Masjid Islamic Center Samarinda, Terbesar Ke 2 Se Asia Tenggara

Masjid Islamic Center Samarinda, Terbesar Ke 2 Se Asia Tenggara

Masjid Islamic Center Samarinda adalah salah satu masjid terbesar ke 2 se Asia tenggara yang ada di Kota Samarinda. Untuk pengunjung yang baru pertama ke Samarinda, pastinya akan sangat mudah menemukan lokasi masjid ini. Dari Jembatan Mahakam hanya berjarak sekitar 2 km menuju ke lokasi masjid. Komplek ICS berada di kelurahan bernama Teluk Lerong Ulu, tepatnya di Kota Samarinda.

Sekeliling bangunan masjid Islamic Center Samarinda juga dibalut dengan bangunan arsitektur yang bermacam-macam konsepnya. Pastinya konsep tersebut kental dengan nuansa ciri khas bangunan di negeri Timur Tengah. Hal tersebut bisa anda lihat dari warna cat yang dilapiskan pada dinding masjid, terlihat seperti pada bangunan masjid-masjid klasik di Timur Tengah yang kebanyakan berwarna cokelat tanah. Sedangkan pohon-pohon kurma yang sudah ditanam di pelataran masjid, semakin menjadikan masjid ini bernuansa timur tengah.

Ditambah latar depan masjid yang berupa pinggiran sungai Mahakam, bangunan masjid ini juga mempunyai menara serta kubah besar sebagai penambah keindahan bangunan masjid ini. Konsep rancangan menara masjid diketahui diilhami dari konsep menara masjid Nabawi. Sedangkan bangunan kubah utamanya diketahui diilhami dari bangunan masjid Haghia Sophia yang ada di Istanbul Turki.

Masjid Islamic center samarinda juga mempunyai bangunan menara utama yang menjulang hingga 99 meter. Bangunan ini berupa bangunan 15 lantai, yang masing-masing lantai memiliki tinggi rata-rata hingga 6 meter. Nominal 99 meter sendiri bisa bermakna banyaknya nama-nama Allah yang berjumlah 99. Sementara hiasan dinding bagian luar menara juga dikelilingi dengan lafadz Asmaul Husna dan dilapis oleh batu granit, yang teknik pembuatannya menggunakan water jet.

Selain ada fasilitas tangga, pada menara utama juga dilengkapi dengan lift yang berkapasitas hingga 10 orang dewasa. Pada lantai paling atas bangunan menara dindingnya bagian dalam dilapisi dengan kaca. Tetapi, udara dalam ruangan ini masih tetap sejuk karena didalamnya sudah dilengkapi dengan alat pendingin ruangan berupa AC.

4 bangunan menara masjid lainnya berada di 4 sudut masjid ini. Masing-masing menara memiliki tinggi 66 meter. Masing-masing makara atau (bagian atas menara) juga memakai material kuningan ketok. Sementara 2 menara lainnya memiliki tinggi yang lebih pendek dibandingkan 5 menara lainnya yang disebut sebagai Menara Kembar Satu & Dua. Walaupun tingginya lebih pendek, namun menara ini tetap indah karena desain dinding luarnya disamping dilapisi dengan cat texture, dilapisi juga dengan Granit Juparana Kuning & Juparana Coklat yang sengaja didatangkan dari luar negeri.

Sementara untuk bangunan plafon kubah utama dari masjid ini berbahan material dari metal perforated & ornamen fyber reinforcement plasctic atau (FRP). Sementara ada lampu yang berlapis kaca patri di bagian tengah kubah paling atas untuk menambah aksesoris kubah bagian dalamnya. Kaca-kaca patri tersebut mengikuti bentuk kubah yang melingkar, fungsinya hanya untuk memaksimalkan pencahayaan ketika siang hari. Di bagian dinding kubah juga dihiasi dengan kaligrafi ayat kursi. Sedangkan plafon gypsum disamping penerangannya memakai downlight, keindahannya juga dihiasi oleh adanya lampu-lampu gantung sehingga menambah kemegahan kubah masjidnya.

Kebanyakan bangunan kubah sekarang ini lebih tahan lama baik untuk kecerahan catnya ataupun bahan konstruksinya. Sehingga pembangunan kubah yang megah dan indah tidak perlu perawatan yang serius karena lebih awet dan tahan lama. Beda dengan desain kubah jaman dulu yang membutuhkan perawatan secara khusus dan pengecatan ulang. Kubah masjid Islamic center samarinda juga menggunakan kubah masjid enamel sehingga tahan lama dan jarang terjadi kerusakan meskipun ada benturan keras seperti adanya gempa.

Keindahan Kubah Tingkat Masjid Raya Natuna Adalah Taj Mahal Nya Indonesia

Keindahan Kubah Tingkat Masjid Raya Natuna Adalah Taj Mahal Nya Indonesia

Masjid raya Natuna termasuk salah satu kebanggaan bagi rakyat Natuna. Hal ini bisa anda lihat dari kemegahannya yang disebut-sebut menjadi masjid terbesar sekaligus termegah di Riau. Bangunan masjid ini didirikan menjadi bagian dari Gerbang Utaraku Kota Ranai. Sebagai pusat pemerintahan sekaligus pusat bisnis di wilayah tersebut. Masjid Agung Natuna didirikan pada tahun 2007 dengan keunikan-keunikan yang dimikinya sebagai taj mahalnya Indonesia.

Satu hal yang menjadikan Masjid Agung Natuna terlihat menarik ialah bangunan kubahnya yang menyerupai bangunan Kubah Taj Mahal yang ada di India. Dilihat dari berbagai sisi memang tampak mirip dengan bangunan Taj Mahal India. Masjid Agung Natuna mempunyai bangunan kubah hingga 20 buah dan disusun pada 3 tingkatan. Pada setiap tingkatan kubah Masjid Raya Natuna mempunyai makna filosofis berbeda-beda. Untuk tingkatan tertinggi ada satu kubah utama paling besar.

Pada kubah utama tersebut juga melambangkan sifat ihsan, yang mana dalam agama Islam sifat ini adalah tingkatan keimanan tertinggi. Untuk tingkatan di bawahnya ada 6 kubah yang ukurannya lebih kecil dibandingkan kubah utamanya. Jumlah 6 kubah tersebut telah melambangkan rukun iman dalam Islam. Di tingkatan paling bawah ada 12 kubah yang telah mengelilingi kubah di atasnya. Itu merupakan lambang hari kelahiran Nabi Agung Muhammad SAW.

Jenis bangunan kubah yang digunakan sangat cocok sekali untuk masjid yang terletak disekitar wilayah pegunungan ini. Kubah enamel yang digunakan tidak menimbulkan adanya kerusakan atau keretakan ketika ada guncangan kuat seperti gempa. Hal ini menjadi pertimbangan khusus untuk bangunan masjid yang menggunakan kubah enamel untuk masjidnya. Selain jarang terjadi kerusakan kubah ini juga terlihat sangat mencolok dan indah sehingga banyak yang memilih kubah ini untuk masjid megah dan indah seperti pada masjid raya Natuna ini.

Bangunan utama masjid juga dikelilingi oleh 4 menara pada setiap sisinya dan mempunyai 6 kubah warna hijau kombinasi kuning terang. Ketinggian kubah mencapai 17 meter yang telah melambangkan jumlah rakaat dalam sholat wajib selama satu hari semalam. Bagian dalam dari kubah juga dihiasi oleh kaligrafi maupun desain yang bermotif bunga.

Bukan hanya bangunannya, letak masjid ini dibangun juga sudah membuatnya terlihat semakin menarik. Masjid tersebut berada tepat pada tengah kepulauan indah. Jika dari belakang masjid, maka Anda akan menyaksikan hamparan pegunungan yang hijau senada terhadap warna kubahnya. Masjid ini juga merupakan simbol kebangkitan agama Islam di Natuna serta kebangkitan awal dalam pembangunan dan pertumbuhan agama Islam.

Ornamen-ornamen yang ada di dalamnya telah mengambil inspirasi dari ayat Al-Quran. Bagian tengah dari masjid ini terlihat diterangi cahaya alami dari kubah berhiaskan kaligrafi maupun bermotif bunga disekelilingnya. Sementara di bagian tepi ruangan masjid akan tampak lebih teduh karena ruangan ini tertutup dengan lantai atas masjid. Adanya perbedaan pencahayaan yang kontras di bagian interior masjid ini mempunyai makna perjalanan ibadah seluruh umat Islam untuk menuju satu titik kebesaran Sang Penciptanya.

Sementara bagian lain yang juga sangat mendominasi visual interior masjid ini ialah mihrabnya. Bangunan mihrab berbentuk geometrika dan ruang lengkung yang berkesan bentuk lancip di pertemuan kedua sisinya. Serta latar belakang yang dibuat dari bahan kayu berbentuk sangat besar. Hal ini membuat mihrab tampak menjadi aksen yang telah sengaja dibuat menjadi sentra visual bagian interior masjid. Masjid raya Natuna juga cocok sekali untuk wisata religi di kepulauan Riau. Masjid Natuna dapat menampung hingga 180 jemaah untuk setiap barisannya.

Keagungan Bangunan Kubah Masjid Agung Kota Lumajang

Keagungan Bangunan Kubah Masjid Agung Kota Lumajang

letak Masjid Agung Lumajang disebut juga dengan Masjid K.H Anas Mahfudz, berada di pusat kota sebelah barat alun – alun kota Lumajang. Bangunan yang dulunya memiliki arsitektur jawa kuno beratap joglo sekarang ini telah dirubah menjadi sebuah bangunan masjid modern yang beratap kubah besar setengah lingkaran.

Pada masa pemerintahan Haji Syamsi Ridwan tahun (1988 – 1993) telah membangun menara tambahan di sisi utara masjid. Sementara pada masa pemerintah Bupati Tamrin Hariadi tahun (1993-1998) telah dilakukan peresmian Masjid Agung Lumajang karena pada masa sebelumnya telah dikenal dengan nama Masjid Jami’. Sesudah itu di tahun 2002 – 2003 juga dilakukan renovasi secara besar- besaran pihak Bupati Fauzi. Renovasi ini dilakukan dengan adanya perubahan tampilan bagian depan masjid serta penambahan 2 menara dengan tinggi 30 meter berada di sebelah selatan bagian masjid.

Konsep arsitektur masjid tersebut berciri khas timur tengah. Dilihat dari bangunan kubah lengkung panjang maupun bentuk kusennya. Adanya kolom yang berderet agak panjang bermodel besar adalah bekas renovasi kedua namun tidak di bongkar yang menjadikan ciri khas bangunan masjid ini lebih indah.

Dibagian kedua sisi masjid juga didirikan menara yang menjadi ikon masjid ini. Hal yang unik pada arsitektur masjid tersebut ialah adanya kubah tumpuk karena bangunan kubah lama tak dibongkar ketika renovasi. Sehingga kubah tersebut langsung di tumpuk diatas kubah lama.

Biasanya kubah masjid yang telah mengutamakan penampilan eklusif cenderung memakai system panel atau kotak – Kotak yang dipasang sebagai penutup kubah. Sementara bahan yang di pakai ialah plat baja yang memiliki ketebalan mulai 0.7 hingga 1 mm disertai warna yang interaktif. Biasanya sebuah perusahaan akan mengunakan Micro System sebagai (proses patent) guna menunjang jaminan dan kualitas ketahanan kubah tersebut. Untuk sistem pemasangan kubah jenis Panel Enamel juga tidak memakai paku drilling.

Kontruksi bangunan kubah memiliki 3 lapis penutup, pada lapisan pertama merupakan kubah panel warna, yang kedua kedap air, dan ketiga ialah sebagai penutup dari bahan Karet Membran, kuat, ringan, dan tahan karat. Ketiga kontruksi tersebut juga saling berkaitan sehingga dijamin tidak akan ada kebocoran. Pada lapisan ketiga plafon motif yang dibuat dari lembaran GRC.

Bagian interior masjid juga mempunyai sirkulasi yang sangat luas serta pembagian saf untuk wanita ada di deretan kiri belakangnya saf laki-laki. Sementara pembagian tempat wudlu untuk wanita ada di sebelah selatan dengan laki-laki ada di sebelah utara jadi, antara wanita dan pria tidak akan berbenturan ketika mereka berwudhu disini.

Pencahayaan dalam masjid juga sangat baik karena pencahayaannya secara alami yang berasal dari kubah atas maupun dari jendela lebar yang ada di dinding masjid sebelah selatan dan juga utara. Suhu disini sebenarnya sudah sangat baik meskipun tak menggunakan  AC  karena disini sudah ada ventilasi yang ada di seputar dinding masjid. Ventilasi tersebut juga berbentuk unik seperti pengulangan bentuk persegi yang memberi kesan simetris.

Untuk ruangan Lobby dan ruangan Tunggu masjid ini juga di desain adanya penggabungan 2 unsur, yakni unsur budaya Islam dengan kota Lumajang. Pemakaian bentuk ornamen islam di dinding juga dipadukan karena adanya signage dari transformasi motif batik khas Lumajang di backdrop lobby yang memberi kesan lebih unik.

Desain ruangan juga terlihat dinamis dengan berbentuk lengkung pada furnitur serta pertemuan antar dinding dengan plafon sehingga memberi kesan ruangan yang tidak monoton. Kesan warna hijau yang khas islam juga dipadukan terhadap warna emas serta warna natural kayu akan menambah kesan yang lebih natural pada masjid ini.

Masjid Agung Darussalam Kota Palu Dan Bangunan 5 Kubahnya

Masjid Agung Darussalam Kota Palu Dan Bangunan 5 Kubahnya

Palu merupakan ibukota Provinsi Sulawesi Tengah. Dalam kota ini juga didirikan bangunan masjid yang sangat megah sebagai masjid agung di kota Palu bernama Masjid Agung Darussalam. Pembangunan masjid tersebut adalah kelanjutan dari ketetapan Sulawesi Tengah sebagai daerah tingkat satu tahun 1964 silam. Pembangunan Masjid juga dimulai pada tahun 1978 selesai secara keseluruhan pada tahun 2000 silam.

Masjid Agung Darussalam termasuk masjid terbesar yang ada di Sulawesi Tengah. Luas bangunan masjid ini hingga 2.500 meter persegi, sehingga mampu menampung jumlah jamaah yang mencapai 1.200 orang. Bangunan masjid ini sampai berlantai dua, ruangan utama untuk sholat berada pada lantai dua, yang dilengkapi oleh jejeran anak tangga. Konsep bangunan masjid tersebut dibangun secara modern dan minimalis, jadi, tidak ramai adanya ornamen dalam masjid maupun luar masjid.

Dilihat dari segi arsitektur, bangunan masjid ini mampu menampung hingga 1.200 jemaah. Corak warna terang yang ditampilkan oleh ke lima kubah mampu menambah keunikan tersendiri pada bangunan masjid ini. Hal ini juga identik pada keunikan Kota Palu karena diapit oleh pegunungan hijau, teluk dan lembah.

Dalam pembuatan kubah masjid ini telah memprioritaskan seni arsitektur yang modern. Umumnya lebih cenderung memilih jenis kubah dengan sistem pembuatan kubah panel enamel. Teknik pemasangan panel enamel tak menerapkan pemakaian sistem paku drilling. Karena jika ada korosi bisa mengakibatkan paku mudah lepas. Kubah masjid ini dibangun secara eksklusif, elegan serta menawan. Yang diberi warna relatif tahan lama sekaligus tidak perlu adanya perawatan secara khusus. Jadi, bisa menghemat biaya perawatan yang biasa dikeluarkan setiap tahunnya.

Masjid ini bangunan utamanya berbentuk kubus dan memiliki satu kubah besar pada atap masjid disertai dengan adanya kubah kecil yang dibangun di setiap penjuru atap yang mengelilingi kubah besar. Warna hijau telah mendominasi kubah tersebut ditambah aksen floral yang bewarna kuning. Bentuk kubah masjid yang dilapisi dengan bahan keramik mengkilap warna hijau dan aksen hias kuning berpadu dengan konsep desain bangunan masjid ini. Pada bagian dalam masjid tidak menyertakan banyak ornamen hanya sedikit saja yang dipasang.

Ada dua belas tiang dari beton sebagai penyangga atap dalam masjid yang dibiarkan polos tanpa ada ornamen sedikitpun. Kubah bagian dalamnya juga dihiasi dengan adanya lukisan motif floral yang menambah kemegahan interior kubah masjid.

Pada pintu masuk masjid juga tersedia tangga yang menghubungkan langsung ke lantai atas, atau ruang utama ibadah. Disini anda akan melihat masjid dengan kesan yang lebih lapang terutama ketika anda memasuki ruang utama untuk ibadah shalat. Kesan kelapangan ini bisa didapatkan dari konsep bangunan masjid yang sangat minimalis dan tak memakai banyak ornamen dalam penataan ruang dalam masjid.

Guna memaksimalkan fungsi pada ruang lantai satu, pihak pengelola masjid telah menjadikan lantai satu untuk auditorium yang bisa digunakan dalam berbagai kegiatan. Disini bisa melakukan kegiatan seperti seminar, tablik akbar, bahkan acara pesta pernikahan pun bisa dilaksanakan disini asalkan memenuhi syarat dan ketentuan selama didalam masjid.

Konsep bagian mihrab masjid terlihat sangat minimalis. Mihrab masjid dibedakan oleh dinding lainnya pada penggunaan keramik hitam guna menutupi bagian pigura dari relung mihrab. Ada juga mimbar yang bentuknya tidak terlalu rumit. Kelihatannya masjid memang didesain dengan tampilan lebih bersahaja dan ramah. Untuk sebagian orang, kegiatan sosial keagamaan di lingkungan masjid memang lebih penting jika dibanding menghias masjid sendiri.

Masjid Istiqlal Jakarta Dan Kemegahan Kubah Masjidnya

Masjid Istiqlal Jakarta Dan Kemegahan Kubah Masjidnya

Masjid yang dibangun tanggal 24 Agustus tahun 1951 silam dan selesai pembangunannya di tanggal 22 Februari tahun 1978 ini memiliki arsitektur yang sangat menarik. Itu karena bangunan masjid ini mempunyai gaya arsitektur Islam yang lebih modern yang menerapkan adanya bentuk geometri sederhana didalamnya. Bentuk yang dimaksud seperti kubus, persegi, serta kubah bola yang berukuran raksasa dengan hiasan beberapa ornamen didalamnya. Adanya kubah bola sangat besar ini dibuat untuk menunjukkan kesan agung nan monumental.

Bangunan kubah masjid istiqlal

Keunikan bangunan kubah raksasa yang dimiliki oleh masjid Istiqlal Jakarta ialah karena dibuat dari bahan marmer putih maupun baja antikarat atau (stainless steel). Sehingga kubah raksasa ini bersifat kokoh, sederhana, netral dan minimalis.
bangunan masjid juga memiliki gaya arsitektur minimalis. Rancangan arsitektur minimalis tersebut dipilih karena ingin menyesuaikan lokasinya karena berada dikawasan iklim tropis. Disamping memiliki arsitektur yang sangat modern, bangunan masjid Istiqlal juga memiliki gaya arsitektur ala Timur Tengah yang dapat anda lihat dari adanya hiasan kaligrafi di bagian interior kubah masjid.

Masjid ini mempunyai Kubah bentuk setengah bola menggunakan kerangka polyhendra asal Jerman. Sementara bagian luar kubah juga dilapisi oleh keramik. Kubah yang telah ditunjang dengan 12 tiang dan tertulis kaligrafi sebelah kanan kubah berlafaz Allah. Selanjutnya pada bagian tengah kubah tertulis Surat Thaha ayat ke 14 sedangkan bagian kiri kubah tertulis lafaz Muhammad. Pada tengah-tengah kubah tertulis Ayat Kursi serta Surat Al Ikhlas. Banyaknya tiang pancang Masjid ini sampai 5.138 tiang.

Dari luar atap atau atas kubah telah dipasang penangkal petir dalam bentuk lambang Bulan & Bintang yang dibuat dari bahan stainless steel yang berdiameter 3 meter dengan berat 2,5 ton. Semua bagian dari gedung utama juga dilapisi oleh marmer yang sengaja didatangkan secara langsung dari kota Tulungagung dengan luas 36.980 m2. Lantai masjid juga ditutupi oleh karpet merah yang merupakan sumbangan pihak pemerintah Kerajaan Arab Saudi.

Ornamen dalam masjid istiqlal

Dari beberapa sudut masjid istiqlal juga akan mendapat beragam hiasan ornamen yang bersifat sederhana tapi tetap elegan. Berbagai jenis ornamen masjid ini berbentuk pola geometris seperti pada ornamen logam krawangan (untuk kerangka logam berlubang) memiliki pola lingkaran, kubus, ataupun persegi. Fungsi ornamen ini selain untuk unsur keindahan, juga berfungsi untuk penyekat, jendela maupun lubang udara. Pada bagian pagar masjid juga terdapat ornamen pagar langkan pada tepi balkon di bagian lantai masjid Istiqlal. Disamping berbentuk geometri, ornamen ini juga dilapisi oleh baja antikarat, seperti bagian pagar tangga, bagian langit-langit serta lapisan kubah yang berdiameter 45 meter maupun 12 pilar utamanya juga dibuat dengan lapisan baja antikarat.

Dirancang Terbuka Agar Udara Bebas Bersirkuasi.

Bangunan masjid ini didesain oleh Frederich Silaban. Bangunan ini sengaja dirancang supaya udara bisa bebas bersirkulasi dan membuat ruangan agar tetap sejuk. Karena pada ruangan shalat di lantai utama yang bersifat terbuka dan disekelilingnya juga diapit dengan plaza atau pelataran terbuka bagian kiri atau kanan bangunan. Desain masjid Istiqlal bebas sirkulasi udara dimaksudkan agar memudahkan pergantian udara maupun penerangan secara alami. Meskipun terbuka tapi siapa saja yang berkunjung di masjid ini bisa terbebas dari terik matahari dan juga curah hujan. Desain bangunan yang terbuka ini kemudian dianggap sebuah pewakilan desain arsitektur bangsa Indonesia bagi masjid Istiqlal.

Menara dan Kapasitas Masjid Istiqlal.

Dengan luas bangunan masjid yang sangat luas dan besar tersebut, masjid Istiqlal diklaim mampu menampung jamaah hampir 200.000 orang. Masjid yang sekaligus digunakan sebagai pusat pendidikan, obyek wisata religi, dan juga pusat aktivitas dakwah Islam ini juga mempunyai menara tunggal dengan tinggi 96,66 meter yang menjulang di bagian selatan masjid yang sangat menarik dan ikonik ini.

Keindahan Interior Dan Kubah Masjid Agung Tuban

Keindahan Interior Dan Kubah Masjid Agung Tuban

Bagi masyarakat yang sudah lama tidak berkunjung ke Kota Tuban, bisa dipastikan akan kaget dengan kondisi Masjid Agung baru-baru ini. Setelah melalui renovasi dan revolusi secara besar-besaran, menjadikan bangunan Masjid Agung terlihat sangat indah dan menarik untuk dikunjungi. Renovasi terakhir mampu menelan biaya yang mencapai Rp 17,5 miliar. Sehingga bangunan masjid agung tuban sekarang tampak indah dan lebih megah. Tidak heran jika akhirnya masjid ini dijuluki sebagai salah satu masjid paling indah di provinsi Jawa Timur.

Adanya ornamen yang cantik, dan polesan yang sangat detail, berlantaikan keramik, dan tembok penuh dengan ukiran menjadikan interior masjid tuban berkesan sangat mewah. Sedangkan bagian eksterior juga tidak kalah cantik dengan adanya kubah yang dicat berwarna-warni yang membuat masjid tersebut menjadi semakin mewah dilihat dari luar.

Pada bagian kubah masjid ini ada 2 jenis. Untuk kubah besarnya merupakan kubah enamel sedangkan kubah kecilnya termasuk kubah gavalum. Bangunan kubah yang sangat mencolok tentu ada pada kubah besarnya yang berupa kubah masjid enamel. Selain karena warnanya yang sangat mencolok, kubah ini juga memiliki kelebihan lain jika dibandingkan pada kubah berbahan lain. Kubah dari bahan enamel mempunyai banyak kelebihan misalnya lebih kuat dan awet. Inilah yang menjadi perhitungan banyak orang sehingga menggunakan jenis kubah ini untuk bangunan masjidnya.

Model kubah enamel juga bisa dibuat klasik maupun modern. Jadi, bisa disesuaikan terhadap keinginan dari masing-masing pemesan yang akan membangun masjid dengan kubah enamelnya. Kubah ini juga mempunyai tekstur yang timbul yang menjadi nilai tambah dalam bidang estestika.

Ketika memasuki masjid Agung Tuban seolah seluruh bagian dan ruangannya memiliki pesona keindahan tersendiri. Banyak ornament dan hiasan berbagai motif dan warna terlihat menghiasi dinding-dinding masjid bagian dalam. Perpaduan antara warna putih, biru tua dan biru muda yang terlihat harmonis telah mendominasi warna masjid tersebut. Dibagian depan masjid maupun kubah-kubah yang berukuran kecil bagian sayap kanan atau kirinya merupakan jejak asli dari peninggalan bangunan lama sebelum direnovasi.

Selebihnya merupakan bangunan baru beberapa tahun yang lalu. Sementara warna putih, hijau tua, dan biru muda terlihat mendominasi ruangan sembahyang bagian utama yang terdapat mimbar bagi imam dan juga khotib.

Pada ruangan ini juga terdapat lampu gantung bergaya klasik. Dalam setiap bagian ruangan masjid ini sebagian besar dihiasi oleh pintu dan jendela dari kaca hias berwarna-warni. Ada ornamen berbentuk lengkung serta kubah yang akan menghiasi bagian atap masjid. Lampu hias serta hiasan berupa tulisan ayat-ayat Al Qur’an telah menghiasi dinding masjidnya.

Pada bagian depan masjid juga terdapat kolam untuk air mancur namun sayangnya hanya difungsikan di saat tertentu saja.

Bila anda amati, Masjid Agung ini mempunyai ciri khas bangunan tersendiri. Secara umum, bentuk bangunannya terbagi atas dua bagian. Yakni bagian serambi dengan ruang shalat utama. Bangunan ini juga tidak terpengaruh dengan bangunan masjid di Jawa umumnya yang memiliki atap bersusun tiga. Karena arsitektur masjid tersebut justru terpengaruh dengan corak Timur Tengah, Eropa dan India. Jika dilihat sekilas bangunan akan terlihat mirip dengan bangunan Masjid Raya Baiturrahman, di Banda Aceh.

Sementara jika diperhatikan bagian menaranya, Masjid tersebut mirip seperti Blue Mosque atau (Masjid Biru) di Istanbul, Turki. Sedangkan bila diamati dari bentuk kubahnya, masjid ini laksana Taj Mahal yang ada di India. Perpaduan berbagai arsitektur tersebut, menambah indah bangunan Masjid Agung Tuban tersebut.

Keunikan lain pada Masjid Agung Tuban juga terlihat dari beberapa benda pusaka peninggalan Wali Songo di dalamnya. Benda-benda yang bersejarah ini, diantaranya kitab suci Alquran kuno yang dibuat dari bahan kulit, pusaka, keramik Cina, serta sarkofagus. Namun benda-benda tersebut sekarang ini telah disimpan dalam Museum Kembang Putih di Tuban.

Bangunan 9 Kubah Masjid Raya Darussalam Di Samarinda Kaltim

Bangunan 9 Kubah Masjid Raya Darussalam Di Samarinda Kaltim

Pada awalnya Masjid Raya Darussalam didirikan oleh saudagar Banjar & Bugis pada tahun 1925 yang bertempat tinggal di Samarinda. Saat itu letak masjid Raya Darussalam ada di tepi sungai Mahakam dengan luas 25 meter x 25 meter. Dari pertama kali didirikan, masjid Raya Darussalam difungsikan sebagai masjid Jami’ dan digunakan untuk ibadah sholat lima waktu maupun ibadah sholat Jum’at.

Turki Usmani mewariskan seni bina dari bangunan masjid yang memiliki gaya tersendiri yang dapat diamati dari beberapa ciri utama masjid ini. Seperti bentuk menara masjid yang memiliki gaya bangunan khas Usmani yang dapat dilihat pada bentuk bundar, ramping, dan tinggi menjulang. Sementara puncak menaranya meruncing yang disertai adanya simbol bulan sabit di ujung paling tinggi menara masjid tersebut.

Ada sebanyak empat menara masjid yang ditempatkan pada 4 penjuru bangunan paling utamanya. Dan bangunan menara masjid ini juga didominasi oleh warna putih. Sementara beralih pada kubah masjid raya Darussalam yang sangat unik karena adanya 8 kubah yang memiliki ukuran lebih kecil telah mengapit kubah utamanya. Disamping itu ke 4 penjuru atap dari masjid raya Darussalam juga dihiasi dengan 4 kubah yang ukurannya lebih kecil. Setiap kubah dihiasi dengan ornamen khas Kalimantan telah menghiasi sisi bagian luar kubah masjid ini.

Pada bangunan kubah besar yang berada di atap masjid juga mempunyai ciri khas yang menunjukan identitas masjid Darussalam. Yakni 1 kubah induk yang diapit dengan 8 kubah kecil disekelilingnya yang totalnya 9 kubah. Selain itu, bangunan kubah yang awalnya Cuma diberi cat hijau polos sekarang telah dimodifikasi oleh ornamen-ornamen khas daerah Kalimantan. Bagian kubah induknya termasuk didalam kubah enamel yang berwarna hijau tua danhijau muda.

Kubah induknya dibuat dari bahan yang tahan korosi maupun guncangan. Jadi sangat tepat jika kubah ini dibangun untuk masjid yang lokasinya berada di wilayah pesisir pantai seperti masjid Darussalam ini. Bangunan kubah induknya juga terkenal karena tahan bocor dan mempunyai resiko retak sangat kecil. Hal ini beda dengan material pada kubah jenis lainnya. Material pada kubah ini sangat tepat digunakan untuk masjid yang ada disekitar wilayah yang sering terjadi gempa karena materialnya mampu menahan guncangan dengan lebih baik.

Bangunan masjid raya Darussalam telah dilengkapi juga oleh beranda yang memiliki bukaan yang sangat besar dan melengkung dan ornamen yang melengkung. Sehingga membuat beranda masjid raya Darussalam ini tampak seperti beranda masjid pada umumnya. Sehingga bila anda masuk di dalam masjid tersebut, akan terlihat ruang dalam masjid untuk ibadah sholat yang sangat luas.

Itu karena tidak ada satupun tiang yang menyangga atap masjid dari tengah masjid. Selain itu, ruang sholat pada Masjid raya Darussalam juga sudah dilengkapi oleh lantai mezanin. Sehingga bila dilihat secara keseluruhan, dalam Masjid Raya Samarinda mampu menampung jamaah hingga 14 ribu orang. Warna karpet sejadah yang digunakan untuk ibadah sholat telah didominasi dengan warna hijau. Dengan warna ini, kesannya senada dengan warna langit-langit plafon bagian interior masjid Darussalam.

Bangunan Masjid Raya Darussalam juga mempunyai dinding sisi mihrab tampak mirip dengan masjid lainnya yang dilapisi oleh bahan berwarna yang tampak lebih gelap bila dibanding dengan ruangan sisi lainnya. Disamping itu langit-langit dalm ruangan masjid telah dipasang dengan lampu-lampu gantung sehingga membuat Masjid Raya sangat indah dan megah. Konstruksi pada bangunan Masjid Raya dibuat dari bahan beton tiga lantai dan mampu menampung jamaah lebih banyak lagi.

Selain lokasi yang sangat strategis, masjid raya Darussalam juga terletak dekat Pasar Pagi serta Citra Niaga. Bangunan Masjid Raya Darussalam juga mempunyai daya tarik tersendiri yang membuat para jamaah betah berada didalam masjid. Daya tarik ini bisa dilihat dari bangunan arsitektur khasnya seperti bentuk kubah, menara, ataupun sejumlah lengkungan yang ada di atas pintu serta jendela masjid.

Masjid Agung Al-Kautsari Al-Aziziyah Dan Keunikan Kubahnya Di Lombok Barat

Masjid Agung Al-Kautsari Al-Aziziyah Dan Keunikan Kubahnya Di Lombok Barat

Bangunan Masjid Al Kautsari adalah bangunan pertama yang ada dalam area Pondok Pesantren Al-Aziziyah. Lokasinya berada tidak jauh dengan Bandara Selaparang, Mataram, di Lombok. Memiliki jarak tempuh yang sangat dekat sekitar 10 menit dari lokasi bandara, masjid tersebut sangat potensial sebagai landmark wilayah setempat. Kehadirannya juga mewakili semangat ibadah masyarakat disini yang sangat kuat. Hal ini terlihat ketika masjid masih belum usai dibangun bebeberapa kegiatan ibadah serta dakwah telah dilaksanakan disini. Shalat berjamaah sudah ditegakkan meskipun tanpa penerangan listrik. Mereka juga menekuni kajian kitab-kitab Islam dengan beralaskan anyaman dari daun kelapa, serta berbagai aktivitas dakwah dilakukan disini.

 

Salah satu keunikannya ialah terletak pada suara azan yang dikumandangkan disini. Biasanya azan cuma dikumandangkan sehari lima kali. Namun, dalam masjid ini azan telah dikumandangkan sampai enam kali. Disamping untuk panggilan shalat wajib, azan disini dikumandangkan untuk memperingatkan para jamaah shalat malam agar melaksanakan ibadah shalat tahajud.

Kubah yang mempercantik bangunan masjid ini ada 3 kubah. Satunya sebagai kubah induk dan yang 2 lainnya sebagai kubah anakan yang lebih kecil dari kubah induknya. Pada kubah induk memiliki warna cat yang lebih tinggi karena kubah induknya termasuk kubah masjid enamel. Hal itu dikarenakan pada kubah Enamel ini, menggunakan sistem pengecatan yang menggunakan powder coating sehingga ketahanannya sangat tinggi serta dijamin oleh perusahaan dengan resmi. Ketahanannya mampu mencapai 15 tahun lamanya. Jadi, anda tidak perlu takut bila kubah enamel ini akan luntur pada warna catnya.

Sementara untuk kubah anakannya mempunyai ketahanan cat sekitar 5 tahunan saja. Itu disebabkan tanpa adanya sebuah lapisan cat yang terdapat pada kubah galvalum yang lebih kecil ukurannya tersebut. Sehingga saat terkena panas matahari, membuat cat pada kubah ini luntur. Terbukti dengan cat yang warnanya berubah menghitam seperti pada benda yang diletakkan berada di atas kompor. Saat cat telah berubah warnanya menjadi hitam, kemungkinan kubah tersebut sudah tidak dapat lagi dibersihkan sekalipun dengan menggunakan kain.

Sementara perbedaan antara bangunan kubah Galvalum dan Enamel selanjutnya ialah dilihat dari harganya. Karena kualitas kubah Enamel yang lebih unggul disbanding dengan kubah Galvalum, jadi harga kubah Enamel ini lebih mahal dibanding dengan kubah Galvalum.

Dilihat dari sisi bangunan, pada masjid ini memiliki ciri khas pada bagian kubah bulat yang mengerucut dalam sapuan warna putih yang lebih cerah beraksenkan garis diagonal berwarna biru ditambah dua menara yang ada disampingnya. Dua menara tersebut menjulang hingga tingginya mencapai 27 meter yang bermakna 2 warisan dai Rasulullah Saw yang berupa Al-Quran dan Al-Hadis. Warisan ini harus dipegang teguh agar umat islam tidak tersesat. Bagian interior masjid juga terlihat sangat menawan karena adanya tiang penyangga yang berwarna hijau granit dikombinasikan oleh warna cokelat keemasan untuk aksen tiangnya dan juga dinding masjid ini. Selain itu, interior kubah masjid tersebut juga diberi gambar langit yang akan menambah kesan megah masjid tersebut.

Bangunan masjid AL – Kautsari ini dibangun dengan 3 lantai yang berukuran 56 x 21 meter. Bangunan ini juga mampu menampung jamaah hingga 200 orang yang dilengkapi oleh dua menara yang bernuansa Masjidil Haram.

Uniknya bangunan masjid yang sangat megah tersebut telah “di-arsiteki” secara langsung (almarhum) pengasuh pondok pesantren tersebut bernama Tuan Guru Haji Musthafa Umar. Meskipun beliau bukan seorang arsitek namun Beliau yang menggambarkan bentuk masjid sesuai keinginan sama dengan ornamen di Masjidil Haram.

Masjid Raya Al A’zhom Miliki Kubah Terbesar di Dunia

Masjid Raya Al A’zhom Miliki Kubah Terbesar di Dunia

Masjid Raya Al A’zhom termasuk salah satu masjid kebanggan bagi warga Kota Tangerang. Desain yang unik karena memiliki lima kubah besar menjadi ciri khas dari masjid ini. Kemegahan dan keunikannya juga menjadikan masjid ini termasuk salah satu landmark di Kota Tangerang.

Bangunan masjid ini berada di atas lahan 2,25 hektare dan luas bangunan hingga 5.775 meter persegi ditambah lahan parkirnya seluas 14.000 meter persegi. Dengan ukuran tersebut, masjid yang bergaya timur tengah ini tergolong sebagai masjid terbesar yang berada di Kota Tangerang. Masjid yang warnanya dominan biru langit tersebut juga mampu menampung jamaah hingga 15.000 orang.

Masjid berkubah besar tersebut mempunyai keunikan karena tak ada tiang penyangganya. Sementara struktur kubah induk yang ada di tengahnya telah ditopang dengan 4 kubah anak yang berbentuk setengah lingkaran berada di bawahnya, jadi cukup kuat untuk menyangga kubah induknya.

Kubah masjid tanpa ada penyangga yang memiliki diameter 63 meter tersebut merupakan kubah terbesar di dunia. Disamping itu 5 kubah itu juga melambangkan banyaknya rukun islam ada 5 maupun sholat 5 waktu.

Sementara di bagian luar masjid ada 4 tiang menara. Simbol ini melambangkan ada empat tiang ilmu, diantaranya bahasa Arab, syariah, filsafat dan sejarah. Tinggi menara masjid ini mencapai 30 meter. Ini juga menyimbolkan sebanyak 30 juz ayat suci Quran. Sementara tinggi kuncup menara tersebut menjulang sampai 6 meter untuk simbol rukun iman ada 6.

Sedangkan di sisi dalam ada 4 kubah anak yang tertulis kaligrafi sangat indah ayat-ayat dari Al Quran yang berada dibagian sisi kubah barat tertulis Surat An Nur pada ayat 35, surah Al Baqarah pada ayat 255, serta surah Al Baqarah pada ayat 284-285. Sementara kubah selatan tertulis Surat At Taubah 105, surah An Nahl 97, surah Ali Imron 112, surah An Nisa 32, serta surah Al An’am pada ayat 132-133.

Selanjutnya untuk kubah timur tertulis Surat Al Bayinah pada ayat 5, serta surah Ar Rum pada ayat 30-33. Adapun kubah utara tertulis Surat Al Anbiya 107, surah Al Fath 29 serta surah Lukman pada ayat 17-18. Susunan ayat-ayat tersebut juga disusun sampai 3 baris sedangkan baris keempat pada masing-masing kubah telah diisi tulisan arab Asmaul Husna.

Dan juga ditulis surah Yusuf. Pada bangunan masjid ini telah dilengkapi oleh 4 buah tower dengan tinggi 55 meter berada dibagian empat sudut bangunan. Symbol ini memiliki makna sebanyak 4 ajaran islam yakni akidah, akhlak, syariah serta ibadah. Sedangkan untuk menampilkan ciri khas dari Kota Tangerang yang selama ini dikenal sebagai Kota Benteng, maka dibuat juga kantilever. Symbol tersebut berada di atas genteng yang berbentuk benteng disertai oleh banyak lubang berada di tengah untuk tempat meriam di sebuah benteng.

Selain itu, arsitek bangunan indah ini ialah Ir Haji Slamet Wirasonjaya, merupakan salah satu Guru Besar pada Jurusan Arsitektur kampus ITB. Kemegahan dan keunikan dari bangunan masjid ini akhirnya berhasil menjadi daya tarik para pengunjung yang berasal dari berbagai daerah. Apalagi sering menjadi lokasi shooting berbagai acara yang bertema religi di televisi.

Disamping itu, para warga Kota Tangerang menjadikan masjid ini sebagai sarana pusat kegiatan keagamaan islam seperti pengajian sejumlah majelis taklim, adanya Kultum setelah shalat fardu, kajian Al Quran, dan Festival Al Azhom serta masih banyak lagi.

Ini Dia Pesona Kubah Masjid Kristal di Malaysia

Ini Dia Pesona Kubah Masjid Kristal di Malaysia

Setiap negara yang ada di dunia memiliki masjid yang dibangun secara megah dengan arsitektur mewah bahkan tak biasa. Jika di Indonesia memiliki Masjid Kubah Emas, di negri jiran Malaysia pun juga memiliki kubah Masjid Kristal yang ada di Terengganu. Disini sangat cocok sebagai destinasi wisata ketika Ramadan tiba.

Sebenarnya fungsi utama sebuah masjid ialah menjadi tempat ibadah bagi umat Muslim. Akan tetapi lebih dari itu, sejumlah masjid di dunia bahkan menjadi daya tarik para turis karena keindahan arsitektur bangunan ataupun keunikan yang dimilikinya. Seperti pada kubah Masjid Kristal yang ada di Malaysia ini.

Masjid Kristal berada di wilayah Taman Tamadun Islam tepat pada Pulau Wan Man, di Terengganu. Sementara Terengganu sendiri ialah sebuah negara bagian Malaysia yang terletak di bagian timur dari Semenanjung Malaysia yang berbatasan dengan Pahang.

Keberadaan kubah Masjid Kristal sendiri sudah berdiri dari tahun 2008 silam. Luas yang mencapai ukuran 2.146 meter persegi ini mampu menampung hampir 1.000 jamaah lebih. Anda bisa lihat keistimewan serta daya tarik dari masjid ini yang terletak pada bangunan kubah kristalnya.

Pada bangunan masjid Kristal memiliki 1 kubah besar serta lebih dari lima kubah kecil yang telah mengelilingi kubah besarnya, ditambah empat menaranya. Kubah-kubah ataupun menara tersebut dibuat dari bahan kaca dan baja. Jika dilihat dari luar, maka kubah-kubah tersebut akan terlihat seperti bongkahan kristal sangat besar bila memantulkan cahaya matahari.

Apa lagi ketika malam hari, maka kubah-kubah Masjid Kristal ini akan bermandikan cahaya lampu yang berasal dari sekelilingnta. Hal ini semakin membuat bangunan kubah seperti kristal sungguhan nan berkilauan. Sangat Cantik sekali jika dilihat dari dekat ataupun jauh sekalipun.

Itulah yang menjadikan masjid ini disebut dengan Masjid Kristal. Konon pembangunan pada Masjid Kristal ini telah menghabiskan biaya hingga USD 80 juta ataupun kira-kira Rp 600 miliar.

Kubah Masjid Kristal ternyata menjadi masjid pintar yang pertama di Negara Malaysia yang telah dilengkapi oleh akses IT maupun WiFi didalamnya. Turis yang berkunjung pun dapat membaca Al Quran elektronik pada gadget mereka.

Sedangkan waktu paling tepat jika anda ingin berkunjung ke kubah Masjid Kristal ini ialah ketika sore hari. Karena suasana senja yang ada di sekitar masjid begitu elok dipandang. Ketika malam telah tiba, maka kubah-kubah masjid bermandikan cahaya lampu bisa anda abadikan menggunakan kamera milik Anda.

Ketika sudah terlalu marak bangunan emas yang telah dibangun, bangunan masjid ini memberikan sesuatu yang beda. Kubah Masjid Kristal yang ada di Malaysia ini menjadi bangunan megah yang dibuat dari bahan besi, kaca dengan kristal.

Bangunan ini juga termasuk salah satu destinasi wisata yang beda dapat dikunjungi ketika sedang melancong ke luag Negeri yakni di negri Jiran Malaysia. Masjid Kristal yang berada di Kuala Terengganu, Malaysia tersebut berdiri megah serta beda dengan yang lain karena bahan bangunannnya adalah kristal.

Arsitek bangunannya terbilang sangat unik. Alih-alih cuma mempunyai satu kubah besar, tapi masjid ini memiliki satu kubah kecil dengan dikelilingi oleh kubah-kubah yang lebih kecil lainnya. Semua itu disempurnakan oleh adanya 4 menara tinggi yang berada di ujung-ujungnya.

Kubah masjid Kristal ini tidak berwarna, dan tidak berhiaskan kaligrafi ataupun guratan seni yang begitu indah. Melainkan hanya dibalut oleh kaca berwarna abu-abu. Dan kilau mentari maupun awan sering dipantulkan, menjadikan kubah masjid ini menjadi objek foto begitu banyak pelancong.