Masjid Al Saleh di Yaman

Masjid Al Saleh di Yaman

Masjid Al Saleh adalah masjid modern di Sana’a yang merupakan masjid terbesar di Yaman. Lokasi Masjid terletak di pinggiran selatan kota, selatan Rumah Sakit Ibu Al Sabeen. Masjid Al Saleh diresmikan pada November 2008 oleh mendiang Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh. Area Masjid seluas 27.300 meter persegi, memiliki aula tengah 13.596 meter persegi dengan daya tampung 44.000. Dana pembangunan bangunan menghabiskan US $ 60 juta. Masjid Al Saleh terbuka juga untuk non-Muslim, masjid ini sering dikunjungi oleh wisatawan, dan mempromosikan Islam moderat. Untuk keamanan masjid disiapkan polisi dan anjing pelacak bom. Setelah perpecahan Houthi vs Saleh pada awal Desember yang berakhir dengan kematian mantan presiden Ali Abdullah Saleh, maka pihak berwenang yang dipimpin Houthi memutuskan untuk mengubah nama masjid menjadi “Masjid Rakyat”.

Sejarah

Saleh dikritik pada 2008 karena melakukan proyek besar ketika negara itu menderita masalah sosial-ekonomi. Beberapa kecelakaan terjadi selama pembangunannya. Menara-menara runtuh beberapa kali, mengakibatkan beberapa kematian. Setelah kejadian ini, situs itu digunakan untuk membangun perguruan tinggi Islam dan taman di sebelah masjid. Disebutkan pula bahwa Hayel Said, seorang pengusaha setempat, diancam akan mendapat pembalasan dan pembatalan izin usahanya jika dia tidak membayar untuk pembangunan masjid.

Masjid adalah tempat pertempuran selama konflik antara pasukan Houthi dan pro-Saleh pada bulan Desember 2017. Pada saat itu, rumor beredar di Sana’a bahwa Houthi berniat mengecat ulang kubah hijau masjid.

Arsitektur

Sumber : foto.tempo.co

Masjid ini dibangun menggunakan berbagai jenis batu, termasuk batu basal hitam serta batu kapur berwarna merah, putih dan hitam. Masjid Al Saleh sebanding dengan keindahan dan keanggunan arsitektur Masjid al-Haram, di Mekah. Masjid Al Saleh dibangun dengan mengkombinasikan “arsitektur Yaman dan gaya Islam”, dengan banyak ayat-ayat Al-Quran tertulis di dinding.

Sumber : pinterest.com

Bangunan ini memiliki atap kayu dan tujuh kubah hiasan. Ada lima kubah di atap utama, kubah utama dengan diameter 27,4 meter dengan ketinggian 39,6 meter di atas atap masjid. Empat kubah lainnya berukuran 15,6 meter dengan ketinggian 20,35 meter di atas tingkat atap masjid. Jendela yang dilengkapi dengan kaca patri secara lokal disebut qamariyah. Dari lima belas pintu kayu, sepuluh di antaranya terletak di sisi timur dan barat, dan lima terbuka ke selatan menuju arah perguruan tinggi Islam dan wilayah wudhu. Tinggi pintu 22,86 meter dan memiliki pola tembaga berukir. Empat dari enam menara tingginya 160 meter.

Sumber : islamic-arts.org

Ruang interior 24 meter dari lantai ke langit-langit. Sementara karpet mewah berisi pola-pola rumit, chandelier besar memiliki pola warna-warni seperti bunga. Bangunan bertingkat tiga yang meliputi Universitas Quran, juga berisi perpustakaan dan lebih dari dua lusin ruang kelas memilkiki daya tampung 600 siswa. Tiga kamar besar khusus untuk wanita dan sebuah aula kecil dapat menampung 2.000 wanita.

Sumber : amust.com.au

Masjid ini memiliki AC sentral modern dan sistem suara, serta pengaturan keamanan penuh, termasuk anjing yang mengendus adanya bom. Bangunan tetap menyala sepanjang malam karena memilki Thorn Lighting International, yang di distribusikan oleh Al Zaghir, yaitu seorang kontraktor penerangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *