Masjid Shaat Gombuj – Masjid Tertua di Bangladesh

Masjid Shaat Gombuj – Masjid Tertua di Bangladesh

Masjid yang memiliki nama unik ini ternyata juga memiliki sejarah yang unik. Dari namanya “Shaat Gombuj” memiliki arti “60 Kubah”, namun kubah yang dimiliki masjid ini totalnya berjumlah 81 buah. Yang berjumlah 60 adalah pilarnya, atau tiang-tiang penyangga didalam masjid. Kemungkinan kesalahan penyebutan tersebut berasal dari zaman dahulu kala, dimana penyebutan “Shaat Amud” atau “60 Pilar” terdengar seperti “Shaat Gombuj” yang berarti “60 Kubah”. Namun kesalahan pemahaman dan penyebutan tersebut sepertinya sudah lumrah, apalagi nama masjid ini tidak dirubah sampai saat ini.

masjid shaat gombuj.

“Masjid Shaat Gombuj”, atau juga dikenal dengan “The Sixty Dome Mosque”, atau dalam bahasa Bangladeshnya “Shaat Gombuj Moshjid”, atau juga lebih dikenal dengan “Shait Gambuj Mosque”, kemudian “Saith Gunbad”, serta “81 Dome’s Mosque”, merupakan masjid tertua didaerah Bagerhat, Bangladesh. Masjid dengan sebutan nama yang sangat banyak tersebut juga telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya Dunia, yang ditetapkan UNESCO pada tahun 1985.

Masjid ini sampai sekarang juga merupakan masjid terbesar di Bangladesh, dengan nilai sejarah yang tinggi karena pembangunan masjid ini dilakukan pada masa-masa negara Bangladesh masih berbentuk kesultanan. Karena ke-eksotisan zaman dahulu yang dimilikinya, masjid ini sekaligus menjadi Monumental Islam yang paling menarik di seluruh Federasi Rebuplik India.

Masjid Shaat Gombuj terletak di Bagerhat-Khulna Rd, Bagerhat, Bangladesh. Tepatnya didaerah Khulna, sekitar 3 Mill dari pusat kota. Sedangkan bagerhat sendiri berjarak kurang lebih 200 Mill dari ibukota negara bangladesh.

Ukuran total bangunan masjid Shaat Gombuj memiliki panjang 16 kaki, lebar 108 kaki, sehingga total keseluruhan luas masjid mencapai lebih dari 17 ribu kaki persegi.

masjid shaat gombuj

Masjid ini pertama kali dibangun sekitar abad ke-15 masehi dengan desain yang dibuat oleh Arsitek Jahan Ali dengan mengadopsi gaya Tughlaq. Ceritanya berawal dari abad ke-15 dimana saat itu kaum muslimin mulai membabat hutan mangrove untuk dijadikan tempat pemukiman. Tepatnya di daerah Sundarbans, didekat pantai Bagerhat, dan dipimpin oleh Khan Jahan Ali, salah satu tokoh muslim terkenal pada masa itu.

Beliau adalah tokoh utama yang ada di kota Bagerhat, pada masa pemerintahan Sultan Nasiruddin Mahmud Shah, kemudian beliau mendapatkan julukan sebagai “Khalifalabad”. Pada masa pemerintahannya, Beliau menghiasi kota Bagerhat dengan lusinan bangunan masjid yang megah dan indah (pada masanya). Salah satunya yang diketahui dan dapat bertahan sampai sekarang adalah Masjid Shaat Gombuj ini.

Masjid Shaat Gombuj pada masanya sudah menjadi masjid terbesar dan terunik, karena memiliki ukuran yang sangat luas, serta memiliki 81 kubah yang mengelilingi area utama masjid. Pembangunan masjid Shaat Gombuj dimulai pada tahun 1442, memerlukan waktu 7 tahun untuk menyelesaikan masjid ini. Selain difungsikan sebagai tempat beribadah, masjid ini juga difungsikan sebagai tempat belajar mengajar serta ruang pertemuan bagi kegiatan muslim disana.

interior masjid shaat gombuj

Pembangunan masjid ini juga tergolong unik, karena dibangun dengan tembok yang tipis hampir mirip benteng perang pada masa itu. kemudian hanya berbahan baku batu bata yang  dibuat tirus.  Ditambah dengan 77 kubah yang dibangun dengan ketinggian yang hampir sama, ditmbah 4 kubah dimasing-masing penjuru bangunan yang lebih tinggi daripada kubah yang lain. Jadi, total kubah yang dimiliki masjid ini berjumlah 81 buah.

Dari sini bisa kita ketahui bahwa pengambilan nama masjid ini berasal dari jumlah kubah yang totalnya ada 81 buah. Dua dari  Empat kubah pada penjuru masjid, dulunya digunakan sebagai tempat muadzin untuk mengumandangkan adzan.