Kemegahan Masjid Agung Sheikh Zayed Abu Dhabi

Kemegahan Masjid Agung Sheikh Zayed Abu Dhabi

Abu Dhabi adalah ibu kota dari United Arab Emirate. Disinilah masjid terbesar di dunia berada. Masjid Agung Sheikh Zayed juga termasuk masjid terbesar yang ketiga di dunia sesudah masjid di Mekah maupun di Madinah. Masjid ini juga di bangun diatas beberapa batas-batas. Yakni 11 meter merupakan batas atas laut serta 9.5 meter untuk batas atas dataran tujuannya ialah supaya jelas terlihat di berbagai penjuru arah. Sementara lokasi masjid ini berada diantara Musaffah Bridge dengan Maqta Bridge Abu Dhabi.

Memiliki luas area 22.412 meter persegi sudah cukup luas untuk sebuah bangunan masjid. Panjang masjid ini sekitar 420 meter disertai lebarnya yang mencapai 290 meter. Dengan lus tersebut, masjid ini mampu menampung hingga kurang lebih 40.000 pengunjung dan 7.126 pengunjung pada ruang utamanya. Dalam pembangunan masjid semegah ini juga memanfaatkan 33.000 ton baja ditambah dengan 250.000 m3 beton dan dibangun diatas 6.500 pondasi.

Keindahan desain dan juga pembangunan Masjid ini memanfaatkan bahan-bahan dari para pengrajin di berbagai negara. Diantaranya India, Italia, Jerman, Pakistan, Maroko, Turki, Malaysia, Cina, Iran, Inggris, Yunani, Selandia Baru, dan juga UAE sendiri. Pilihan bahan yang digunakan memang sangat kokoh serta tahan lama misalnya batu marmer, Kristal, emas, keramik, dan batu semi mulia.

Struktur bangunan yang digunakan oleh masjid ini ialah dari bahan beton yang telah didekorasi dengan bahan marmer putih murni yang berasal dari italia serta yunani. Jenis marmer ini juga merupakan marmer putih paling murni di dunia. Sementara untuk arsitektur bangunan masjid Sheikh Zayed telah terinspirasi dari berbagai Negara seperti Persia, Mughal, masjid Moor, Masjid Badshahi yang terdapat di Lahore, Pakistan, serta Masjid Hassan II Casablanca, Maroko.

Mengenai tata letak kubah dengan keindahan lantai masjid telah terinspirasi dari Masjid Badshahi yang arsitekturnya juga telah terinspirasi dari Persia, Mughal serta Moor. Bentuk lengkungan kubah telah terinspirasi dari masjid Moor. Bangunan menaranya juga merupakan inspirasi dari bangsa Arab klasik. Jadi, desain masjid agung Sheikh Zayed mampu digambarkan dalam perpaduan berbagai bangunan masjid seperti Arab, Persia, Mughal maupun Moor. Masing-masing desain elemennya juga telah dibuat secara hati-hati serta dipertimbangkan dengan betul-betul supaya bisa sesuai terhadap visi masjid agung sheikh zayed.

Kubah

Ada 82 kubah masjid yang memiliki 7 ukuran tidak sama pada masjid ini. Kubah utamanya juga termasuk kubah masjid terbesar yang ada di dunia karena memiliki tinggi 85 meter dengan diameter sekitar 32.2 meter. Letak dari kubah utamanya berada tepat di tengah atap masjid atau diatas ruang berdoa utama ataupun main hall. Lapisan kubah tersebut dari bahan marmer putih.

Hiasan yang ada diatas kubah berupa “mahkota” warna emas memanjang seperti bentuk bawang 3 buah yang mengecil keatas serta diperindah adanya hiasan berbentuk bulan sabit dari bahan kaca emas. Pada bagian bawah kubah juga ada jendela-jendela. Ada 14 kubah yang berkaca hijau diatap ruangan wudhu berada dibawah tanah bagi perempuan dan juga laki-laki. Sehingga kubah ini bisa dilihat dari lantai dasar.

Keindahan kubah yang dipancarkan oleh masjid ini memang tidak dimiliki oleh masjid-masjid indah yang ada di Indonesia. Karena bahan kubah masjid Indonesia juga tak seindah yang dipasang disini. Yang merupakan bahan material pilihan dari berbagai Negara sebagai penghasil utama bahan tersebut.

Kubah yang ada di Indonesia juga ada terdiri dari berbagai macam bahan dan jenisnya. Untuk bahan yang banyak digunakan oleh bangunan masjid sekarang ini ialah bangunan kubah dari bahan flannel enamel, kubah gavalum, dan kubah beton ataupun jenis kubah lainnya. Ketiga kubah tersebut sekarang ini banyak di bangun untuk masjid-masjid baru karena memiliki kelebihan-kelebihan tersendiri yang mampu mengunggulkan masing-masing kubah. Kelebihan yang dimiliki misalnya tahan terhadap panas, tidak mudah berkarat, dan catnya juga tidak mudah mengelupas. Sehingga bisa menghemat biaya pengeluaran untuk perbaikan masjid.

Masjid Agung Al Falah Dengan 1000 Tiang di Jambi

Masjid Agung Al Falah Dengan 1000 Tiang di Jambi

Masjid Agung Al-Falah termasuk sebuah masjid terbesar yang ada di Provinsi Jambi. Masjid tersebut juga dikenal menjadi Masjid 1000 Tiang, walaupun jumlah tiang yang ada didalamnya cuma 256 buah. Lokasi masjid ini berada tepat di Jln. Sultan Thaha Nomor 60 Legok, Jambi. Bangunan masjid tersebut Cuma berupa sebuah pendopo terbuka yang didalamnya ada banyak tiang penyangga serta terdapat satu kubah besar pada atapnya. Konsep bangunan yang memiliki konsep keterbukaan tidak terdapat sekat tersebut akan menghasilkan konsep yang lebih ramah.

Masjid yang merupakan kebanggaan bagi masyarakat Jambi ini berada diatas lahan 26.890 M2 yang melebihi 2,7 Hektar. Sementara luas bangunan masjidnya ialah 6.400 M2 yang berukuran 80m x 80m, sehingga mampu menampung hingga 10 ribu jamaah.

Bangunan masjid agung Al-Falah juga dibangun secara lengkap karena memiliki kubah besar maupun menara yang menjulang tinggi. Keseluruhan bangunan masjid juga menggunakan bahan material dari beton bertulang. Jika diamati, beberapa tiang masjid yang berwarna putih sangat ramping ini mempunyai kemiripan terhadap bangunan tiang yang ada di masjid agung Roma di Italia.

Sedangkan tiang pada masjid Al-Falah juga terbagi atas dua bentuk. Pada bentuk tiang yang pertama adalah tiang-tiang langsing yang diberi warna putih disertai 3 sulur ke atas sebagai penyanggah sekeliling atap bagian luar. Sementara bentuk tiang yang kedua adalah silinder yang dibalut dengan tembaga sebagai penopang struktur kubah pada tengah masjid bagian dalam. Pemakaian material tembaga sebagai penutup tiang berbentuk silinder tersebut juga memberi kesan sangat antik tapi tetap megah bagian interior masjid agung Al-Falah ini.

Bagian dalam kubah juga sudah dihiasi oleh ornamen berupa garis-garis simetris yang menyerupai garis lintang maupun garis bujur bumi. Bagian dalam kubah juga ada ring besar tepat dibawahnya yang telah dihias oleh lukisan kaligrafi Al-Qur’an yang diberi warna emas. Ada sebuah lampu gantung yang berukuran sangat besar dari bahan tembaga mampu memperindah tampilan ruang terutama bagian dalam kubah.

Masjid tersebut juga tidak berdinding. Karena sekat yang ada ialah sisi barat mihrab ataupun tempat imam sholat dari bahan gebyog atau kayu berukir. Namun itu juga tidak sepenuhnya telah menjangkau puncak pilar. Cuma tiga perempat dinding saja yang telah tertutup oleh sekat. Selanjutnya 3 sisi lainnya telah dipenuhi dengan tiang dari berbagai bentuk. Sehingga tidak Cuma ada satu deretan tiang saja. Komposisi tiangnya juga berlapis-lapis dan beraneka bentuk ataupun bahannya.

Untuk bangunan kubah masjid ini, dipilih dari bahan beton. Sebenarnya masih ada bahan lain yang lebih indah dan tahan lama hingga berpuluh-puluh tahun lamanya. Selain kubah dari bahan beton ada kubah lain yang berbahan flannel enamel. Jenis kubah ini juga banyak digunakan oleh masjid-masjid indah lainnya yang ada di Indonesia. Memiliki ketahanan yang kuat terhadap erosi atau guncangan yang kuat akibat gempa membutuktikan jika kubah jenis ini sangat cocok jika digunakan untuk masjid yang letaknya di daerah yang rawan terjadi gempa.

Selain kubah diatas, juga tersedia kubah GRC yang juga sangat populer saat ini yang biasa menggantikan kubah masjid berbahan beton bertulang. Bahan dari kubah GRC ialah beton GRC atau (Glassfibre Reinforce Concrete) adalah pengembangan teknologi beton yakni jenis beton fiber yang disertai oleh penguat serat dari fiberglass. Keutamaan sifat beton GRC ialah lebih ringan serta ulet yang tetap kokoh dan dapat dicetak dengan bentuk lembaran tipis. Dengan kubah jenis ini akan lebih mudah pemasangannya dan lebih cepat daripada kubah dari bahan beton.

Masjid Raya Mujahidin Pontianak

Masjid Raya Mujahidin Pontianak

Hadirnya bangunan masjid raya mujahidin Pontianak memang menjadikan daya tarik tersendiri bagi masyarakat sekitar. Bangunan masjid ini disesain dengan gaya masjid Nabawi yang didukung dengan tata ruang memadai. Hal ini menajdikan masjid banyak dikunjungi oleh wisatawan baik muslim ataupun non muslim.

Bangunan Masjid Raya Mujahidin berada di atas lahan sekitar 4 hektar sehingga mampu menampung hingga 9 ribu Jemaah yang datang. Secara umum dibagi menjadi tiga bangunan utama yakni ; pada bangunan utama Masjid memiliki ukuran 60 x 60 meter, sedangkan bangunan menara utama dibangun terpisah dengan bangunan utama, serta area plaza berbentuk segi empat dikelilingi oleh koridor panjang diantara bangunan utama masjid maupun menara utama.

Perpaduan berbagai unsur arsitektur Islami peradaban Islam manapun yang dipadu adanya ornamen khas dari masyarakat Pontianak menjadikan masjid ini terlihat sangat megah. Bangunan utama masjid dibangun dua lantai, untuk ruang sholat utama ada di lantai dua dan lantai dasar digunakan dalam banyak aktivitas pendukung. Jika anda melewati area plaza terdapat tangga besar yang akan menghubungkan menuju ke area sholat yang berada di lantai dua.

Adanya kubah utama yang sangat besar bewarna keemasan adalah sebuah keindahan ditambah dengan mozaik khas Kalimantan yang disematkan dibagian permukaan kubah hingga menghasilkan kubah yang bermotif. Sebenarnya banyak sekali motif kubah yang ada di Indonesia. Diantaranya motif kubah kotak, belah ketupat ataupun motif umum lain yang banyak digunakan oleh masjid-masjid di Indonesia. Namun terkadang, untuk wilayah tertentu, kubah masjid menampilkan motif yang sesuai dengan cirri khas wilayah tersebut. Misalnya saja untuk masjid Pontianak ini membangun kubah masjid yang bermotif seperti cirri khas budayanya.

Mereka memberikan warna emas dan motif batik untuk kubahnya. Sama hal nya dengan kain songket warna emas yang sangat indah seperti pada budaya bangsa melayu. Jika dari kejauhan kubah utama ini akan terlihat seperti kain songket emas yang banyak dikenakan oleh masyarakat Pontianak. Dibagian ujung kubah juga diberikan ornamen sederhana meruncing menyerupai tegaknya hurup alif. Terdapat empat menara yang menjulang tinggi pada keempat penjuru mempunyai bentuk dan tinggi yang sama.

Di bagian ujung menara juga telah dilengkapi oleh kubah bewarna ke-emasan namun tanpa adanya ornamen atau hanya polosan saja. Sama halnya dengan kubah utamanya, di puncak menara juga telah dilengkapi oleh ornamen yang sama dengan kubah utama masjid. Masjid yang memiliki bentuk ini mengingatkan pada bangunan masjid dari dinasti Usmaniyah karena ditandai adanya menara yang menjulang disertai kubah yang memiliki ukuran besar.

Pada sekeliling bangunan utama juga sudah dilengkapi oleh beberapa pilar tinggi yang sangat besar ditambah dengan adanya lengkungan 2 warna. Bangunan tersebut adalah ciri khas bangunan Masjid di Cordova maupun Istana Alhambra. Sedangkan motif khas  Kalimantan juga sangat terasa di bagian interior masjid karena adanya balutan warna emas pada setiap mozaik penghias interior masjidnya. Pembangun masjid tersebut juga sangat jeli ketika memadukan berbagai unsur peradaban Islam pada pembangunan masjid ini.

Interior masjid juga terlihat sangat luas dan sejuk. Bagian lantai masjid berupa keramik warna cokelat muda yang menyatu sangat cantik dan warna dindingnya juga senada yakni berwarna emas. Pilar-pilar yang telah menopang bangunan sangat kokoh berdiri. Jika anda menengok ke atas, maka ada kubah megah yang berhiaskan kaligrafi berwarna emas bagian dalamnya. Di tepi bangunan utama juga ada 4 menara yang berdiri.

Masjid Tertua Al Osmani Medan Berkesan Budaya Melayu

Masjid Tertua Al Osmani Medan Berkesan Budaya Melayu

Keberadaan dari bangunan MAsjid Raya Al-Osmani memang tidak bisa dipisahkan dengan eksistensi Kesultanan Deli sampai sekarang. Nama Masjid Al Osmani juga disebut dengan Masjid Raya Labuhan yang dibangun ketika tahun 1854. Sementara pembangunan masjid tersebut juga digagas seorang Sultan Deli VII bernama Osman Perkasa Alam. Beliau adalah seorang Sultan sekaligus yang sangat dihormati rakyatnya pada masa pemerintahannya.

Bangunan Masjid Al-Osmani Medan begitu terlihat megah dan indah. Denah bangunan utamanya memang berbentuk segi empat, dan atap kubah utama berbentuk persegi delapan dibuat dari tembaga. Bangunan kubah tersebut juga bertumpu dengan dinding tumpu yang berbentuk persegi delapan di bagian atasnya, hal ini sesuai dengan bentuk bangunan kubah, serta persegi empat di bagian bawahnya. Adanya ukiran-ukiran dn ornamen pada Pintu masuk masjid maupun disudut bangunan sangat terlihat bagus sehingga semakin memperkuat banguan yang bergaya Melayu.

Dinding Masjid Al Osmani juga telah didominasi dengan cat warna kuning, yang merupakan warna kebesaran dari kesultanan melayu. Selain itu, Masjid Osmani juga lebih dulu dibangun dari pada masjid Raya Al Mahsun yang terletak di pusat kota medan. Masjid Al Osmani dibangun oleh Sultan Osman Perkasa Alam, yang merupakan Sultan Deli ke-7 pertama kali mendirikan masjid ini ketika tahun 1854. Kemudian Putra beliaulah yang melanjutkan tahtanya dan membangun masjid tersebut menjadi sebuah bangunan masjid permanen yang sampai sekarang berdiri kokoh.

Keadaannya sekarang ini, masih menunjukkan bahwa megahnya masjid pada zamannya. Didalamnya ada mimbar yang dibuat dari kayu berukir, dengan jam dinding antik serta lampu hias gantung berbahan kristal yang menjadi ornamen untuk memperindah interior masjid Al Osman. Dominasi warna kuning maupun hijau pada dinding masjid juga menjelaskan identitas bangsa Melayu yang sangat melekat dengan masjid tersebut. Sampai sekarang ini, selain digunakan untuk tempat beribadah, bangunan masjid ini juga digunakan untuk tempat peringatan hari besar keagamaan. Sekaligus untuk tempat pemberangkatan para jemaah haji dari wilayah Medan bagian utara untuk menuju pemondokan para jamaah haji.

Dinding masjid yang di beri warna kuning terang serta warna kubahnya yang hitam hingga corak hijau pada pinggiran dinding untuk ornamen, seolah memberikan kesan jika masjid ini dibangun oleh Sultan Deli ketika kerajaan masih dipusatkan di Belawan. Semua warna tersebut sama persis terhadap bangunan Istana Maimun yang ada di Kota Medan.

Bangunan Masjid yang dikenal juga sebagai Masjid Labuhan ini karena lokasinya berada pada kecamatan Medan Labuhan sebagai masjid tertua yang ada di Kota Medan. Di luar masjid juga Ada bedug tua berusia sekitar puluhan tahun namun masih digunakan sebagai penanda waktu adzan. Khusus ketika bulan Ramadan, bedug ini dipukul sangat keras sebagai pengumuman waktu berbuka bagi kalangan Belawan maupun sekitarnya.

Bentuk kubah masjid raya Al Osmani memang sangat berbeda dengan bentuk kubah masjid lainnya yang kebanyakan berbentuk separuh bulat. Karena bentuk kubah masjid utamanya ialah persegi 8. Sedangkan untuk kubah pendampingnya juga tidak berbentuk bulat melainkan berbentuk segi empat. Berat kubah ini sangat fantastis karena mencapai 2,5 ton. Biasanya kubah yang sangat berat berbahan gavalum. Cirri selanjutnya dengan warna yang hanya satu macam ini juga biasa ada pada kubah gavalum.

Kubah jenis ini memang sangat kuat dan kokoh, sehingga cocok sekali digunakan untuk masjid manapun. Kubah yang berbahan dasar galvalum juga bisa menetralkan cuaca panas karena bahan galvalum mampu menahan panas hingga temperatur 3000C. bahkan kubah ini juga tidak mudah mengelupas catnya karena daya serap yang dimilikinya sangat luar biasa. Sehingga banyak yang menggunakan kubah ini dengan perhitungan tersebut.

Indahnya Warna Masjid Baitul Makmur TanjungUban

Indahnya Warna Masjid Baitul Makmur TanjungUban

Masjid Baitul Makmur TanjungUban termasuk salah satu masjid yang begitu indah yang menjadi kebanggaan bagi masyarakat Tanjunguban. Bangunan ini sangat kokoh berdiri di dataran tinggi yang memiliki luas area sekitar 1.6 hektare. Tempat ini adalah wakaf dari masyarakat.

Lokasi masjid ini berada dekat di area makam pahlawan kota Tanjung uban. Sehingga dari masjid ini kita bisa melihat pemandangan di wilayah Tanjung uban sekitarnya pada ketinggian. Anda juga bisa melihat pemandangan selat Uban pemisah pulau Batam dan pulau Bintan.

Bangunan masjid ini termasuk masjid terbesar di wilayah Bintan yang berada di Tanjunguban. Arsitektur kubah Masjidnya dibuat dari bahan baja ringan, tahan terhadap karat, dan memiliki diameter hingga 9 meter. Masjid yang terdiri dari 2 lantai ini, memiliki daya tampung hingga 2 ribu jamaah. Sementara untuk daya tampung keseluruhan masjid yang meliputi serambi maupun halaman yang mencapai 6.000 jamaah.

Berbeda dengan bangunan masjid lain pada umumnya, karena desain Masjid ini memang sangat unik. Memiliki warna yang sangat ngejreng telah mendominasi sebagian besar dinding bangunan masjid. Ditambah lagi halaman paving masjid ini di cat bernuansa colorfull sehingga masjid ini terlihat sangat berbeda. Arsitektur bangunan juga tidak kalah indahnya dengan masjid lainnya.

Jika dilihat secara geografis, letak masjid ini berada di Tanjung Uban, Kec. Bintan Utara, Kab. Bintan, Prov. Kepulauan Riau. Jika anda ingin menuju ke Masjid ini, jarak yang harus ditempuh sekitar 80 kilometer dari Tanjung Pinang. Waktu yang anda habiskan sekitar 2 jam jika menggunakan mobil ataupun motor.

Namun bila pengunjung dari Batam, bisa memanfaatkan transportasi laut baik kapal feri ataupun speed boat dari wilayah Pelabuhan Telaga Punggur. Anda juga bisa lebih cepat memakai speed boat karena hanya memakan waktu sekitar 30 menit untuk tiba di Tanjung Uban. Selanjutnya anda tinggal melanjutkan perjalanan sekitar 2 kilometer agar bisa tiba di masjid.

Bangunan masjid Baitul Makmur juga mengadopsi arsitektur modern dengan digabungkan desain arsitektur tradisional. Keindahan arsitekturnya dapat dilihat dari bagian eksterior maupun interior masjid, yang memiliki nilai artistik.

Di bagian eksteriornya, telah dilapisi cat berwarna mencolok yang terlihat eye catching. Kesan colorfull sangat terasa di sisi luar masjid, bagian halaman masjid yang sudah dipaving telah dihiasi oleh warna-warni cat yang sangat indah. Taman yang ada di halaman masjid juga semakin mempercantik keindahan sekitar area masjid.

Kubah yang dimiliki oleh masjid ini ada 5 kubah, yang terdiri dari 1 kubah utama dengan 4 kubah kecil. Konon pembuatan kubah tersebut menelan biaya sampai 600 juta rupiah. Bangunan kubah juga telah dihiasi oleh ornamen warna-warni sehingga melambangkan keberagaman suku maupun bangsa umat Islam.

Banyak sekali jenis kubah yang ada di Indonesia. Warna yang bermacam-macam juga memberikan daya tarik tersendiri mengenai kubah yang ada pada sebuah masjid. Untuk kubah yang memiliki warna sangat mencolok biasanya barasal dari jenis kubah panel enamel. Kubah jenis ini biasanya terdiri atas 2 warna atau lebih. Banyak yang lebih suka dengan jenis kubah ini selain memiliki warna yang mencolok, jenis kubah ini juga tahan lama hingga 20 tahun.

Jenis kubah ini juga sangat cocok jika di gunakan untuk masjid yang berada di dataran tinggi seperti masjid ini. Karena resiko kerusakan yang terjadi karena peristiwa alam yang terjadi sangat sedikit. Jadi, sangat cocok untuk pemasangan daerah tersebut. Bukan Cuma itu saja, untuk daerah yang rawan gempa, kubah panel enamel juga sangat cocok digunakan karena tahan terhadap guncangan yang terjadi sehingga tetap awet dan tahan lama.

Masjid Raya Bayur keindahan di tepi danau Maninjau

Masjid Raya Bayur keindahan di tepi danau Maninjau

Masjid Raya bayur adalah salah satu masjid tua di sekitar danau Maninjau, kecamatan Tanjung Raya, kabupaten Agam, sumatera Barat. Masjid yang dibangun pada awal abad ke 20 berlokasi tidak begitu jauh dari jalan raya yang menghubungkan Kota Lubuk Basung, ibukota kabupaten Agam, dengan Kota Bukittinggi.

Bentuk masjid ini sedikit banyak telah mengalami perubahan hingga menjadi seperti yang tampak saat ini. Pada awal tahun 2000, masyarakat setempat berupaya renovasinya secara menyeluruh. Partisipasi para tokoh masyarakat dari kenagarian bayur dan warga di tanah Rantau membuat renovasi Masjid dapat diselesaikan dalam jangka waktu yang tidak begitu lama.

Renovasi meliputi perbaikan bangunan dan penataan lingkungan masjid seperti pembenahan ruang terbuka area parkir dan taman masjid. Hal ini dilakukan agar lingkungan masjid tampak lebih Asri.

Pasca renovasi Masjid ini tampak indah dengan perpaduan gaya arsitektur pagoda Thailand dan gonjong rumah khas Minangkabau. Hal tersebut dapat dilihat pada menara kecil di empat sudut atap bangunan utama. Struktur atap dirancang mengikuti pola bangunan rumah panggung dengan atap bersusun tiga yang menjadi ciri khas bangunan masjid Nusantara zaman dahulu.

Masjid Raya Bayur memiliki beberapa keunikan yang khas seperti kubah persegi empat di tengah atap bangunan utama, tempat menara di setiap sudut kubah utama, dan kubah kecil persegi empat di atasnya mihrab.

Dinding masjid dilapisi papan berukir yang disapu nuansa gelap. Tiang tiang penyangga terbuat dari tembok dihiasi warna lembut sehingga sangat serasi dengan dinding masjid.

Ketika Kaki melangkah memasuki area masjid, tampak air mancur terus memancar. Melangkah ke belakang masjid, terdapat kolam ikan yang tertata rapi. Di kiri kanan kolam ikan tersebut terdapat tempat wudhu.

Di sebelah utara masjid terdapat sebuah pondok pesantren tua. Santri-santrinya meramaikan masjid dengan berbagai kegiatan, mulai dari belajar berceramah, khotbah hingga tata cara sholat jenazah. Tak dimungkiri para santri tersebut menyemarakkan masjid yang menjadi sentra pengembangan ajaran Islam di kanagarian bayur ini.

Hamparan Indah panorama Danau Maninjau dengan aktivitas para nelayan di pagi dan sore hari menjadi Point Plus keindahan pemandangan di masjid ini.

Wisata Religi Ke Masjid Terapung Melaka Malaysia

Wisata Religi Ke Masjid Terapung Melaka Malaysia

Jika membahas tentang masjid terapung, pasti tidak aka nada habisnya. Pasalnya masjid terapung memang banyak ditemukan di Negara-negara yang memiliki wilayah laut didalamnya. Selain menambah keindahan pemandangan masjid, terkadang alasan lain telah membuat Negara-negara tersebut membangun masjid terapung kebanggaannya. Salah satu Negara yang memiliki masjid terapung ialah Negara Malaysia. Masjid terapung Melaka yang ada di Malaysia memang sangat indah tak kalah dengan masjid terapung yang ada di Negara lain.

Dengan lokasi yang berada di pinggir pantai, tentu akan menjadikan suasana masjid lebih sejuk dan sangat nyaman. Sehingga masjid ini juga sangat pas jika dijadikan wisata religi. Lokasinya memang sangat dekat dengan pulau Sumatra, anda bisa berkunjung kesini jika penasaran dengan keindahan masjidnya.

Lokasi Masjid Selat Melaka memang berada di wilayah Banda Hilir dengan kondisi menghadap langsung pada Selat Malaka. Ini termasuk selat tersibuk sekaligus terpanjang di dunia.

Masjid ini juga memiliki empat menara yang meniru gaya menara di Masjid Nabawi. Sementara bangunan kubah yang terdapat disampingnya diberi warna biru, yang menyerupai masjid-masjid yang terdapat di wilayah Timur Tengah. Dengan pembangunan yang terdapat di atas air laut, maka Masjid Melaka biasa dijuluki sebagai Masjid Terapung. Bangunan masjid yang telah diresmikan mulai di tahun 2006 lalu itu, telah berdiri diatas lahan yang memiliki luas hingga 1,8 hektar yang mampu menampung hingga 2000 jemaah. Bila dilihat sepintas, maka masjid ini mirip sekali dengan masjid terapung yang ada di Jeddah. Hal itu karena dari masjid itulah keluar inspirasi pembangunan masjid ini.

Luasnya Masjid ini karena mampu menampung sampai 12 ribu jamaah. Meskipun begitu, para turis juga dipersilakan menengoknya ke dalam masjid. Keindahan Masjid Melaka semakin terlihat mempesona jika dilihat ketika malam hari. Pancaran lampu yang serasi akan memberi efek penerangan yang sangat indah karena masjid tersebut tersorot lampu dan memantulkan warna yang sangat indah. Jadi, tak heran jika banyak sekali fotografer dunia yang menjadikan masjid tersebut sebagai objek fotonya. Selain itu, lampu dari menara masjid yang memiliki tinggi sekitar 30 meter tersebut telah digunakan juga untuk pedoman kapal yang sedang berlayar di wilayah Selat Malaka seperti lampu suar. Jadi, lampu ini sangat penting bagi para pelayar yang berlabuh di selat ini.

Sementara untuk kubah yang di pasang di masjid ini juga sangat indah. Di Indonesia sendiri ada banyak macam bahan kubah yang tak kalah indah dengan kubah yang dipasang di masjid Melaka. Pembuatan kubah masjid ada yang dari baja ringan, berupa Enamel dan juga Galvalum yang sekarang ini sedang trend di Indonesia. Karena kedua jenis bahan baja ringan itu termasuk bahan yang mudah, murah, dan praktis dijadikan untuk bahan pembuatan kubah masjid.

Kubah masjid Enamel dibuat dengan bahan plat baja namun mempunyai komposisi karbon sangat rendah. Disamping itu dilengkapi juga oleh porselin Enamel yang bertujuan agar tidak berkarat. Hasil yang akan ditampilkan oleh pembuatan kubah Enamel juga lebih menarik serta awet.

Untuk perbedaan yang terdapat pada kubah masjid Enamel dengan Galvalum ialah adanya kandungan pada bahan Enamel maupun Galvalum. Jika kubah berbahan Galvalum terdapat campuran bahan Silikon, Zinc, serta aluminium, tapi pada bahan Enamel, terdapat kandungan coating maupun porselin.

Namun kedua kubah ini mempunyai kelebihan yang sama. Yakni tahan terhadap cuaca panas sangat ekstrim sekalipun. Ketahanan kubah Enamel dalam menghadapi derajat panas lebih tinggi dibandingkan dengan kubah dari bahan Galvalum. Karena kubah Enamel, mampu bertahan hingga suhu yang mencapai 8000 Celcius namun pada kubah Galvalum Cuma bisa bertahan hingga suhu 3000 Celcius.

Masjid terapung Arrahmah kota Jeddah

Masjid terapung Arrahmah kota Jeddah

Lokasi Masjid Arrahmah tepat berada di wilayah Jeddah Corniche (Jeddah Kurnis) . Ini merupakan kawasan baru yang telah dikembangkan otoritas setempat menjadi kawasan wisata pada sepanjang pantai di laut merah.

Bangunan masjid Ar-Rahmah bukan satu-satunya masjid yang terdapat di wilayah kurnis Jeddah. Karena selain masjid ini, ternyata masih banyak masjid kecil yang ada di sepanjang pantai laut merah untuk memfasilitasi para pengunjung yang berada pada kawasan ini. Masjid yang ada seperti Island Mosque (Masjid Pulau), Masjid kurnis dan masjid Ruwais. Seluruh masjid tersebut juga memperoleh penghargaan oleh Aga Khan Award of Architecture.

Masjid Ar-Rahmah berukuran kira-kira 20 x 30 meter yang sangat menarik dikunjungi. Interior masjid ini juga dihiasi dengan tulisan kaligrafi. Jika anda berkunjung kesini, bukan Cuma bisa menikmati indahnya Masjid Terapung tapi juga air Laut Merah yang menjadi objek favorit para jemaah yang hadir disini. Bangunan masjid ini juga menggabungkan antara arsitektur modern dengan seni bangunan Islam jaman kuno. Masjid ini juga mempunyai ruangan sholat yang luas dan dekorasi yang sangat indah. Ditambah dengan peralatan berteknologi terbaru khususnya sound system. Sedangkan ketika musim dingin tiba, disini juga disediakan keran-keran yang mengeluarkan air hangat.

Bagian interior masjid Arrahmah yang sangat menawan bisa anda lihat ketika adanya cahaya matahari yang masuk di dalam ruang utama sangat lembut melalui celah yang berasal dari kubah utama maupun atapnya. Cahaya tersebut juga berasal dari bukaan jendela lebar, dan penyejuk udara. Dalam masjid tersebut telah terbentang karpet lembut sehingga suasananya sangat nyaman.

Keindahan dekorasi interior dan gaya arsitektur serta pencahayaan atap secara sempurna, mampu memberi kenyamanan tersendiri untuk para jamaah yang hadir di Masjid Terapung Jeddah. Ketika waktu subuh, masjid tersebut akan terlihat mengagumkan, karena sinar matahari kala itu masih sangat redup sebagai latar masjid ditambah dengan lampu-lampu yang tampak berkilauan.

Masjid dengan bangunan kubah besar yang disampingnya ada menaranya ini jika dilihat dari luar memang sangat sederhana. Karena kubahnya yang hanya diberi satu warna yakni biru saja, hal ini memberikan kesan yang sederhana dan warna yang tidak mencolok. Dibagian bawah kubah sengaja diberikan angin-angin untuk menambah alami udara yang masuk ke masjid yang berasal dari angin laut. Ada satu menara yang dibangun tepat disamping kubah besar untuk menambah keindahan masjid ini. Menara tersebut juga berkesan sangat sederhana karena hanya berwarna putih bersih saja.

Untuk bangunan kubah di masjid ini seperti bangunan kubah berbahan gavalum di masjid yang ada di Indonesia. Struktur bangunan kubah ini memiliki kelebihan seperti :

Mampu Menetralkan Cuaca Panas.

Kubah yang berbahan dari galvalum mampu menetralkan cuaca panas karena struktur bahan galvalum dapat menahan panas hingga temperatur mencapay 300 derajad Celcius. Bahan galvalum juga sangat aman terkena gangguan cuaca, ketika panas atau hujan.

Tahan Terhadap Karat

Bukan Cuma dapat menahan panas, kubah yang berbahan Galvalum juga punya daya tahan lebih besar karena tahan korosi ataupun tingkat pengasaman. Sehingga wajar bila bahan kubah galvalum banyak dimanfaatkan masyarakat Indonesia untuk atap. Galvalum juga bisa dimanfaatkan agar bisa mengganti talang yang berbahan karpet ataupun seng.

Daya Rekat Fleksibel

Kubah masjid galvalum juga mempunyai daya rekat bagus sehingga cocok bagi segala jenis bahan cat dasar. Hal ini juga bisa menjadikan cat tak mudah terkelupas walaupun terkena paparan matahari yang sangat kuat. Bahan material ini sangat cocok digunakan untuk masjid yang terletak dipantai karena terik matahari yang sangat kuat.

Masjid Raya al-mashun jejak history kerajaan Deli

Masjid Raya al-mashun jejak history kerajaan Deli

Masjid raya al-mashun yang ada di Medan merupakan simbol religius Provinsi Sumatera Utara. Rumah ibadah indah peninggalan Sultan Deli ini hanya berjarak 200 m dari Istana Maimun. Kedua bangunan indah ini dibangun pada masa Sultan Makmun al-rasyid perkasa alam.

Pada awal pendiriannya masjid ini menyatu dengan Kompleks istana. Keunikan yang sangat kentara adalah bentuknya yang simetris jika dilihat dari keempat Sisi. Gaya arsitekturnya khas timur tengah India dan Spanyol. Masjid ini berbentuk segi delapan atau octagonal yang memiliki sayap di bagian Selatan Timur Utara dan Barat. Keempat sayap ini berbentuk seperti bangunan utama namun lebih kecil.

Jika diperhatikan dengan seksama konsep bangunan utama dan sayap tersebut merupakan gaya masjid kuno di Timur Tengah. Pemilihan tersebut bukan tanpa alasan. Ruang tengah berfungsi sebagai ruang utama dikenal dengan sebutan Shan, sedangkan 4 sayap berupa gang beratap untuk berteduh disebut mugatha dan suntuh.

Masjid ini sepertinya sedikit menabrak pakem umum. Sebagai contoh terlihat pada hiasan di dalam masjid yang umumnya berupa kaligrafi bertuliskan Arab. Namun, pada masjid ini justru menggambarkan ukiran bunga dan tumbuhan. 5 kubah masjid dengan komposisi 1 kubah induk tepat ditengah bangunan utama dan 4 kubah pendamping di bagian saya pun tidak berbentuk bulat khas timur tengah atau lima seperti khas masjid di Indonesia. Kubah masjid ini berbentuk persegi delapan dan cenderung gepeng.

Kemegahan masjid semakin terlihat karena berada di halaman terbuka seluas lebih kurang 1 hektar. Tepat pada bagian sentral mihrab terdapat pintu gerbang yang mempertegas posisi kiblat. Konsep desain seperti ini kerap diterapkan di masjid-masjid kuno India Arab dan Mesir.

Di sebelah kanan masjid terdapat sebuah menara unik yang dihiasi ornamen gaya Mesir, Iran dan Arab. Selain itu, masjid juga dipengaruhi oleh gaya arsitektur Gotik. Ini tampak pada beberapa bagian masjid, seperti diatas jendela yang berlambang patah dan bukan berbentuk lingkaran.

Saat ini, disamping menjadi pusat ibadah kaum Muslim di kota Medan, masjid Al Mashun juga merupakan lokasi tujuan wisata yang kerap dikunjungi turis domestik dan mancanegara. Bentuk bangunan Yang masih asli menjadi daya tarik utama. Masjid ini memang tidak pernah mengalami perubahan bentuk yang spesifik karena telah didownload sebagai situs bersejarah dan dilindungi undang-undang.

Selain dikenal dengan nama masjid Al mashun, masjid syarat sejarah ini juga disebut masjid Deli karena dulu merupakan bagian kerajaan Deli dan Masjid Agung Medan

Masjid Arkam Babu Rahman Masjid Terapung di Pantai Teluk Palu

Masjid Arkam Babu Rahman Masjid Terapung di Pantai Teluk Palu

Masjid unik bernama Arkam Babu Rahman ini berlokasi di Teluk Palu, atau Kampung Lere, di Palu Barat provinsi Sulawesi Tengah. Sekitar 30 meter jarak dari bibir pantai telah berdiri masjid terapung ini. Pembangunannya baru selesai pada awal tahun 2012 silam. Masjid ini dibangun dengan tujuan mengenang Dato Karama, yakni seorang penyebar agama Islam yang ada di Kota Palu di abad ke-17. Memiliki luas sekitar 121 meter persegi yang mampu menampung hingga 150 Jamaah.

Selain letaknya berada di atas laut, masjid ini juga memiliki keunikan lain ketika dilihat di Malam hari yakni Kubahnya yang mampu memancarkan cahaya 7 warna. Yakni merah, jingga, hijau, biru, ungu, pink dan juga putih yang selalu bergantian. Keindahan ini karena adanya alat modern yang didatangkan langsung dari negri Cina. Jadi, bila anda penasaran, bisa langsung berkunjung ke masjid ini ketika malam hari. Dijamin keindahannya tak anda temukan di masjid lain.

Sementara bangunan tiang Masjid juga akan terlihat ketika air sedang surut saja. Sehingga ketika air sedang pasang, maka masjid terlihat seperti terapung. Jembatan sebagai jalan menuju Masjid juga dihiasi oleh lampu bagian kiri dan kanan. Hal ini dijadikan sebagai tempat favorit para pengunjung yang ingin berfoto dan menikmati teluk palu serta pusat Kota palu di kejauhan.

Masjid ini juga didominasi deng warna krem yang dipadukan warna keemasan maupun hijau di seluruh bagian dinding masjid. Desain arsitektur Masjid juga sangat modern karena memiliki 4 kubah kecil di setiap sudut yang telah mengelilingi kubah induknya. Kubah yang paling tepat untuk daerah sekitar pantai agar tahan dengan goncangan yang besar ialah kubah flannel enamel. Jenis kubah ini memang sangat pas untuk wilayah yang memiliki resiko guncangan sangat besar. Kubah jenis ini juga sangat bagus warnanya sehingga sangat cocok dengan warna masjidnya.

Adapun kubah bergaya modern ini biasanya menggunakan bahan berupa plat baja yang memiliki ketebalan 0,8 hingga 1,0 mm. Material yang ringan tersebut lebih gampang mengalami korosif, namun dengan sistem pengecatan enamel yang dilakukan akan menjadikan bahan ini lebih terjaga dari karet. Selain itu, pengecatan sistem enamel yang dilakukan juga memiliki daya tahan sampai 20 tahun asalkan pada pembuatannya tidak ada cacat fisik, baik saat mengecatnya atau saat mengaplikasikannya. Karena jika terdapat cacat fisik, maka bisa berdampak munculnya celah yang berakibat proses korosif pada bagian bahan dasarnya. Selain itu, cat enamel juga tidak bisa dilakukan pengecatan ulang. Sehingga bisa menghemat biaya renovasi masjid untuk setiap tahunnya.

Jika dilihat dari struktur bangunannya, maka masjid Terapung di Palu ini memiliki luas yang mencapai hingga 121 m2 dengan pondasi yang kuat yakni ditopang hingga 25 pilar yang memiliki kedalaman sampai 10 meter. Kokohnya tiang mampu menahan serangan ombak yang selalu datang dari tengah lautan. Dikarenakan intensitasnya yang tidak terlalu ganas, maka resiko kerusakan pada masjid menjadi sangat minim.

Sementara bagian interior yang tampak juga sangat indah. Bagian lantainya di pasang keramik yang langsung diimpor dari Negara India. Sehingga meskipun masjid ini berada di tepi laut, pemilihan materialnya pun tetap memperhitungkan estetika yang membuat keindahannya tetap terpancar. Hembusan angin laut yang sangat kencang, dan bunyi deburan ombak di sekitar pantai, mampu menambah khusukya beribadah dalam Masjid Terapung Palu ini.