Keindahan Arsitektur Bangunan Masjid Agung At-Taqwa Balikpapan

Keindahan Arsitektur Bangunan Masjid Agung At-Taqwa Balikpapan

Masjid agung At-taqwa Balikpapan memiliki bangunan arsitektur yang mengadopsi dari gaya arsitektur negri Timur Tengah. Dominasi antara bangunan arsitektur Masjid Nabawi dengan Turki Ustmani. Ini bisa terlihat dari bangunan menara yang ada di empat sudut bangunan masjid. Desain menara ini juga hampir sama dengan menara di masjid Nabawi Madinah.

Untuk gaya arsitektur turki bisa terlihat dari desain kubahnya. Bangunan kubah masjid ini dari jenis enamel steel panel berwarna biru yang memiliki diameter 16 m. Bahan pembuat kubah yang terlihat mengkilat dan berkilau-kilau ketika tertimpa sinar lampu ataupun matahari, sehingga memantulkan aura biru setelah terkena cahaya. Kubah masjid ini juga didesain dengan ornamen berwarna kuning. Sementara ada kubah yang berukuran lebih kecil, berwarna dan ornamen sama telah menutup bagian ujung pada empat menara disebelahnya.

Bangunan kubah yang menggunakan bahan dari plat baja yang memiliki ketebalan antara 0.8mm sampai 1.6 mm ini meskipun gampang berkarat namun dengan adanya pengecatan system enamel akan membuat bahan tersebut telah terlindungi dari karat. Sehingga daya tahan dari cat enamel bisa lebih dari beberapa puluhan tahun dengan catatan tak ada cacat fisik cat enamel yang dilakukan.

Dari proses pengecatan hingga pada saat pengaplikasinya berada di lapangan. Akan tetapi jika ada cacat fisik, tentu bisa menimbulkan celah dan terjadi proses pengaratan terhadap bahan dasarnya. Sedangkan kekurangan lain ialah cat enamel ini tak dapat dicat ulang. Sehingga akan menghemat pengeluaran pembenahan masjid. Inilah yang menjadi alasan kenapa jenis kubah masjid satu ini banyak digunakan untuk masjid-masjid mewah. Selain warnanya sangat mencolok, ternyata kekuatan cat nya bisa awet hingga 30 tahun tanpa pengecatan ulang. Asalkan ketika pembuatannya tidak ada kesalahan yang terjadi sedikitpun.

Tampak dari depan masjid, lantai dasar masjid tertutup dengan bangunan tangga sebagai jalan menuju latai 1. Pada bagian bawah tangga juga terdapat tempat wudhu maupun toilet yang bersih. Sesudah melewati anak tangga yang berlantaikan marmer, sampailah ke lantai 1. Di bagian inilah, letak mi’rob masjid berada.

Bangunan lantai masjid telah menggunakan marmer warna putih kemerah-merahan. Sementara dinding bagian mi’rob telah didominasi dengan batu marmer berwarna hitam dengan kombinasi merah bata. Disertai hiasan kaca yang bisa tembus pandang bermotif pada bagian kiri ataupun kanannya.

Bagian plafon masjid ini berbentuk kotak-kotak yang memiliki warna dasar putih dengan dikombinasi dengan warna orange. Bahan dasar untuk plafon dibuat dari bahan gypsum. Pada bagian langit-langit kubah juga telah diberi kaligrafi lafadz Allah yang memiliki kombinasi warna coklat, ungu, orange, kuning, dan biru. Ada juga lampu gantung unik pada bagian tengahnya yang dibuat dari bahan tembaga disertai hiasan berwarna kuning serta hijau.

Untuk desain pintu dengan jendelanya juga mempunyai sudut segitiga berbahan kayu ukir yang sangat indah. Untuk penyangga bangunan ada 4 pilar sebagai saka guru berukir memiliki dominasi warna putih.

Pada teras samping kiri ada ornamen sederhana yang menyerupai huruf X yang tidak sama dengan teras sisi kanannya. Perbedaan lain dari kedua sisi teras ini terletak pada ujung teras kanannya ada sebuah bedug yang berukuran standart.

Keindahan masjid akan terlihat lebih menarik ketika malam hari. Adanya lampu-lampu yang telah meneranginya juga akan membuat masjid terlihat sangat bercahaya bila dilihat dari kejauhan. Hal inilah yang menjadi daya tarik bagi pengunjung wisata untuk berkunjung ke masjid agung at-taqwa Balikpapan ketika malam hari.

Kemegahan Bangunan Masjid Agung Jawa Tengah

Kemegahan Bangunan Masjid Agung Jawa Tengah

Jika anda sekarang sedang berada di Jawa Tengah tepatnya di Semarang, rasanya tidak lengkap bila tidak berkunjung di Masjid Agung Semarang. Keunikan bangunan masjid ini akan membuat wisata rohani anda menyenangkan. Masjid agung Semarang ini mempunyai payung yang hamper mirip dengan masjid Nabawi di Arab Saudi.

Kemegahan masjid ini akan semakin elok karena adanya sentuhan arsitektur sangat indah didalamnya. Keindahannya juga akan membuat siapa saja terpana ketika melihatnya.

Sementara bangunan kubah masjidnya telah menggunakan Kubah GRC. Yang dibuat berupa struktur rangka baja berbentuk frame dari bahan pipa baja galvanis. Yang tahan karat di bentuk melengkung menggunakan mesin roll secara khusus dan disusun menjadi rangka kubah menggunakan metode pengelasan penuh atau full welding. Sesudah frame terbentuk di titik sambungan las akan dicat zincromate supaya tahan karat.

Langkah selanjutnya lembaran-lembaran dari cladding GRC yang sudah dicetak di workshop untuk segment penutup kubah akan disusun satu persatu sampai bulatan kubah masjid bisa terbentuk sempurna berdasarkan gambar kerja. Untuk tahap pencetakan cladding GRC telah memanfaatkan moulding yang memungkinkan kubah masjid dapat dibentuk dengan motif lebih bervariasi. Sesudah penyusunan cladding GRC, maka kubah masjid selesai dan dilakukan finishing pengecatan berdasarkan keinginan klien nya.

Dominasi antara gaya arsitektur Jawa, Yunani dan Arab sangat melekat dengan bangunan Masjid ini. Bagian Atap Masjid maupun dasar tiang yang dibuat penuh motif batik telah menunjukan ciri khas masyarakat Jawa yang menyukai batik. Sementara, dindingnya terlihat tulisan kaligrafi dengan bangunan kubah besar dikelilingi oleh 4 menara ini telah menunjukkan sentuhan ciri khas bangunan Timur Tengah.

Sementara di halaman masjid agung ini bagian depan, telah dihadirkan pilar-pilar bergaya arsitektur sama dengan Colloseum Roma. Ada 25 pilar yang menjadi lambang banyaknya nabi dan rasul. Pilar ini terlihat sangat kokoh yang berbalutkan perpaduan ungu, putih dan emas. Pada pintu gerbang juga ditulis kalimat syahadat, di bidang datar juga telah tertulis menggunakan huruf Arab Melayu kalimat “Sucining Guno Gapuraning Gusti”.

Keutamaan lain yang ada pada masjid ini ialah Menara Asmaul Husna yang memiliki ketinggian mencapai 99 m. Bangunan menara yang bisa dilihat dengan radius 5 km berada di bagian barat daya masjid ini. Menara itu juga melambangkan kebesaran maupun kemahakuasaan Allah. Pada puncak menara telah dilengkapi dengan teropong pandang. Sehingga dari tempat ini para pengunjung bisa menikmati udara yang sangat segar sambil melihat keindahan Kota Semarang. Dari sana juga bisa melihat kapal-kapal yang berlalu-lalang pada pelabuhan Tanjung Emas.

Bukan hanya itu saja, dalam masjid ini juga ada Al qur`an raksasa yang bertuliskan tangan yang merupakan karya H. Hayatuddin. Beliau adalah seorang penulis kaligrafi asal dari Universitas Sains serta Ilmu Al-qur`an di Wonosobo, provinsi Jawa Tengah. Di masjid ini juga ada replika beduk raksasa buatan para santri yang ada di Pesantren Alfalah Mangunsari, desa Jatilawang, kabupaten Banyumas, Jawa Barat.

Anda juga akan menemui fasilitas yang sengaja dibangun di sekitar Masjid Agung ini contohnya perpustakaan, auditorium, ruang akad nikah, penginapan, pemandu wisata, café muslim, museum kebudayaan Islam, kios-kios cenderamata, dan buah-buahan. Selain itu, disekitar area masjid juga tersedia berbagai sarana sebagai hiburan misalnya air mancur, area bermain anak-anak, serta kereta kelinci yang akan mengantarkan pengunjung untuk berputar mengelilingi wilayah masjid ini.

Detail Bangunan Masjid Agung Malang Dan Rahasia Air Sumbernya

Detail Bangunan Masjid Agung Malang Dan Rahasia Air Sumbernya

Semakin banyak jumlah jamaah dalam masjid agung malang membuat masjid ini mengalami beberapa renovasi. Beberapa kali renovasi yang dilakukan menjadikan bangunan masjid ini semakin sempurna sehingga mampu menampung banyak jamaah didalamnya. Renovasi pertama berawal di tahun 1947 sehingga membuat perubahan besar-besaran bagian depan masjid. Pada serambi masjid yang awalnya terbuka kini direnovasi menjadi tertutup. Karena dibangun tembok pembatas agak tinggi disertai bukaan yang dibentuk dari lengkungan berbentuk setengah lingkaran telah ditopang kolom-kolom kecil yang semakin rapat.

Selanjutnya, tahun 1950 juga merenovasi masjid ini karena adanya gempa atau meletusnya gunung Agung yang ada di Bali. Bagian serambi direnovasi lagi lantainya ditinggikan, bangunan serambi dirubah menjadi detail relief bagian dindingnya. Bukan hanya itu saja, renovasi ini juga member tambahan lengkung yang hampir meruncing pada bagian depan untuk gerbang masuk.

Sementara seluruh kubahnya juga  diganti dengan jenis kubah alumunium atau logam yang telah dipesan langsung dari kota Yogyakarta. Dalam periode ini juga terjadi perluasan serta dibangunnya tempat wudhu bagian selatan masjid, ruangan pertemuan dan ruangan administrasi masjid yang berada di lantai atas.

Pada renovasi tahun 1997 ada penggantian material kubah yang semula dari alumunium  menjadi beton yang diolah menjadi tekstur geometris. Untuk warna dinding serta ornamen keseluruhan masjid juga disamakan yakni (monokrom hijau) yang menciptakan kesatuan pada seluruh bagian bangunan masjid ini. Menara juga semakin ditinggikan dampai mencapai 41 meter, disertai 3 balustade berwarna putih, yang dipadukan pada pola geometris yang memang senada dengan pola tembok fasade serta kubahnya.

Dari beberapa material kubah masjid saat ini, kubah GRC termasuk jenis kubah yang sangat populer terutama sebagai ganti bangunan kubah masjid dari material beton bertulang. Jenis kubah GRC dibuat dengan material beton GRC atau (Glassfibre Reinforce Concrete) sebuah pengembangan teknologi beton yakni jenis beton fiber dan penguat serat fiberglass. Keutamaan sifat beton GRC ialah lebih ringan namun ulet dan tetap kokoh sehingga dapat dicetak dengan bentuk lembaran tipis atau yang sebelumnya tak dapat diterapkan untuk bangunan kubah beton biasa.

Seperti diketahui cara membuat kubah masjid dengan material beton konvensional sama halnya dengan membuat struktur kubah beton bertulang. Karena membutuhkan banyak tahapan kerja sekaligus memerlukan waktu dan biaya misalnya mengukur lokasi, memasang perancah, membuat bekisting, menyusun penulangan bahkan pengecoran beton serta proses curing. Sesudah selesai masa curing, biasanya standar usia beton 28 hari baru bekisting dapat dibongkar yang selanjutnya dilakukan tahap finishing.

Dengan memilih jenis material kubah GRC, maka proses pembangunannya akan lebih singkat dikarenakan beberapa pekerjaan proyek dapat dikerjakan dengan pararel. Proses pembuatan material kubah grc dapat dilakukan di workshop di waktu yang sama, pada lokasi proyek masih pada tahap pekerjaan kolom sebagai struktur bangunan masjid. Sesudah lokasi sudah siap, kubah GRC bisa dipasang yang hanya membutuhkan waktu singkat kira-kira 1-2 minggu prosesnya bisa selesai terpasang tinggal melakukan tahap pengecatan akhir saja.

Untuk air yang dipergunakan untuk berwudhu di Masjid Agung Malang ini asalnya dari sumur bor artesis yang dibor sedalam 205 meter. Dari sumur artesis ini sudah mengeluarkan air dengan sendiri meskipun tanpa memakai pompa dalam debit yang mencapai 15 liter setiap detiknya. Berdasarkan hasil uji dari PDAM kota Malang, kandungan air yang berasal dari sumur artesis tersebut memenuhi syarat dan bisa langsung dikonsumsi. Itu karena air ini mengandung alkalinitas atau (Ph) 273.31. Dengan kandungan TDS (total dissolved water) yang mendekati kandungan TDS dari air zam-zam. Kandungan TDS air artesis dari Masjid agung malang senilai 437 TDS sementara kandungan air zam-zam sebesar 430 TDS. Selisihnya hanya sedikit sehingga kandungannya hampir sama.

Selain untuk kebutuhan aktivitas di masjid, hasil air dari sumur artesis juga dikemas hingga menjadi minuman mineral yang siap konsumsi. Sekarang minuman mineral dari sumur artesis sudah dikonsumsi terutama oleh warga Malang, dikonsumsi secara pribadi atau ketika ada acara-acara penting.

Masjid Islamic Center Samarinda, Terbesar Ke 2 Se Asia Tenggara

Masjid Islamic Center Samarinda, Terbesar Ke 2 Se Asia Tenggara

Masjid Islamic Center Samarinda adalah salah satu masjid terbesar ke 2 se Asia tenggara yang ada di Kota Samarinda. Untuk pengunjung yang baru pertama ke Samarinda, pastinya akan sangat mudah menemukan lokasi masjid ini. Dari Jembatan Mahakam hanya berjarak sekitar 2 km menuju ke lokasi masjid. Komplek ICS berada di kelurahan bernama Teluk Lerong Ulu, tepatnya di Kota Samarinda.

Sekeliling bangunan masjid Islamic Center Samarinda juga dibalut dengan bangunan arsitektur yang bermacam-macam konsepnya. Pastinya konsep tersebut kental dengan nuansa ciri khas bangunan di negeri Timur Tengah. Hal tersebut bisa anda lihat dari warna cat yang dilapiskan pada dinding masjid, terlihat seperti pada bangunan masjid-masjid klasik di Timur Tengah yang kebanyakan berwarna cokelat tanah. Sedangkan pohon-pohon kurma yang sudah ditanam di pelataran masjid, semakin menjadikan masjid ini bernuansa timur tengah.

Ditambah latar depan masjid yang berupa pinggiran sungai Mahakam, bangunan masjid ini juga mempunyai menara serta kubah besar sebagai penambah keindahan bangunan masjid ini. Konsep rancangan menara masjid diketahui diilhami dari konsep menara masjid Nabawi. Sedangkan bangunan kubah utamanya diketahui diilhami dari bangunan masjid Haghia Sophia yang ada di Istanbul Turki.

Masjid Islamic center samarinda juga mempunyai bangunan menara utama yang menjulang hingga 99 meter. Bangunan ini berupa bangunan 15 lantai, yang masing-masing lantai memiliki tinggi rata-rata hingga 6 meter. Nominal 99 meter sendiri bisa bermakna banyaknya nama-nama Allah yang berjumlah 99. Sementara hiasan dinding bagian luar menara juga dikelilingi dengan lafadz Asmaul Husna dan dilapis oleh batu granit, yang teknik pembuatannya menggunakan water jet.

Selain ada fasilitas tangga, pada menara utama juga dilengkapi dengan lift yang berkapasitas hingga 10 orang dewasa. Pada lantai paling atas bangunan menara dindingnya bagian dalam dilapisi dengan kaca. Tetapi, udara dalam ruangan ini masih tetap sejuk karena didalamnya sudah dilengkapi dengan alat pendingin ruangan berupa AC.

4 bangunan menara masjid lainnya berada di 4 sudut masjid ini. Masing-masing menara memiliki tinggi 66 meter. Masing-masing makara atau (bagian atas menara) juga memakai material kuningan ketok. Sementara 2 menara lainnya memiliki tinggi yang lebih pendek dibandingkan 5 menara lainnya yang disebut sebagai Menara Kembar Satu & Dua. Walaupun tingginya lebih pendek, namun menara ini tetap indah karena desain dinding luarnya disamping dilapisi dengan cat texture, dilapisi juga dengan Granit Juparana Kuning & Juparana Coklat yang sengaja didatangkan dari luar negeri.

Sementara untuk bangunan plafon kubah utama dari masjid ini berbahan material dari metal perforated & ornamen fyber reinforcement plasctic atau (FRP). Sementara ada lampu yang berlapis kaca patri di bagian tengah kubah paling atas untuk menambah aksesoris kubah bagian dalamnya. Kaca-kaca patri tersebut mengikuti bentuk kubah yang melingkar, fungsinya hanya untuk memaksimalkan pencahayaan ketika siang hari. Di bagian dinding kubah juga dihiasi dengan kaligrafi ayat kursi. Sedangkan plafon gypsum disamping penerangannya memakai downlight, keindahannya juga dihiasi oleh adanya lampu-lampu gantung sehingga menambah kemegahan kubah masjidnya.

Kebanyakan bangunan kubah sekarang ini lebih tahan lama baik untuk kecerahan catnya ataupun bahan konstruksinya. Sehingga pembangunan kubah yang megah dan indah tidak perlu perawatan yang serius karena lebih awet dan tahan lama. Beda dengan desain kubah jaman dulu yang membutuhkan perawatan secara khusus dan pengecatan ulang. Kubah masjid Islamic center samarinda juga menggunakan kubah masjid enamel sehingga tahan lama dan jarang terjadi kerusakan meskipun ada benturan keras seperti adanya gempa.

Keindahan Kubah Tingkat Masjid Raya Natuna Adalah Taj Mahal Nya Indonesia

Keindahan Kubah Tingkat Masjid Raya Natuna Adalah Taj Mahal Nya Indonesia

Masjid raya Natuna termasuk salah satu kebanggaan bagi rakyat Natuna. Hal ini bisa anda lihat dari kemegahannya yang disebut-sebut menjadi masjid terbesar sekaligus termegah di Riau. Bangunan masjid ini didirikan menjadi bagian dari Gerbang Utaraku Kota Ranai. Sebagai pusat pemerintahan sekaligus pusat bisnis di wilayah tersebut. Masjid Agung Natuna didirikan pada tahun 2007 dengan keunikan-keunikan yang dimikinya sebagai taj mahalnya Indonesia.

Satu hal yang menjadikan Masjid Agung Natuna terlihat menarik ialah bangunan kubahnya yang menyerupai bangunan Kubah Taj Mahal yang ada di India. Dilihat dari berbagai sisi memang tampak mirip dengan bangunan Taj Mahal India. Masjid Agung Natuna mempunyai bangunan kubah hingga 20 buah dan disusun pada 3 tingkatan. Pada setiap tingkatan kubah Masjid Raya Natuna mempunyai makna filosofis berbeda-beda. Untuk tingkatan tertinggi ada satu kubah utama paling besar.

Pada kubah utama tersebut juga melambangkan sifat ihsan, yang mana dalam agama Islam sifat ini adalah tingkatan keimanan tertinggi. Untuk tingkatan di bawahnya ada 6 kubah yang ukurannya lebih kecil dibandingkan kubah utamanya. Jumlah 6 kubah tersebut telah melambangkan rukun iman dalam Islam. Di tingkatan paling bawah ada 12 kubah yang telah mengelilingi kubah di atasnya. Itu merupakan lambang hari kelahiran Nabi Agung Muhammad SAW.

Jenis bangunan kubah yang digunakan sangat cocok sekali untuk masjid yang terletak disekitar wilayah pegunungan ini. Kubah enamel yang digunakan tidak menimbulkan adanya kerusakan atau keretakan ketika ada guncangan kuat seperti gempa. Hal ini menjadi pertimbangan khusus untuk bangunan masjid yang menggunakan kubah enamel untuk masjidnya. Selain jarang terjadi kerusakan kubah ini juga terlihat sangat mencolok dan indah sehingga banyak yang memilih kubah ini untuk masjid megah dan indah seperti pada masjid raya Natuna ini.

Bangunan utama masjid juga dikelilingi oleh 4 menara pada setiap sisinya dan mempunyai 6 kubah warna hijau kombinasi kuning terang. Ketinggian kubah mencapai 17 meter yang telah melambangkan jumlah rakaat dalam sholat wajib selama satu hari semalam. Bagian dalam dari kubah juga dihiasi oleh kaligrafi maupun desain yang bermotif bunga.

Bukan hanya bangunannya, letak masjid ini dibangun juga sudah membuatnya terlihat semakin menarik. Masjid tersebut berada tepat pada tengah kepulauan indah. Jika dari belakang masjid, maka Anda akan menyaksikan hamparan pegunungan yang hijau senada terhadap warna kubahnya. Masjid ini juga merupakan simbol kebangkitan agama Islam di Natuna serta kebangkitan awal dalam pembangunan dan pertumbuhan agama Islam.

Ornamen-ornamen yang ada di dalamnya telah mengambil inspirasi dari ayat Al-Quran. Bagian tengah dari masjid ini terlihat diterangi cahaya alami dari kubah berhiaskan kaligrafi maupun bermotif bunga disekelilingnya. Sementara di bagian tepi ruangan masjid akan tampak lebih teduh karena ruangan ini tertutup dengan lantai atas masjid. Adanya perbedaan pencahayaan yang kontras di bagian interior masjid ini mempunyai makna perjalanan ibadah seluruh umat Islam untuk menuju satu titik kebesaran Sang Penciptanya.

Sementara bagian lain yang juga sangat mendominasi visual interior masjid ini ialah mihrabnya. Bangunan mihrab berbentuk geometrika dan ruang lengkung yang berkesan bentuk lancip di pertemuan kedua sisinya. Serta latar belakang yang dibuat dari bahan kayu berbentuk sangat besar. Hal ini membuat mihrab tampak menjadi aksen yang telah sengaja dibuat menjadi sentra visual bagian interior masjid. Masjid raya Natuna juga cocok sekali untuk wisata religi di kepulauan Riau. Masjid Natuna dapat menampung hingga 180 jemaah untuk setiap barisannya.

Keagungan Bangunan Kubah Masjid Agung Kota Lumajang

Keagungan Bangunan Kubah Masjid Agung Kota Lumajang

letak Masjid Agung Lumajang disebut juga dengan Masjid K.H Anas Mahfudz, berada di pusat kota sebelah barat alun – alun kota Lumajang. Bangunan yang dulunya memiliki arsitektur jawa kuno beratap joglo sekarang ini telah dirubah menjadi sebuah bangunan masjid modern yang beratap kubah besar setengah lingkaran.

Pada masa pemerintahan Haji Syamsi Ridwan tahun (1988 – 1993) telah membangun menara tambahan di sisi utara masjid. Sementara pada masa pemerintah Bupati Tamrin Hariadi tahun (1993-1998) telah dilakukan peresmian Masjid Agung Lumajang karena pada masa sebelumnya telah dikenal dengan nama Masjid Jami’. Sesudah itu di tahun 2002 – 2003 juga dilakukan renovasi secara besar- besaran pihak Bupati Fauzi. Renovasi ini dilakukan dengan adanya perubahan tampilan bagian depan masjid serta penambahan 2 menara dengan tinggi 30 meter berada di sebelah selatan bagian masjid.

Konsep arsitektur masjid tersebut berciri khas timur tengah. Dilihat dari bangunan kubah lengkung panjang maupun bentuk kusennya. Adanya kolom yang berderet agak panjang bermodel besar adalah bekas renovasi kedua namun tidak di bongkar yang menjadikan ciri khas bangunan masjid ini lebih indah.

Dibagian kedua sisi masjid juga didirikan menara yang menjadi ikon masjid ini. Hal yang unik pada arsitektur masjid tersebut ialah adanya kubah tumpuk karena bangunan kubah lama tak dibongkar ketika renovasi. Sehingga kubah tersebut langsung di tumpuk diatas kubah lama.

Biasanya kubah masjid yang telah mengutamakan penampilan eklusif cenderung memakai system panel atau kotak – Kotak yang dipasang sebagai penutup kubah. Sementara bahan yang di pakai ialah plat baja yang memiliki ketebalan mulai 0.7 hingga 1 mm disertai warna yang interaktif. Biasanya sebuah perusahaan akan mengunakan Micro System sebagai (proses patent) guna menunjang jaminan dan kualitas ketahanan kubah tersebut. Untuk sistem pemasangan kubah jenis Panel Enamel juga tidak memakai paku drilling.

Kontruksi bangunan kubah memiliki 3 lapis penutup, pada lapisan pertama merupakan kubah panel warna, yang kedua kedap air, dan ketiga ialah sebagai penutup dari bahan Karet Membran, kuat, ringan, dan tahan karat. Ketiga kontruksi tersebut juga saling berkaitan sehingga dijamin tidak akan ada kebocoran. Pada lapisan ketiga plafon motif yang dibuat dari lembaran GRC.

Bagian interior masjid juga mempunyai sirkulasi yang sangat luas serta pembagian saf untuk wanita ada di deretan kiri belakangnya saf laki-laki. Sementara pembagian tempat wudlu untuk wanita ada di sebelah selatan dengan laki-laki ada di sebelah utara jadi, antara wanita dan pria tidak akan berbenturan ketika mereka berwudhu disini.

Pencahayaan dalam masjid juga sangat baik karena pencahayaannya secara alami yang berasal dari kubah atas maupun dari jendela lebar yang ada di dinding masjid sebelah selatan dan juga utara. Suhu disini sebenarnya sudah sangat baik meskipun tak menggunakan  AC  karena disini sudah ada ventilasi yang ada di seputar dinding masjid. Ventilasi tersebut juga berbentuk unik seperti pengulangan bentuk persegi yang memberi kesan simetris.

Untuk ruangan Lobby dan ruangan Tunggu masjid ini juga di desain adanya penggabungan 2 unsur, yakni unsur budaya Islam dengan kota Lumajang. Pemakaian bentuk ornamen islam di dinding juga dipadukan karena adanya signage dari transformasi motif batik khas Lumajang di backdrop lobby yang memberi kesan lebih unik.

Desain ruangan juga terlihat dinamis dengan berbentuk lengkung pada furnitur serta pertemuan antar dinding dengan plafon sehingga memberi kesan ruangan yang tidak monoton. Kesan warna hijau yang khas islam juga dipadukan terhadap warna emas serta warna natural kayu akan menambah kesan yang lebih natural pada masjid ini.

Masjid Agung Darussalam Kota Palu Dan Bangunan 5 Kubahnya

Masjid Agung Darussalam Kota Palu Dan Bangunan 5 Kubahnya

Palu merupakan ibukota Provinsi Sulawesi Tengah. Dalam kota ini juga didirikan bangunan masjid yang sangat megah sebagai masjid agung di kota Palu bernama Masjid Agung Darussalam. Pembangunan masjid tersebut adalah kelanjutan dari ketetapan Sulawesi Tengah sebagai daerah tingkat satu tahun 1964 silam. Pembangunan Masjid juga dimulai pada tahun 1978 selesai secara keseluruhan pada tahun 2000 silam.

Masjid Agung Darussalam termasuk masjid terbesar yang ada di Sulawesi Tengah. Luas bangunan masjid ini hingga 2.500 meter persegi, sehingga mampu menampung jumlah jamaah yang mencapai 1.200 orang. Bangunan masjid ini sampai berlantai dua, ruangan utama untuk sholat berada pada lantai dua, yang dilengkapi oleh jejeran anak tangga. Konsep bangunan masjid tersebut dibangun secara modern dan minimalis, jadi, tidak ramai adanya ornamen dalam masjid maupun luar masjid.

Dilihat dari segi arsitektur, bangunan masjid ini mampu menampung hingga 1.200 jemaah. Corak warna terang yang ditampilkan oleh ke lima kubah mampu menambah keunikan tersendiri pada bangunan masjid ini. Hal ini juga identik pada keunikan Kota Palu karena diapit oleh pegunungan hijau, teluk dan lembah.

Dalam pembuatan kubah masjid ini telah memprioritaskan seni arsitektur yang modern. Umumnya lebih cenderung memilih jenis kubah dengan sistem pembuatan kubah panel enamel. Teknik pemasangan panel enamel tak menerapkan pemakaian sistem paku drilling. Karena jika ada korosi bisa mengakibatkan paku mudah lepas. Kubah masjid ini dibangun secara eksklusif, elegan serta menawan. Yang diberi warna relatif tahan lama sekaligus tidak perlu adanya perawatan secara khusus. Jadi, bisa menghemat biaya perawatan yang biasa dikeluarkan setiap tahunnya.

Masjid ini bangunan utamanya berbentuk kubus dan memiliki satu kubah besar pada atap masjid disertai dengan adanya kubah kecil yang dibangun di setiap penjuru atap yang mengelilingi kubah besar. Warna hijau telah mendominasi kubah tersebut ditambah aksen floral yang bewarna kuning. Bentuk kubah masjid yang dilapisi dengan bahan keramik mengkilap warna hijau dan aksen hias kuning berpadu dengan konsep desain bangunan masjid ini. Pada bagian dalam masjid tidak menyertakan banyak ornamen hanya sedikit saja yang dipasang.

Ada dua belas tiang dari beton sebagai penyangga atap dalam masjid yang dibiarkan polos tanpa ada ornamen sedikitpun. Kubah bagian dalamnya juga dihiasi dengan adanya lukisan motif floral yang menambah kemegahan interior kubah masjid.

Pada pintu masuk masjid juga tersedia tangga yang menghubungkan langsung ke lantai atas, atau ruang utama ibadah. Disini anda akan melihat masjid dengan kesan yang lebih lapang terutama ketika anda memasuki ruang utama untuk ibadah shalat. Kesan kelapangan ini bisa didapatkan dari konsep bangunan masjid yang sangat minimalis dan tak memakai banyak ornamen dalam penataan ruang dalam masjid.

Guna memaksimalkan fungsi pada ruang lantai satu, pihak pengelola masjid telah menjadikan lantai satu untuk auditorium yang bisa digunakan dalam berbagai kegiatan. Disini bisa melakukan kegiatan seperti seminar, tablik akbar, bahkan acara pesta pernikahan pun bisa dilaksanakan disini asalkan memenuhi syarat dan ketentuan selama didalam masjid.

Konsep bagian mihrab masjid terlihat sangat minimalis. Mihrab masjid dibedakan oleh dinding lainnya pada penggunaan keramik hitam guna menutupi bagian pigura dari relung mihrab. Ada juga mimbar yang bentuknya tidak terlalu rumit. Kelihatannya masjid memang didesain dengan tampilan lebih bersahaja dan ramah. Untuk sebagian orang, kegiatan sosial keagamaan di lingkungan masjid memang lebih penting jika dibanding menghias masjid sendiri.

Masjid Istiqlal Jakarta Dan Kemegahan Kubah Masjidnya

Masjid Istiqlal Jakarta Dan Kemegahan Kubah Masjidnya

Masjid yang dibangun tanggal 24 Agustus tahun 1951 silam dan selesai pembangunannya di tanggal 22 Februari tahun 1978 ini memiliki arsitektur yang sangat menarik. Itu karena bangunan masjid ini mempunyai gaya arsitektur Islam yang lebih modern yang menerapkan adanya bentuk geometri sederhana didalamnya. Bentuk yang dimaksud seperti kubus, persegi, serta kubah bola yang berukuran raksasa dengan hiasan beberapa ornamen didalamnya. Adanya kubah bola sangat besar ini dibuat untuk menunjukkan kesan agung nan monumental.

Bangunan kubah masjid istiqlal

Keunikan bangunan kubah raksasa yang dimiliki oleh masjid Istiqlal Jakarta ialah karena dibuat dari bahan marmer putih maupun baja antikarat atau (stainless steel). Sehingga kubah raksasa ini bersifat kokoh, sederhana, netral dan minimalis.
bangunan masjid juga memiliki gaya arsitektur minimalis. Rancangan arsitektur minimalis tersebut dipilih karena ingin menyesuaikan lokasinya karena berada dikawasan iklim tropis. Disamping memiliki arsitektur yang sangat modern, bangunan masjid Istiqlal juga memiliki gaya arsitektur ala Timur Tengah yang dapat anda lihat dari adanya hiasan kaligrafi di bagian interior kubah masjid.

Masjid ini mempunyai Kubah bentuk setengah bola menggunakan kerangka polyhendra asal Jerman. Sementara bagian luar kubah juga dilapisi oleh keramik. Kubah yang telah ditunjang dengan 12 tiang dan tertulis kaligrafi sebelah kanan kubah berlafaz Allah. Selanjutnya pada bagian tengah kubah tertulis Surat Thaha ayat ke 14 sedangkan bagian kiri kubah tertulis lafaz Muhammad. Pada tengah-tengah kubah tertulis Ayat Kursi serta Surat Al Ikhlas. Banyaknya tiang pancang Masjid ini sampai 5.138 tiang.

Dari luar atap atau atas kubah telah dipasang penangkal petir dalam bentuk lambang Bulan & Bintang yang dibuat dari bahan stainless steel yang berdiameter 3 meter dengan berat 2,5 ton. Semua bagian dari gedung utama juga dilapisi oleh marmer yang sengaja didatangkan secara langsung dari kota Tulungagung dengan luas 36.980 m2. Lantai masjid juga ditutupi oleh karpet merah yang merupakan sumbangan pihak pemerintah Kerajaan Arab Saudi.

Ornamen dalam masjid istiqlal

Dari beberapa sudut masjid istiqlal juga akan mendapat beragam hiasan ornamen yang bersifat sederhana tapi tetap elegan. Berbagai jenis ornamen masjid ini berbentuk pola geometris seperti pada ornamen logam krawangan (untuk kerangka logam berlubang) memiliki pola lingkaran, kubus, ataupun persegi. Fungsi ornamen ini selain untuk unsur keindahan, juga berfungsi untuk penyekat, jendela maupun lubang udara. Pada bagian pagar masjid juga terdapat ornamen pagar langkan pada tepi balkon di bagian lantai masjid Istiqlal. Disamping berbentuk geometri, ornamen ini juga dilapisi oleh baja antikarat, seperti bagian pagar tangga, bagian langit-langit serta lapisan kubah yang berdiameter 45 meter maupun 12 pilar utamanya juga dibuat dengan lapisan baja antikarat.

Dirancang Terbuka Agar Udara Bebas Bersirkuasi.

Bangunan masjid ini didesain oleh Frederich Silaban. Bangunan ini sengaja dirancang supaya udara bisa bebas bersirkulasi dan membuat ruangan agar tetap sejuk. Karena pada ruangan shalat di lantai utama yang bersifat terbuka dan disekelilingnya juga diapit dengan plaza atau pelataran terbuka bagian kiri atau kanan bangunan. Desain masjid Istiqlal bebas sirkulasi udara dimaksudkan agar memudahkan pergantian udara maupun penerangan secara alami. Meskipun terbuka tapi siapa saja yang berkunjung di masjid ini bisa terbebas dari terik matahari dan juga curah hujan. Desain bangunan yang terbuka ini kemudian dianggap sebuah pewakilan desain arsitektur bangsa Indonesia bagi masjid Istiqlal.

Menara dan Kapasitas Masjid Istiqlal.

Dengan luas bangunan masjid yang sangat luas dan besar tersebut, masjid Istiqlal diklaim mampu menampung jamaah hampir 200.000 orang. Masjid yang sekaligus digunakan sebagai pusat pendidikan, obyek wisata religi, dan juga pusat aktivitas dakwah Islam ini juga mempunyai menara tunggal dengan tinggi 96,66 meter yang menjulang di bagian selatan masjid yang sangat menarik dan ikonik ini.

Keindahan Interior Dan Kubah Masjid Agung Tuban

Keindahan Interior Dan Kubah Masjid Agung Tuban

Bagi masyarakat yang sudah lama tidak berkunjung ke Kota Tuban, bisa dipastikan akan kaget dengan kondisi Masjid Agung baru-baru ini. Setelah melalui renovasi dan revolusi secara besar-besaran, menjadikan bangunan Masjid Agung terlihat sangat indah dan menarik untuk dikunjungi. Renovasi terakhir mampu menelan biaya yang mencapai Rp 17,5 miliar. Sehingga bangunan masjid agung tuban sekarang tampak indah dan lebih megah. Tidak heran jika akhirnya masjid ini dijuluki sebagai salah satu masjid paling indah di provinsi Jawa Timur.

Adanya ornamen yang cantik, dan polesan yang sangat detail, berlantaikan keramik, dan tembok penuh dengan ukiran menjadikan interior masjid tuban berkesan sangat mewah. Sedangkan bagian eksterior juga tidak kalah cantik dengan adanya kubah yang dicat berwarna-warni yang membuat masjid tersebut menjadi semakin mewah dilihat dari luar.

Pada bagian kubah masjid ini ada 2 jenis. Untuk kubah besarnya merupakan kubah enamel sedangkan kubah kecilnya termasuk kubah gavalum. Bangunan kubah yang sangat mencolok tentu ada pada kubah besarnya yang berupa kubah masjid enamel. Selain karena warnanya yang sangat mencolok, kubah ini juga memiliki kelebihan lain jika dibandingkan pada kubah berbahan lain. Kubah dari bahan enamel mempunyai banyak kelebihan misalnya lebih kuat dan awet. Inilah yang menjadi perhitungan banyak orang sehingga menggunakan jenis kubah ini untuk bangunan masjidnya.

Model kubah enamel juga bisa dibuat klasik maupun modern. Jadi, bisa disesuaikan terhadap keinginan dari masing-masing pemesan yang akan membangun masjid dengan kubah enamelnya. Kubah ini juga mempunyai tekstur yang timbul yang menjadi nilai tambah dalam bidang estestika.

Ketika memasuki masjid Agung Tuban seolah seluruh bagian dan ruangannya memiliki pesona keindahan tersendiri. Banyak ornament dan hiasan berbagai motif dan warna terlihat menghiasi dinding-dinding masjid bagian dalam. Perpaduan antara warna putih, biru tua dan biru muda yang terlihat harmonis telah mendominasi warna masjid tersebut. Dibagian depan masjid maupun kubah-kubah yang berukuran kecil bagian sayap kanan atau kirinya merupakan jejak asli dari peninggalan bangunan lama sebelum direnovasi.

Selebihnya merupakan bangunan baru beberapa tahun yang lalu. Sementara warna putih, hijau tua, dan biru muda terlihat mendominasi ruangan sembahyang bagian utama yang terdapat mimbar bagi imam dan juga khotib.

Pada ruangan ini juga terdapat lampu gantung bergaya klasik. Dalam setiap bagian ruangan masjid ini sebagian besar dihiasi oleh pintu dan jendela dari kaca hias berwarna-warni. Ada ornamen berbentuk lengkung serta kubah yang akan menghiasi bagian atap masjid. Lampu hias serta hiasan berupa tulisan ayat-ayat Al Qur’an telah menghiasi dinding masjidnya.

Pada bagian depan masjid juga terdapat kolam untuk air mancur namun sayangnya hanya difungsikan di saat tertentu saja.

Bila anda amati, Masjid Agung ini mempunyai ciri khas bangunan tersendiri. Secara umum, bentuk bangunannya terbagi atas dua bagian. Yakni bagian serambi dengan ruang shalat utama. Bangunan ini juga tidak terpengaruh dengan bangunan masjid di Jawa umumnya yang memiliki atap bersusun tiga. Karena arsitektur masjid tersebut justru terpengaruh dengan corak Timur Tengah, Eropa dan India. Jika dilihat sekilas bangunan akan terlihat mirip dengan bangunan Masjid Raya Baiturrahman, di Banda Aceh.

Sementara jika diperhatikan bagian menaranya, Masjid tersebut mirip seperti Blue Mosque atau (Masjid Biru) di Istanbul, Turki. Sedangkan bila diamati dari bentuk kubahnya, masjid ini laksana Taj Mahal yang ada di India. Perpaduan berbagai arsitektur tersebut, menambah indah bangunan Masjid Agung Tuban tersebut.

Keunikan lain pada Masjid Agung Tuban juga terlihat dari beberapa benda pusaka peninggalan Wali Songo di dalamnya. Benda-benda yang bersejarah ini, diantaranya kitab suci Alquran kuno yang dibuat dari bahan kulit, pusaka, keramik Cina, serta sarkofagus. Namun benda-benda tersebut sekarang ini telah disimpan dalam Museum Kembang Putih di Tuban.

Bangunan 9 Kubah Masjid Raya Darussalam Di Samarinda Kaltim

Bangunan 9 Kubah Masjid Raya Darussalam Di Samarinda Kaltim

Pada awalnya Masjid Raya Darussalam didirikan oleh saudagar Banjar & Bugis pada tahun 1925 yang bertempat tinggal di Samarinda. Saat itu letak masjid Raya Darussalam ada di tepi sungai Mahakam dengan luas 25 meter x 25 meter. Dari pertama kali didirikan, masjid Raya Darussalam difungsikan sebagai masjid Jami’ dan digunakan untuk ibadah sholat lima waktu maupun ibadah sholat Jum’at.

Turki Usmani mewariskan seni bina dari bangunan masjid yang memiliki gaya tersendiri yang dapat diamati dari beberapa ciri utama masjid ini. Seperti bentuk menara masjid yang memiliki gaya bangunan khas Usmani yang dapat dilihat pada bentuk bundar, ramping, dan tinggi menjulang. Sementara puncak menaranya meruncing yang disertai adanya simbol bulan sabit di ujung paling tinggi menara masjid tersebut.

Ada sebanyak empat menara masjid yang ditempatkan pada 4 penjuru bangunan paling utamanya. Dan bangunan menara masjid ini juga didominasi oleh warna putih. Sementara beralih pada kubah masjid raya Darussalam yang sangat unik karena adanya 8 kubah yang memiliki ukuran lebih kecil telah mengapit kubah utamanya. Disamping itu ke 4 penjuru atap dari masjid raya Darussalam juga dihiasi dengan 4 kubah yang ukurannya lebih kecil. Setiap kubah dihiasi dengan ornamen khas Kalimantan telah menghiasi sisi bagian luar kubah masjid ini.

Pada bangunan kubah besar yang berada di atap masjid juga mempunyai ciri khas yang menunjukan identitas masjid Darussalam. Yakni 1 kubah induk yang diapit dengan 8 kubah kecil disekelilingnya yang totalnya 9 kubah. Selain itu, bangunan kubah yang awalnya Cuma diberi cat hijau polos sekarang telah dimodifikasi oleh ornamen-ornamen khas daerah Kalimantan. Bagian kubah induknya termasuk didalam kubah enamel yang berwarna hijau tua danhijau muda.

Kubah induknya dibuat dari bahan yang tahan korosi maupun guncangan. Jadi sangat tepat jika kubah ini dibangun untuk masjid yang lokasinya berada di wilayah pesisir pantai seperti masjid Darussalam ini. Bangunan kubah induknya juga terkenal karena tahan bocor dan mempunyai resiko retak sangat kecil. Hal ini beda dengan material pada kubah jenis lainnya. Material pada kubah ini sangat tepat digunakan untuk masjid yang ada disekitar wilayah yang sering terjadi gempa karena materialnya mampu menahan guncangan dengan lebih baik.

Bangunan masjid raya Darussalam telah dilengkapi juga oleh beranda yang memiliki bukaan yang sangat besar dan melengkung dan ornamen yang melengkung. Sehingga membuat beranda masjid raya Darussalam ini tampak seperti beranda masjid pada umumnya. Sehingga bila anda masuk di dalam masjid tersebut, akan terlihat ruang dalam masjid untuk ibadah sholat yang sangat luas.

Itu karena tidak ada satupun tiang yang menyangga atap masjid dari tengah masjid. Selain itu, ruang sholat pada Masjid raya Darussalam juga sudah dilengkapi oleh lantai mezanin. Sehingga bila dilihat secara keseluruhan, dalam Masjid Raya Samarinda mampu menampung jamaah hingga 14 ribu orang. Warna karpet sejadah yang digunakan untuk ibadah sholat telah didominasi dengan warna hijau. Dengan warna ini, kesannya senada dengan warna langit-langit plafon bagian interior masjid Darussalam.

Bangunan Masjid Raya Darussalam juga mempunyai dinding sisi mihrab tampak mirip dengan masjid lainnya yang dilapisi oleh bahan berwarna yang tampak lebih gelap bila dibanding dengan ruangan sisi lainnya. Disamping itu langit-langit dalm ruangan masjid telah dipasang dengan lampu-lampu gantung sehingga membuat Masjid Raya sangat indah dan megah. Konstruksi pada bangunan Masjid Raya dibuat dari bahan beton tiga lantai dan mampu menampung jamaah lebih banyak lagi.

Selain lokasi yang sangat strategis, masjid raya Darussalam juga terletak dekat Pasar Pagi serta Citra Niaga. Bangunan Masjid Raya Darussalam juga mempunyai daya tarik tersendiri yang membuat para jamaah betah berada didalam masjid. Daya tarik ini bisa dilihat dari bangunan arsitektur khasnya seperti bentuk kubah, menara, ataupun sejumlah lengkungan yang ada di atas pintu serta jendela masjid.