Masjid Pusat Glasgow

Masjid Pusat Glasgow

Masjid Pusat Glasgow dibangun pada tahun 1983 dengan biaya £ 3 juta, dan secara resmi dibuka pada tahun 1984 oleh Abdullah Omar Nasseef, Sekretaris Jenderal Liga Dunia Muslim. Masjid terbesar di Skotlandia, dapat menampung sekitar 2.500 jamaah (2000 di bagian utama dan 500 di balkon wanita). Bangunan itu dirancang oleh firma arsitektur Coleman Ballantine yang berbasis di Kilmarnock, kemitraan antara lulusan Universitas Strathclyde John Coleman dan Peter Ballantine.

Detail bangunan yang paling mencolok adalah kubah kaca emas yang mengesankan di bagian atas bangunan, yang memungkinkan cahaya alami masuk ke ruang utama di bawah. Itu bertumpu pada sebuah bangunan yang berhasil menarik banyak ciri arsitektur Islam, sambil menjaga kualitas gaya Skotlandia, terutama dengan penggunaan batu pasir merah yang dapat dilihat di banyak bangunan paling terkenal di Glasgow.

Desain arsitektur kombinasi gaya arsitektur Arab dan Turki, tampak pada halaman masjid sesuai dengan gaya tradisional Arab. Dan halaman masjid ditutupi di salah satu sisinya oleh taman dan di sisi lain oleh fasad panjang jendela melengkung. Pintu masuk utama melengkung dengan pintu kaca berukir desain bunga. Di halaman salah satu fitur yang paling terlihat adalah Menara di mana secara tradisional Muadzin mengumandangkan adzan atau ajakan sholat.

Fitur lain yang lebih terlihat adalah kubah di atas aula doa utama yang memungkinkan cahaya alami masuk ke dalam bangunan. Sedangkan di dalam masjid ada sebuah ceruk yang disebut Mihrab tempat Imam berdiri. Mihrab menghadap ke arah Mekah atau kiblat. Bangunan masjid terpisah dengan menara, dan masjid ini menggabungkan arsitektur Islam dengan bahan Old Red Sandstone yang digunakan untuk membangun banyak bangunan di Glasgow, sehingga bangunan masjid ini dapat menampung 2500 jemaah.

Islamic Center sekarang menjadi Lembaga Pusat untuk komunitas Muslim dan ini adalah pusat komunitas terbesar di Strathclyde. Masjid Pusat Glasgow sendiri merupakan masjid terbesar di Skotlandia. Islamic Center ini menyediakan layanan tidak hanya untuk komunitas muslim saja, tetapi juga melayani kelompok masyarakat non-Muslim dari berbagai usia, dan pendidik dari berbagai lembaga.