan tinggi 96,66 meter yang menjulang di bagian selatan masjid yang sangat menarik dan ikonik ini.

Keindahan Interior Dan Kubah Masjid Agung Tuban

Keindahan Interior Dan Kubah Masjid Agung Tuban

Bagi masyarakat yang sudah lama tidak berkunjung ke Kota Tuban, bisa dipastikan akan kaget dengan kondisi Masjid Agung baru-baru ini. Setelah melalui renovasi dan revolusi secara besar-besaran, menjadikan bangunan Masjid Agung terlihat sangat indah dan menarik untuk dikunjungi. Renovasi terakhir mampu menelan biaya yang mencapai Rp 17,5 miliar. Sehingga bangunan masjid agung tuban sekarang tampak indah dan lebih megah. Tidak heran jika akhirnya masjid ini dijuluki sebagai salah satu masjid paling indah di provinsi Jawa Timur.

Adanya ornamen yang cantik, dan polesan yang sangat detail, berlantaikan keramik, dan tembok penuh dengan ukiran menjadikan interior masjid tuban berkesan sangat mewah. Sedangkan bagian eksterior juga tidak kalah cantik dengan adanya kubah yang dicat berwarna-warni yang membuat masjid tersebut menjadi semakin mewah dilihat dari luar.

Pada bagian kubah masjid ini ada 2 jenis. Untuk kubah besarnya merupakan kubah enamel sedangkan kubah kecilnya termasuk kubah gavalum. Bangunan kubah yang sangat mencolok tentu ada pada kubah besarnya yang berupa kubah masjid enamel. Selain karena warnanya yang sangat mencolok, kubah ini juga memiliki kelebihan lain jika dibandingkan pada kubah berbahan lain. Kubah dari bahan enamel mempunyai banyak kelebihan misalnya lebih kuat dan awet. Inilah yang menjadi perhitungan banyak orang sehingga menggunakan jenis kubah ini untuk bangunan masjidnya.

Model kubah enamel juga bisa dibuat klasik maupun modern. Jadi, bisa disesuaikan terhadap keinginan dari masing-masing pemesan yang akan membangun masjid dengan kubah enamelnya. Kubah ini juga mempunyai tekstur yang timbul yang menjadi nilai tambah dalam bidang estestika.

Ketika memasuki masjid Agung Tuban seolah seluruh bagian dan ruangannya memiliki pesona keindahan tersendiri. Banyak ornament dan hiasan berbagai motif dan warna terlihat menghiasi dinding-dinding masjid bagian dalam. Perpaduan antara warna putih, biru tua dan biru muda yang terlihat harmonis telah mendominasi warna masjid tersebut. Dibagian depan masjid maupun kubah-kubah yang berukuran kecil bagian sayap kanan atau kirinya merupakan jejak asli dari peninggalan bangunan lama sebelum direnovasi.

Selebihnya merupakan bangunan baru beberapa tahun yang lalu. Sementara warna putih, hijau tua, dan biru muda terlihat mendominasi ruangan sembahyang bagian utama yang terdapat mimbar bagi imam dan juga khotib.

Pada ruangan ini juga terdapat lampu gantung bergaya klasik. Dalam setiap bagian ruangan masjid ini sebagian besar dihiasi oleh pintu dan jendela dari kaca hias berwarna-warni. Ada ornamen berbentuk lengkung serta kubah yang akan menghiasi bagian atap masjid. Lampu hias serta hiasan berupa tulisan ayat-ayat Al Qur’an telah menghiasi dinding masjidnya.

Pada bagian depan masjid juga terdapat kolam untuk air mancur namun sayangnya hanya difungsikan di saat tertentu saja.

Bila anda amati, Masjid Agung ini mempunyai ciri khas bangunan tersendiri. Secara umum, bentuk bangunannya terbagi atas dua bagian. Yakni bagian serambi dengan ruang shalat utama. Bangunan ini juga tidak terpengaruh dengan bangunan masjid di Jawa umumnya yang memiliki atap bersusun tiga. Karena arsitektur masjid tersebut justru terpengaruh dengan corak Timur Tengah, Eropa dan India. Jika dilihat sekilas bangunan akan terlihat mirip dengan bangunan Masjid Raya Baiturrahman, di Banda Aceh.

Sementara jika diperhatikan bagian menaranya, Masjid tersebut mirip seperti Blue Mosque atau (Masjid Biru) di Istanbul, Turki. Sedangkan bila diamati dari bentuk kubahnya, masjid ini laksana Taj Mahal yang ada di India. Perpaduan berbagai arsitektur tersebut, menambah indah bangunan Masjid Agung Tuban tersebut.

Keunikan lain pada Masjid Agung Tuban juga terlihat dari beberapa benda pusaka peninggalan Wali Songo di dalamnya. Benda-benda yang bersejarah ini, diantaranya kitab suci Alquran kuno yang dibuat dari bahan kulit, pusaka, keramik Cina, serta sarkofagus. Namun benda-benda tersebut sekarang ini telah disimpan dalam Museum Kembang Putih di Tuban.

Bangunan 9 Kubah Masjid Raya Darussalam Di Samarinda Kaltim

Bangunan 9 Kubah Masjid Raya Darussalam Di Samarinda Kaltim

Pada awalnya Masjid Raya Darussalam didirikan oleh saudagar Banjar & Bugis pada tahun 1925 yang bertempat tinggal di Samarinda. Saat itu letak masjid Raya Darussalam ada di tepi sungai Mahakam dengan luas 25 meter x 25 meter. Dari pertama kali didirikan, masjid Raya Darussalam difungsikan sebagai masjid Jami’ dan digunakan untuk ibadah sholat lima waktu maupun ibadah sholat Jum’at.

Turki Usmani mewariskan seni bina dari bangunan masjid yang memiliki gaya tersendiri yang dapat diamati dari beberapa ciri utama masjid ini. Seperti bentuk menara masjid yang memiliki gaya bangunan khas Usmani yang dapat dilihat pada bentuk bundar, ramping, dan tinggi menjulang. Sementara puncak menaranya meruncing yang disertai adanya simbol bulan sabit di ujung paling tinggi menara masjid tersebut.

Ada sebanyak empat menara masjid yang ditempatkan pada 4 penjuru bangunan paling utamanya. Dan bangunan menara masjid ini juga didominasi oleh warna putih. Sementara beralih pada kubah masjid raya Darussalam yang sangat unik karena adanya 8 kubah yang memiliki ukuran lebih kecil telah mengapit kubah utamanya. Disamping itu ke 4 penjuru atap dari masjid raya Darussalam juga dihiasi dengan 4 kubah yang ukurannya lebih kecil. Setiap kubah dihiasi dengan ornamen khas Kalimantan telah menghiasi sisi bagian luar kubah masjid ini.

Pada bangunan kubah besar yang berada di atap masjid juga mempunyai ciri khas yang menunjukan identitas masjid Darussalam. Yakni 1 kubah induk yang diapit dengan 8 kubah kecil disekelilingnya yang totalnya 9 kubah. Selain itu, bangunan kubah yang awalnya Cuma diberi cat hijau polos sekarang telah dimodifikasi oleh ornamen-ornamen khas daerah Kalimantan. Bagian kubah induknya termasuk didalam kubah enamel yang berwarna hijau tua danhijau muda.

Kubah induknya dibuat dari bahan yang tahan korosi maupun guncangan. Jadi sangat tepat jika kubah ini dibangun untuk masjid yang lokasinya berada di wilayah pesisir pantai seperti masjid Darussalam ini. Bangunan kubah induknya juga terkenal karena tahan bocor dan mempunyai resiko retak sangat kecil. Hal ini beda dengan material pada kubah jenis lainnya. Material pada kubah ini sangat tepat digunakan untuk masjid yang ada disekitar wilayah yang sering terjadi gempa karena materialnya mampu menahan guncangan dengan lebih baik.

Bangunan masjid raya Darussalam telah dilengkapi juga oleh beranda yang memiliki bukaan yang sangat besar dan melengkung dan ornamen yang melengkung. Sehingga membuat beranda masjid raya Darussalam ini tampak seperti beranda masjid pada umumnya. Sehingga bila anda masuk di dalam masjid tersebut, akan terlihat ruang dalam masjid untuk ibadah sholat yang sangat luas.

Itu karena tidak ada satupun tiang yang menyangga atap masjid dari tengah masjid. Selain itu, ruang sholat pada Masjid raya Darussalam juga sudah dilengkapi oleh lantai mezanin. Sehingga bila dilihat secara keseluruhan, dalam Masjid Raya Samarinda mampu menampung jamaah hingga 14 ribu orang. Warna karpet sejadah yang digunakan untuk ibadah sholat telah didominasi dengan warna hijau. Dengan warna ini, kesannya senada dengan warna langit-langit plafon bagian interior masjid Darussalam.

Bangunan Masjid Raya Darussalam juga mempunyai dinding sisi mihrab tampak mirip dengan masjid lainnya yang dilapisi oleh bahan berwarna yang tampak lebih gelap bila dibanding dengan ruangan sisi lainnya. Disamping itu langit-langit dalm ruangan masjid telah dipasang dengan lampu-lampu gantung sehingga membuat Masjid Raya sangat indah dan megah. Konstruksi pada bangunan Masjid Raya dibuat dari bahan beton tiga lantai dan mampu menampung jamaah lebih banyak lagi.

Selain lokasi yang sangat strategis, masjid raya Darussalam juga terletak dekat Pasar Pagi serta Citra Niaga. Bangunan Masjid Raya Darussalam juga mempunyai daya tarik tersendiri yang membuat para jamaah betah berada didalam masjid. Daya tarik ini bisa dilihat dari bangunan arsitektur khasnya seperti bentuk kubah, menara, ataupun sejumlah lengkungan yang ada di atas pintu serta jendela masjid.

Masjid Agung Al-Kautsari Al-Aziziyah Dan Keunikan Kubahnya Di Lombok Barat

Masjid Agung Al-Kautsari Al-Aziziyah Dan Keunikan Kubahnya Di Lombok Barat

Bangunan Masjid Al Kautsari adalah bangunan pertama yang ada dalam area Pondok Pesantren Al-Aziziyah. Lokasinya berada tidak jauh dengan Bandara Selaparang, Mataram, di Lombok. Memiliki jarak tempuh yang sangat dekat sekitar 10 menit dari lokasi bandara, masjid tersebut sangat potensial sebagai landmark wilayah setempat. Kehadirannya juga mewakili semangat ibadah masyarakat disini yang sangat kuat. Hal ini terlihat ketika masjid masih belum usai dibangun bebeberapa kegiatan ibadah serta dakwah telah dilaksanakan disini. Shalat berjamaah sudah ditegakkan meskipun tanpa penerangan listrik. Mereka juga menekuni kajian kitab-kitab Islam dengan beralaskan anyaman dari daun kelapa, serta berbagai aktivitas dakwah dilakukan disini.

 

Salah satu keunikannya ialah terletak pada suara azan yang dikumandangkan disini. Biasanya azan cuma dikumandangkan sehari lima kali. Namun, dalam masjid ini azan telah dikumandangkan sampai enam kali. Disamping untuk panggilan shalat wajib, azan disini dikumandangkan untuk memperingatkan para jamaah shalat malam agar melaksanakan ibadah shalat tahajud.

Kubah yang mempercantik bangunan masjid ini ada 3 kubah. Satunya sebagai kubah induk dan yang 2 lainnya sebagai kubah anakan yang lebih kecil dari kubah induknya. Pada kubah induk memiliki warna cat yang lebih tinggi karena kubah induknya termasuk kubah masjid enamel. Hal itu dikarenakan pada kubah Enamel ini, menggunakan sistem pengecatan yang menggunakan powder coating sehingga ketahanannya sangat tinggi serta dijamin oleh perusahaan dengan resmi. Ketahanannya mampu mencapai 15 tahun lamanya. Jadi, anda tidak perlu takut bila kubah enamel ini akan luntur pada warna catnya.

Sementara untuk kubah anakannya mempunyai ketahanan cat sekitar 5 tahunan saja. Itu disebabkan tanpa adanya sebuah lapisan cat yang terdapat pada kubah galvalum yang lebih kecil ukurannya tersebut. Sehingga saat terkena panas matahari, membuat cat pada kubah ini luntur. Terbukti dengan cat yang warnanya berubah menghitam seperti pada benda yang diletakkan berada di atas kompor. Saat cat telah berubah warnanya menjadi hitam, kemungkinan kubah tersebut sudah tidak dapat lagi dibersihkan sekalipun dengan menggunakan kain.

Sementara perbedaan antara bangunan kubah Galvalum dan Enamel selanjutnya ialah dilihat dari harganya. Karena kualitas kubah Enamel yang lebih unggul disbanding dengan kubah Galvalum, jadi harga kubah Enamel ini lebih mahal dibanding dengan kubah Galvalum.

Dilihat dari sisi bangunan, pada masjid ini memiliki ciri khas pada bagian kubah bulat yang mengerucut dalam sapuan warna putih yang lebih cerah beraksenkan garis diagonal berwarna biru ditambah dua menara yang ada disampingnya. Dua menara tersebut menjulang hingga tingginya mencapai 27 meter yang bermakna 2 warisan dai Rasulullah Saw yang berupa Al-Quran dan Al-Hadis. Warisan ini harus dipegang teguh agar umat islam tidak tersesat. Bagian interior masjid juga terlihat sangat menawan karena adanya tiang penyangga yang berwarna hijau granit dikombinasikan oleh warna cokelat keemasan untuk aksen tiangnya dan juga dinding masjid ini. Selain itu, interior kubah masjid tersebut juga diberi gambar langit yang akan menambah kesan megah masjid tersebut.

Bangunan masjid AL – Kautsari ini dibangun dengan 3 lantai yang berukuran 56 x 21 meter. Bangunan ini juga mampu menampung jamaah hingga 200 orang yang dilengkapi oleh dua menara yang bernuansa Masjidil Haram.

Uniknya bangunan masjid yang sangat megah tersebut telah “di-arsiteki” secara langsung (almarhum) pengasuh pondok pesantren tersebut bernama Tuan Guru Haji Musthafa Umar. Meskipun beliau bukan seorang arsitek namun Beliau yang menggambarkan bentuk masjid sesuai keinginan sama dengan ornamen di Masjidil Haram.

Masjid Raya Al A’zhom Miliki Kubah Terbesar di Dunia

Masjid Raya Al A’zhom Miliki Kubah Terbesar di Dunia

Masjid Raya Al A’zhom termasuk salah satu masjid kebanggan bagi warga Kota Tangerang. Desain yang unik karena memiliki lima kubah besar menjadi ciri khas dari masjid ini. Kemegahan dan keunikannya juga menjadikan masjid ini termasuk salah satu landmark di Kota Tangerang.

Bangunan masjid ini berada di atas lahan 2,25 hektare dan luas bangunan hingga 5.775 meter persegi ditambah lahan parkirnya seluas 14.000 meter persegi. Dengan ukuran tersebut, masjid yang bergaya timur tengah ini tergolong sebagai masjid terbesar yang berada di Kota Tangerang. Masjid yang warnanya dominan biru langit tersebut juga mampu menampung jamaah hingga 15.000 orang.

Masjid berkubah besar tersebut mempunyai keunikan karena tak ada tiang penyangganya. Sementara struktur kubah induk yang ada di tengahnya telah ditopang dengan 4 kubah anak yang berbentuk setengah lingkaran berada di bawahnya, jadi cukup kuat untuk menyangga kubah induknya.

Kubah masjid tanpa ada penyangga yang memiliki diameter 63 meter tersebut merupakan kubah terbesar di dunia. Disamping itu 5 kubah itu juga melambangkan banyaknya rukun islam ada 5 maupun sholat 5 waktu.

Sementara di bagian luar masjid ada 4 tiang menara. Simbol ini melambangkan ada empat tiang ilmu, diantaranya bahasa Arab, syariah, filsafat dan sejarah. Tinggi menara masjid ini mencapai 30 meter. Ini juga menyimbolkan sebanyak 30 juz ayat suci Quran. Sementara tinggi kuncup menara tersebut menjulang sampai 6 meter untuk simbol rukun iman ada 6.

Sedangkan di sisi dalam ada 4 kubah anak yang tertulis kaligrafi sangat indah ayat-ayat dari Al Quran yang berada dibagian sisi kubah barat tertulis Surat An Nur pada ayat 35, surah Al Baqarah pada ayat 255, serta surah Al Baqarah pada ayat 284-285. Sementara kubah selatan tertulis Surat At Taubah 105, surah An Nahl 97, surah Ali Imron 112, surah An Nisa 32, serta surah Al An’am pada ayat 132-133.

Selanjutnya untuk kubah timur tertulis Surat Al Bayinah pada ayat 5, serta surah Ar Rum pada ayat 30-33. Adapun kubah utara tertulis Surat Al Anbiya 107, surah Al Fath 29 serta surah Lukman pada ayat 17-18. Susunan ayat-ayat tersebut juga disusun sampai 3 baris sedangkan baris keempat pada masing-masing kubah telah diisi tulisan arab Asmaul Husna.

Dan juga ditulis surah Yusuf. Pada bangunan masjid ini telah dilengkapi oleh 4 buah tower dengan tinggi 55 meter berada dibagian empat sudut bangunan. Symbol ini memiliki makna sebanyak 4 ajaran islam yakni akidah, akhlak, syariah serta ibadah. Sedangkan untuk menampilkan ciri khas dari Kota Tangerang yang selama ini dikenal sebagai Kota Benteng, maka dibuat juga kantilever. Symbol tersebut berada di atas genteng yang berbentuk benteng disertai oleh banyak lubang berada di tengah untuk tempat meriam di sebuah benteng.

Selain itu, arsitek bangunan indah ini ialah Ir Haji Slamet Wirasonjaya, merupakan salah satu Guru Besar pada Jurusan Arsitektur kampus ITB. Kemegahan dan keunikan dari bangunan masjid ini akhirnya berhasil menjadi daya tarik para pengunjung yang berasal dari berbagai daerah. Apalagi sering menjadi lokasi shooting berbagai acara yang bertema religi di televisi.

Disamping itu, para warga Kota Tangerang menjadikan masjid ini sebagai sarana pusat kegiatan keagamaan islam seperti pengajian sejumlah majelis taklim, adanya Kultum setelah shalat fardu, kajian Al Quran, dan Festival Al Azhom serta masih banyak lagi.

Ini Dia Pesona Kubah Masjid Kristal di Malaysia

Ini Dia Pesona Kubah Masjid Kristal di Malaysia

Setiap negara yang ada di dunia memiliki masjid yang dibangun secara megah dengan arsitektur mewah bahkan tak biasa. Jika di Indonesia memiliki Masjid Kubah Emas, di negri jiran Malaysia pun juga memiliki kubah Masjid Kristal yang ada di Terengganu. Disini sangat cocok sebagai destinasi wisata ketika Ramadan tiba.

Sebenarnya fungsi utama sebuah masjid ialah menjadi tempat ibadah bagi umat Muslim. Akan tetapi lebih dari itu, sejumlah masjid di dunia bahkan menjadi daya tarik para turis karena keindahan arsitektur bangunan ataupun keunikan yang dimilikinya. Seperti pada kubah Masjid Kristal yang ada di Malaysia ini.

Masjid Kristal berada di wilayah Taman Tamadun Islam tepat pada Pulau Wan Man, di Terengganu. Sementara Terengganu sendiri ialah sebuah negara bagian Malaysia yang terletak di bagian timur dari Semenanjung Malaysia yang berbatasan dengan Pahang.

Keberadaan kubah Masjid Kristal sendiri sudah berdiri dari tahun 2008 silam. Luas yang mencapai ukuran 2.146 meter persegi ini mampu menampung hampir 1.000 jamaah lebih. Anda bisa lihat keistimewan serta daya tarik dari masjid ini yang terletak pada bangunan kubah kristalnya.

Pada bangunan masjid Kristal memiliki 1 kubah besar serta lebih dari lima kubah kecil yang telah mengelilingi kubah besarnya, ditambah empat menaranya. Kubah-kubah ataupun menara tersebut dibuat dari bahan kaca dan baja. Jika dilihat dari luar, maka kubah-kubah tersebut akan terlihat seperti bongkahan kristal sangat besar bila memantulkan cahaya matahari.

Apa lagi ketika malam hari, maka kubah-kubah Masjid Kristal ini akan bermandikan cahaya lampu yang berasal dari sekelilingnta. Hal ini semakin membuat bangunan kubah seperti kristal sungguhan nan berkilauan. Sangat Cantik sekali jika dilihat dari dekat ataupun jauh sekalipun.

Itulah yang menjadikan masjid ini disebut dengan Masjid Kristal. Konon pembangunan pada Masjid Kristal ini telah menghabiskan biaya hingga USD 80 juta ataupun kira-kira Rp 600 miliar.

Kubah Masjid Kristal ternyata menjadi masjid pintar yang pertama di Negara Malaysia yang telah dilengkapi oleh akses IT maupun WiFi didalamnya. Turis yang berkunjung pun dapat membaca Al Quran elektronik pada gadget mereka.

Sedangkan waktu paling tepat jika anda ingin berkunjung ke kubah Masjid Kristal ini ialah ketika sore hari. Karena suasana senja yang ada di sekitar masjid begitu elok dipandang. Ketika malam telah tiba, maka kubah-kubah masjid bermandikan cahaya lampu bisa anda abadikan menggunakan kamera milik Anda.

Ketika sudah terlalu marak bangunan emas yang telah dibangun, bangunan masjid ini memberikan sesuatu yang beda. Kubah Masjid Kristal yang ada di Malaysia ini menjadi bangunan megah yang dibuat dari bahan besi, kaca dengan kristal.

Bangunan ini juga termasuk salah satu destinasi wisata yang beda dapat dikunjungi ketika sedang melancong ke luag Negeri yakni di negri Jiran Malaysia. Masjid Kristal yang berada di Kuala Terengganu, Malaysia tersebut berdiri megah serta beda dengan yang lain karena bahan bangunannnya adalah kristal.

Arsitek bangunannya terbilang sangat unik. Alih-alih cuma mempunyai satu kubah besar, tapi masjid ini memiliki satu kubah kecil dengan dikelilingi oleh kubah-kubah yang lebih kecil lainnya. Semua itu disempurnakan oleh adanya 4 menara tinggi yang berada di ujung-ujungnya.

Kubah masjid Kristal ini tidak berwarna, dan tidak berhiaskan kaligrafi ataupun guratan seni yang begitu indah. Melainkan hanya dibalut oleh kaca berwarna abu-abu. Dan kilau mentari maupun awan sering dipantulkan, menjadikan kubah masjid ini menjadi objek foto begitu banyak pelancong.

Keindahan 7 Kubah Masjid Agung Jember

Keindahan 7 Kubah Masjid Agung Jember

Masjid Jami yang bernama Al Baitul Amien ini termasuk masjid tua yang merupakan warisan para leluhur di masa pemerintahan kolonial Belanda yang masih kokoh berdiri pada jantung Kota Jember, provinsi Jawa Timur. Keunikannya bukan hanya berhenti disini saja. Arsitektur masjid ini sangat berbeda dari kebanyakan masjid yang ada ciri khas paling mencolok ialah bagian bangunan kubahnya.

Keunikan yang terdapat pada kubah telah mendominasi artistik pemandangan bangunan masjid secara keseluruhan. Dalam setiap pintu masuk, ada tiang penyanggah bagian luar kubah yang dirancang lepas hingga ke tanah. Jika dilihat dari kejauhan, maka tiang-tiang ini akan membentuk jalan menuju ke pintu masjid.

Berdasarkan keterangan dari remaja masjid setempat, ada ketujuh kubah disini yang dirancang berdasarkan simbol sekaligus pada kedekatan antarkubahnya. Apalagi, tiga di antaranya yang saling berdempetan. Jadi pada bagian ini telah tersimpan simbol kemapanan dari umat Islam yang senantiasa harus mempererat tali silaturahmi dengan sesama.

Tak tanggung-tanggung sebanyak tujuh kubah yang berukuran besar dibangun dengan posisi yang bertumpuk satu dengan lainnya. Disamping itu, ketujuh kubah sangat besar ini juga berfungsi menjadi atap. Bagian kubah induknya menjadi ruang utama, sedangkan empat kubah lainnya yang ada di sisi kanan maupun kiri kubah utama ini berfungsi menjadi ruang tambahan. Selanjutnya kubah keenam maupun ketujuh yang ada di belakang bangunan kubah induk ini digunakan untuk tempat berwudhu. Angka tujuh mempunyai makna filosofis yang tengah menggambarkan tentang penciptaan alam semesta maupun dengan jumlah tingkatan langit serta bumi.

Memasuki di dalam kubah utama, mata akan langsung tertuju dengan bentuk plafon yang sengaja dibangun sangat megah. Plafon yang ditopang oleh pilar yang jumlahnya 17 ini melambangkan jumlah rakaat shalat serta tanggal turunnya kitab suci Al Quran di tanggal 17 Ramadan. Dinding yang dihiasi oleh tulisan kaligrafi juga berisi perintah untuk mengerjakan rukun Islam.

Desain bangunan yang telah menghabiskan uang hingga 1 Milyar tersebut mampu mendobrak seni arsitektur agama Islam Indonesia yang lebih cenderung bermain pada relief, ukiran maupun bentuk kubah bulatnya. Secara keseluruhan bangunan ini nyaris menonjolkan kubah yang telah memayungi semua bagian dindingnya. Apalagi jika dilihat sekilas terlihat seperti tidak berdinding. Jadi, muncul gaya khas bangunan dengan sejuta simbol yang nantinya mengarah di bagian atap masjid ini.

Menonjolkan Simbol Islami

Sedikit mengejutkan, ternyata bagunan Masjid Al-Baitul Amin ini merupakan ide cerdas dari K. Yayin Kesen. Dia termasuk salah seorang arsitektur yang berasal dari Universitas California. Nampaknya sang arsitek mau melakukan hijrah pada ornamen bergaya ukiran hingga menjadi garis-garis yang hampir semuanya menghiasi tiang di bagian interior masjid ini.

Masih membahas bagian interior bangunan, simbol Islami telah tersebar di tiang-tiang yang telah menopang kubah masjid ini. Setiap tiang yang dilapisi oleh kayu jati dengan membentuk garis tegas, membuat tiang terlihat berdiri sangat kokoh. Kekokohan tersebut, melambangkan kokohnya ikatan umat Islam dalam memperjuangkan agama Allah.

Jika mengamati perbedaan khas ukiran yang menjadi garis-garis tegas, pastinya akan mengundang pertanyaan begitu banyak orang. Sangat beralasan, sesudah diketahui jika garis-garis lurus tegas tersebut menyimbolkan kelurusan iman dengan niat para jamaah. Kondisi itupun terasa setiap waktu shalat tiba, banyak jamaah yang berdatangan. Ditambah letak strategis masjid yang berada di jantung kota, yang mempermudah masyarakat sekitar yang kebetulan sedang refresing untuk melaksanakan shalat lima waktu. Semakin banyaknya jamaah yang berkunjung untuk melaksanakan ibadah, mampu memacu remas untuk menggelar ta’lim dan bekerjasama dengan pesantren-pesantren yang ada disekitar kota Jember.

Pesona Kubah Masjid Agung Madani Rokan Hulu

Pesona Kubah Masjid Agung Madani Rokan Hulu

Lokasi masjid agung Madani Islamic Centre tepat berada di sebuah desa yakni Pematang Berangan, Kec. Rambah, Kab. Rokan Hulu, Prov. Riau. Masjid ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi warga Riau, melainkan masjid ini juga menjadi objek wisata relegius di kota pasir pangaraian sampai sekarang ini. Wisatawan yang berkunjung ke sini bukan hanya wisatawan lokal saja tetapi juga wisatawan mancanegara. Masjid ini dibangung di atas lahan selebar 22 Ha. Dengan luas Bangunan Masjid yang mencapai 15.800 yang mampu menampung 15.000 sampai 20.000 jamaah.

Desain Masjid Agung Madani Rokan Hulu.

Masjid Agung Madani di desain seperti desain pada Masjid Nabawi yang ada di Madinah. Sehingga bangunan yang ada di Masjid ini mengandung lambang dan simbol agama islam. Masjid Agung Madani dihiasi dengan beberapa kaligrafi dan lampu gantung yang memiliki berat 2 ton. Dibuat dari bahan Pelat Kuningan yang diimport dari Italia, dengan batu hias dari Batu Oksi berasal dari Jawa Timur. Bukan hanya itu saja, hiasan batu Akik dari provinsi Kalimantan dan Negara Turki, hiasan batu Cris Topas berasal dari provinsi Jawa Barat. Hiasan Batu Kalimaya berasal dari Banten, dengan kaca lampunya berbentuk Gold Spectrum diimport dari Negara Amerika.

Bagian tengahnya merupakan perisai muslim, sedangkan bagian pinggirnya ada rantai yang menjadi simbol persatuan umat Islam. Adanya 8 bilah pedang milik sabilillah Khaidir Ali, disertai oleh 16 busur panah milik Syaidina Ali ibnu Abi Tholib ditambahkan lagi 8 tombak milik Abu Bakar Assiddiq. Bunga Kusuma yang merupakan lambang kejayaan Islam dikelilingi oleh kaligrafi surat Al-Fatihah, Al –Kafirun, Annas dan 99 Asmaul Husna.

Desain kubah masjid agung Madani Rokan Hulu

Selanjutnya hal paling menarik disini ialah kubah yang di pasang sebagai penghias bagian atas masjid. Bagian Kubah utama memiliki diameter 25 meter, dengan tinggi 55 meter yang didampingi oleh 4 menara yang memiliki tinggi 66.66 meter. Dan menaranya sendiri memiliki tinggi mencapai 99 meter. Jumlah kubah yang dipasang disini ialah 5 buah kubah. Dengan kubah utamanya satu, dan empat yang lainnya sebagai pendamping dan berukuran lebih kecil dibanding dengan kubah utamanya.

Jenis kubah yang digunakan oleh bangunan masjid Agung amadani ialah kubah  panel. Jenis kubah ini termasuk kubah alternatif yang sekarang lagi trend. Selain karena bentuknya yang kotak ataupun belah ketupat sebagai penyusun bangunan kubahnya, jenis kubah panel mempunyai paduan motif warna sangat atraktif sehingga menambah nilai estetik kubah itu sendiri.

Tersedia 2 macam bahan dasar dapat digunakan dalam pembuatan kubah Panel ini. Diantaranya ialah plat Zincalume atau disebut dengan galvalum maupun plat baja low carbon merupakan bahan yang dilapisi oleh enamel yang selanjutnya banyak yang menyebutnya dengan Kubah Enamel.

Bahan Zincalume atau Galvalume adalah logam campuran seng dan alumunium ringan namun tahan karat. Sementara enamel sendiri termasuk bahan yang dibuat dari paduan antara kaca (Silica) yang telah dileburkan (to smelt). Bahan ini diatas lempengan besi-baja yang bermutu tinggi di sebuah oven yang bertemperatur tinggi. Selanjutnya mengurai dan menyatu hingga menjadi keras. Keutamaan Kubah yang berlapiskan enamel ialah ketajaman maupun kecerahan warnanya sangat tahan lama dan bisa mencapai hingga 20 tahun. Inilah yang menjadi daya tarik kubah masjid agung madani Rokan Hulu yang bisa diamati dari luar masjid.

Pesona Masjid Kubah Biru Ciater

Pesona Masjid Kubah Biru Ciater

Banyaknya masjid-masjid megah nan indah di Indonesia yang dipengaruhi dengan adanya arsitektur dan interior indah masjid-masjid tersebut. Tidak jarang pula masjid-masjid di Indonesia menggunakan gaya arsitektur Timur Tengah hingga gaya arsitektur Eropa yang sangat indah nan menarik. Munculnya pendapat yang sangat kuat dari dulu hingga sekarang adalah jika masjid tidak berkubah, maka corak keislamiannya berkurang. Oleh sebab itu, hampir semua masjid-masjid di Indonesia telah menggunakan kubah sebagai atap masjid. Kubah-kubah masjid di Indonesia pun sangat beragam unik dan indah yang tidak kalah dengan kubah-kubah di negara lain. Seperti contoh, Indonesia memiliki masjid yang berkubah biru di Ciater.

kubah-biru-ciater

Masjid bernama Masjid Assa’adah ini berlokasi di Lembah Sarimas Ciater Subang. Masjid yang memiliki desain yang indah ini terletak sekitar 200 meter sebelum objek wisata Sari Ater. Masjid Assa’adah ini memiliki arsitektur masjid yang tampak unik dan kokoh. Selian itu, keindahan masjid yang berlantai dua ini juga terletak pada interior dalam masjid yang terlihat luas nan indah, dipadu dengan dindingnya yang didominasi kaca tembus pandang. Apabila berada di dalam masjid kubah biru ini akan terlihat pemandangan luar bagaikan hamparan kebun teh yang luas. Sedangkan jika melihat dari luar, kubah biru masjid ini akan terlihat menyerupai jamur. Kubah biru masjid Assa’adah yang beraksitektur menyerupai jamur ini melambangkan makna mengayomi.

Masjid Assa’adah memiliki kubah besar berwarna biru yang sangat mempesona. Masjid Assa’adah Ciater ini lengkap dengan 3 kubah masjid yang berbentuk bulat dan 5 kubah yang berbentuk lonjong yang membuat Masjid ini terlihat semakin indah dan kokoh. Keindahan lainnya yaitu perpaduan warna dominasi kuning-putih dan warna kubah biru corak kuning yang sempurna ini membuat masjid Ass’adah Ciater semakin selaras dengan kondisi lingkungan yang penuh dengan penghijauan. Kubah masjid Assa’adah Ciater ini dilapisi keramik biru dengan aksen diagonal yang membentuk mozaik indah yang menjadi ikon masjid indah tersebut. Bentuk mozaik kubah melambangkan keserasian, kesetaraan, dan kesatuan dalam pola pandang dan pola pikir lembaga. Kemudian terdapat pula jendela di bagian bawah tubuh kubah yang dimaknai sebagai kesatuan beberapa pemikiran. Makna dari garis- garis biru yang saling bersilang dari bagian atas jendela menuju puncak tersebut melambangkan suatu kesatuan pemikiran yang bermuara di satu titik, yaitu Allah SWT. Kubah dan pucuk menara masjid Assa’adah Ciater yang didominasi dengan warna biru tua dan kuning mengandung arti bersemangat untuk maju, cerdas, kerja sama, serta mempunyai toleransi tinggi ke arah yang lebih baik. Tidak hanya kubah yang indah, masjid ini pun mempunyai keunikan pada bentuk lancip empat pucuk menara. Pewarnaan serta bentuk menara dan kubah ini sedikit dipengaruhi oleh bentuk masjid bersejarah di Rusia, yaitu Masjid Kul Sharif.

Masjid ini tidak pernah sepi dari pengunjung pada sore, malam, bahkan hingga dini hari. Keelokan serta kemegahan masjid berkubah biru ini tampak jelas dari kejauhan karena letaknya yang tinggi di antara pegunungan. Selain keindahan arsitektur masjid Assa’adah, disekitar masjid ini terdapat hamparan kebun teh yang seolah memadukan urusan ukhrawi dan duniawi. Suasana keteduhan hati seusai beribadah di masjid indah ini akan langsung dilengkapi dengan keindahan ciptaan Illahi yang dapat memberikan kesan istimewa tersendiri.

Kubah Masjid Agung Jawa Tengah

Kubah Masjid Agung Jawa Tengah

Siapa yang tidak mengetahui atau tidak mengenal kubah? Di Indonesia masyarakat yang mayoritas beragama islam, pasti sudah sangat akrab dengan bentuk bangunan satu ini yang selalu ada hampir di setiap masjid bahkan musholla. Hampir semua masjid dan musholla di Indonesia selalu dihiasi dengan atap yang berbentuk kubah. Dengan adanya masjid dan musholla yang semuanya hampir memiliki kubah, kemudian ada wacana yang mengatakan bahwa masjid belum bisa dikatakan islami jika diatasnya belum memiliki atap berupa kubah masjid.

Masjid-Agung-Jawa-Tengah

Terkesan indah nan megah, pesona demikianlah yang terpancar dari sebuah bangunan masjid yang mempunyai kubah. Kubah merupakan salah satu komponen arsitektur masjid, namun sejatinya kubah tidak hanya sekedar untuk menampilkan sisi keindahan dan kemegahan semata. Lebih dari itu, kubah juga memiliki fungsi utama sebagai penanda arah kiblat dari bagian luar serta untuk menerangi bagian interior masjid. Secara umum, sudah terdapat bentuk-bentuk kubah yang beraneka ragam, seperti kubah berbentuk separuh bola, kubah berbentuk seperti kerucut yang memiliki permukaan melengkung keluar, serta dikenal juga ada kubah piring yang memiliki puncak yang rendah dan dasar yang besar. Tidak hanya itu, terdapat juga kubah bawang karena bentuk kubah masjid terbut hampir menyerupai bentuk bawang. Pada umumnya kubah masjid diletakkan pada tempat tertinggi di atas bangunan dan berfungsi sebagai atap. Namun ada juga yang menempatkan kubah masjid di atas rangka bangunan petak dengan menggunakan singgah kubah.

Kehadiran kubah masjid pada masjid-masjid di Indonesia masih terbilang sangat baru. Menurut sejarah, atap kubah masjid hadir di Indonesia dimulai sekitar akhir abad ke-19 M. Hal tersebut menunjukkan bahwa selama lima abad lamanya, masjid-masjid di Indonesia tidak menggunakan menggunakan atap kubah masjid. Bahkan di Jawa saja atap kubah masjid baru muncul sekitar pada pertengahan abad ke-20 M. Berbicara mengenai masjid berkubah di Jawa, pernahkah Anda mengunjungi kota Semarang yang terletak di Jawa Tengah tersebut? Di daerah Semarang yang merupakan ibu kota Jawa Tengah ini, terdapat sebuah masjid megah dan terbesar di Kota Semarang. Penasaran seperti apa masjid dan kubahnya tersebut? Berikut pemaparannya.

Masjid Agung Jawa Tengah terletak di jalan Gajah Raya, Semarang Kota. Masjid Agung yang dibangun pada tahun 2001 ini sangat megah dan luas. Luas lahan untuk Masjid Agung tersebut mencapai 10 hektar serta luas bangunan induk untuk shalat mencapai 7.669 meter persegi. Masjid Agung tersebut bargaya arsitektur yang merupakan perpaduan antara Jawa, Jawa Tengah, dan Yunani yang telah diresmikan pada tahun 2006. Secara arsitektur, Masjid Agung Jawa Tengah tesebut memiliki keunikan yaitu dengan memadukan arsitektur Timur Tengah dan Roma, namun tidak melupakan ciri khas bangunan Jawanya. Gaya Timur Tengah ini dapat Anda temukan dari kubah masjid dan empat menara yang ada. Gaya bangunan Jawa mewakili dalam desain tanjung pada bawah kubah utama. Untuk pengaruh Yunaninya, akan jelas terlihat pada 25 pilar yang terletak di plaza utama. Pilar-pilar yang berwarna ungu tersebut dipadukan dengan kaligrafi yang akan menyerupai bangunan Coloseum di Roma. Masjid megah ini juga dilengkapi dengan 6 payung hidrolik raksasa yang dapat membuka dan menutup secara otomatis. Gaya payung raksasa ini mengadopsi dari arsitektur Masjid Nabawi di Madinah.

Masjid Agung Jawa Tengah ini memiliki atap limasan yang mencerminkan gaya arsitektur khas Jawa. Pada bagian ujungnya terdapat kubah masjid yang berdiameter 20 meter dengan dikelilingi 4 menara masing masing menara tersebut setinggi sekitar 62 meter disetiap penjuru atapnya yang merupakan ciri khas bentuk bangunan masjid Agung ini.  Selain terdapat kubah masjid yang di kelilingi 4 buah menara, bangunan lain yang keunikan masjid terbesar di Semarang ini adalah adanya sebuah menara yang berbentuk kubus pada bagian dasarnya. Kemudian pada bagian atas berbentuk lingkaran yang mengerucut pada bagian atasnya. Sedangkan sisi sebelah selatan masjid terdapat  menara 99, disebut menara 99 karena menara ini memiliki tinggi 99 meter yang dimaksudkan untuk representasi Asma Al-Husan (99 sifat atau nama Tuhan). Di lantai 1 menara ini difungsikan sebagai stasiun Radio DAIS Masjid Angung Jawa Tengah, untuk lantai 2 merupakan Museum Perkembangan Islam di Jawa Tengah, dan untuk lantai 19 yang merupakan lantai paling atas merupakan gardu pandang yang dapat Anda kunjungi untuk melihat keindahan kota Semarang yang berpantai di sebelah utara dan berbukit di sebelah selatan. Selain itu fungsi menara juga biasa digunakan untuk melakukan Rukyat Hilal yaiut untuk melihat bulan baru sebagai pertanda telah masuknya bulan Ramadhan untuk Hari Raya Idul Fitri. Sedangkan untuk lantai di bawahnya berfungsi sebagai rumah makan berputar.

Selain itu, di area Masjid Agung Jawa Tengah ini juga terdapat berbagai macam fasilitas seperti perpustakaan, museum kebudayaan islam, auditorium, ruang akad nikah, penginapan, pemandu wisata, cafe muslim, kios-kios cenderamata, buah-buahan, dan lain-lainya. Terdapat pula berbagai macam hiburan seperti air mancur, tempat bermain anak-anak, serta kereta kelinci yang dapat mengantarkan pengunjung berputar mengelilingi kompleks Masjid Agung Jawa Tengah yang megah ini.