Masjid Qiblatain, Jejak Turunnya Wahyu Pergantian Arah Kiblat

Masjid Qiblatain, Jejak Turunnya Wahyu Pergantian Arah Kiblat

Qiblatain sendiri artinya dua kiblat, Masjid Qiblatain ini sebelumnya punya nama yaitu Masjid Bani Salamah. Masjid yang dibangun diatas tanah Bani Salamah ini berlokasi di pinggir jalan kearah kampus Universitas Madinah. Masjid ini juga dekat dengan istana raja arah menuju Wadi Aqiqa atau di utara Harrah Wabrah pada sebuah bukit kecil di Madinah.

Masjid Qiblatain

Awal kiblat umat Islam adalah Baitul Maqdis atau Masjidil Aqsha di Palestina. Kemudian saat di Madinah Nabi Muhammad SAW sedang lekasanakan sholat, tiba-tiba mendapatkan wahyu untuk menggganti arah kiblat umat Islam ke arah kabah di Mekah sebagaimana tercantum dalam Surat Al Baqoroh ayat 144 di dalam Al Quran.

ruang sholat

Pemugaran Masjid Qiblatain dilakukan beberapa kali agar bisa menampung jamaah yang lebih banyak. Raja Fahd ketika menjadi Raja Arab Saudi melakukan perluasan, pembangunan konstruksi yang lebih kuat dan melakukan renovasi Masjid Qiblatain tanpa menghilangkan ciri khas masjid tersebut di tahun 1987. Ciri khas masjid tersebut memiliki dua mihrab yang direnovasi sehingga mihrab yang mengarah kiblat ke Masjidil haram menjadi lebih dominan. Gaya geometri ortogonal kaku dan simetri yang diaplikasikan pada arsitektur mihrab Masjid Qiblatain. Tampak pada menara kembar dengan kubah yang kembar juga.

mihrab masjid qiblatain

Arah kiblat yang benar atau kiblat sekarang bisa diketahui dengan keberadaan kubah utama. Kubah kedua adalah sebagai jejak arah kiblat pertama sebelum turunnya wahyu untuk mengganti arah kiblat. Sebelum dipugar oleh Raja Fahd, Masjid Qiblatain dulu pada 893 H atau 1543 M pernah dipugar oleh Sultan Sulaiman terlihat pada replika mihrab tua seperti di masjid kubah batu di Palestina.

Masjid Qiblatain malam

Selain untuk beribadah, Masjid Qiblatain menjadi salahsatu tujuan wisata bersejarah yang banyak di kunjungi oleh jamaah Haji dan Umrah diseluruh penjuru dunia. Masjid ini mampu menampung 4000 jamaah dengan luas masjid sekarang 3.920 meter persegi. Masjid ini memiliki dua lantai. Lantai utama atas digunakan sholat untuk jamaah laki-laki, kemudian jamaah perempuan berada dibalkon. Ada juga ruang yang berfungsi untuk menghafal Al Quran. Tempat wudhu berada dibawah dengan kapasitas 80 untuk jamaah laki-laki, 30 untuk jamaah perempuan.

Masjid Dengan Dua Arah Kiblat – Masjid Qiblatain

Masjid Dengan Dua Arah Kiblat – Masjid Qiblatain

Masjid yang terletak di Quba tepatnya di jalan Al Walid di atas sebuah bukit kecil sebelah uatara Harrah Wabrah Madinah ini sangat terkenal. Pada awalnya dikenal dengan nama masjid Bani Salamah karena masjid ini dibangun diatas bekas rumah Bani Salamah yang kira-kira 7 kilometer jika dihitung dari jarak masjid Nbawi di Madinah.

masjid Qiblatain

Bentuk bangunan masjid yang berbeda dengan masjid lainnya ini sesuai dengan namanya, yaitu masjid ini memiliki 2 arah kiblat yang menjadi saksi perpindahan arah kiblat kaum Muslim. Sejasrahnya yaiitu dahulu sebelum arah kiblat ditentukan menghadap ke ka’bah, masjid Qiblatain ini menghadap ke Baitul Maqdis di yerussalem. Namun setelah mendapatkan wahyu Allah ketika Rasulullah melaksanakan shalat bersama sahabat yang menghadap kea rah masjidil Aqsha pada waktu dhuhur.

Peristiwa tersebut terjadi pada tahun ke-2 Hijriyah di hari Senin bulan Rajab. Pada saat shalat, turun lah wahyu surat Al-Baqarah ayat 144 tentang arah kiblat untuk menghadap ke arah Masjidil Haram. Saat itu juga Rasulullah langsung memutar arah shalat dari Baitul Maqdis ke Ka’bah.

Selain itu terdapat juga dua tempat imam shalat. Satu untuk imam shalat yang menghadap ke Baitul Maqdis dan satunya lagi tempat imam shalat yang menghadap ke Ka’bah. Namun saat ini tempat imam di bagian yang menghadap ke Baitul Maqdis sudah tidak dipakai. Ruangan mihrab masjid ini memiliki konsep orthogonal lalu dengan simetri adanya kubah kembar dan juga menara kembarnya. Kubah utamanyaa saat ini menunjukan arah kiblat yang sekarang menghadap ke Ka’bah sedangkan kubah satunya digunakan hanya untuk mengingat sadanya sebuah sejarah tentang masjid ini. Tempat mihrabnya berupa pasir dan tidak ada sajadah sedangkan tempat imam satunya terdapat sajadah dengan mimbar yang kusus. Karena itulah masjid ini dinamakan Masjid Qiblatain.

Masjid Qiblatain telah beberapa kali mengalami pemugaran. Pemerintah kerajaan Arab Saudi         di bawah Raja Fahd melakukan perluasan, renovasi dan pembangunan kontruksi baru tanpa menghilangkan cirri khas masjid tersebut di tahun 1987. Selain itu, pada sebelumnya Sultan Sulaiman telah memguarnya juga di tahun 893 Hijriyah  atau 1543 Masehi.

Masjid Qiblatain juga memiliki bentuk yang cukup megah dan hampir sama dengan masjid lainnya. Salah satunya adalah adanya tempat shalat khusus wanita yang telah disediakan yang letaknya terpisah dengan jamaah laki-laki yang jaraknya cukup jauh. Khususnya bagi wanita ketika ingin menunaikan shalat di masjid ini harus berjalan berputar disebelah kiri masjid. Tempat shalat yang disediakan untuk jamaah wanita ini memiliki ukuran 150 meter persegi. Namun jika ingin langsung menunaikan shalat dan langsung menuju ruangan shalat, maka dapat menaiki escalator yang sangat tinggi. Lalu ada rak yang disediakan untuk menaruh alas kaki para jamaah.

masid qiblatin interior

Bentuk kubah masjid Qiblatain ini sama halnya dengan bentuk kubah masjid lainnya terutama di Indonesia. Bahannya terbuat dari beton sehingga sangat kuat dan kokoh dan tidak diragukan lagi tentang ketahanannya. Warna kubah ini adalah putih menyesuaikan warna masjid dibawahnya yang mencerminkan kemegahan dan kesederhanaan dari bangunan masjid Qiblatain ini. Bahkan kubah ini telah bertahan hingga puluhan tahun. Selain itu, biaya untuk perawatannya juga sangat terjangkau.

Saat ini Masjid Qiblatain menjadi tempat perhentian bagi umat Muslim yang berkunjung ke Madinah salah satu alasannya adalah ingin melihat arah kiblat di masjid itu.

Masjid Qiblatain Masjid Dengan 2 Kiblat

Masjid Qiblatain Masjid Dengan 2 Kiblat

Bentuk bangunan masjid qiblatain yang ada di Madinah memang berbeda dengan masjid lain yang ada di dunia. Pasalnya masjid ini memiliki 2 tempat imam yang kiblatnya berlawanan. Letak masjid Qiblatain sendiri berada di jln. Al Walid. Tepatnya di barat laut Madinah serta masjid nabawi. Disebut dengan Qiblatain karena dalam masjid ini telah menentukan arah qiblat di Ka’bah masjidil Haram.

Masjid Qiblatain Masjid Dengan 2 Kiblat 1

Apabila anda melihat tempat imam didalam masjid ini, akan anda temukan tempat dimana imam untuk berdoa. Sementara untuk tempat imam dulunya ialah kiblat yang menghadap kea rah baitul maqdis yang masih berupa pasir serta tidak ada sajadahnya. Sementara untuk tempat shalat imam yang sekarang terdapat mimbar secara khusus sekaligus lengkap dengan doanya.

Sekarang ini memang masjd qiblatain termasuk perhentian bagi umat islam yang berkunjung ke Madinah. Salah satu tujuannya ialah ingin melihat arah kiblat di masjid ini.

Letak bangunan masjid qiblatain ini berada di sebuah bukit kecil yang ada di Quba tepatnya dibagian utara Harrah Wabrah kota Madinah. Awal mulanya masjid ini adalah bangunan masjid bekas rumah seseorang bernama Baha Salamah. Sehingga masjid ini mulanya disebut dengan masjid Bani Salamah. Lokasi masjid ini kira kira 7 kilometer jika dihitung dari jarak masjid Nabawi yang ada di Madinah.

Ruangan mihrab masjid qiblatain ini telah mengadopsi konsep orthogonal kaku serta simetri yang bisa anda amati dari adanya kubah kembar dan juga menara kembarnya. Untuk kubah utamanya menunjukan arah kiblat sekarang ini, sementara kubah keduanya telah mengarah kiblat yang dahulu digunakan. Adanya kubah palsu atau kubah yang kedua hanya digunakan untuk pengingat sejarah masalah kiblat saja.

Dulu masjid ini juga sempat mempunyai 2 arah mihrab yang terlihat menonjol. Satunya mengarah ke kiblat masjidil Haram sedangkan yang kedua mengarah ke masjidil Aqsha. Akan tetapi masjid ini kemudian telah direnovasi dan hanya focus pada satu kiblat saja yakni ka’bah mekah serta meminimalisir mihrab dengan arah kiblat ke Yerusalem.

Bentuk masjid ini juga cukup megah dan hampir sama dengan masjid pada umumnya yang ada di Arab Saudi. Salah satunya terlihat pada tempat shalat bagi wanita yang letaknya terpisah oleh jamaah laki laki dengan jarak yang sangat jauh. Jadi, bagi para jamaah wanita yang mau masuk ruangan shalat khusus wanita, harus berjalan berputar di sebelah kiri masjid.

Tempat shalat untuk para jamaah wanita hanya berukuran 150 meter persegi serta lebih tertutup rapat. Jika anda ingin langsung menuju keruangan shalat, bisa menaiki eskalator, yang sangat tinggi. Sementara didepan eskalator tepat juga ada rak sebagai tempat menaruh alas kaki para jamaah.

Jika anda mengamati bentuk kubahnya, jenis kubah yang seperti ini juga banyak ditemukan di masjid masjid Indonesia. Kubah yang kokoh ini dibuat dari beton sehingga ketahanannya tidak diragukan lagi. Kubah ini juga mampu bertahan hingga berpuluh puluh tahun. Untuk biaya perawatannya juga sangat terjangkau, jadi, anda juga bisa menghemat biaya perawatan kubah setiap tahunnya.

Jika di Indonesia jenis kubah ini juga bisa diberi warna sesuai dengan warna masjid yang ada dibawahnya. Jika kubah dimasjid qiblatain berwarna putih, ini karena menyesuaikan warna masjid yang ada dibawahnya. Warna kubah kembar dengan menara kembarnya juga sama yakni berwarna putih yang mencerminkan kemegahan dan kesederhanaan bangunan masjid ini.